WHEN DARKNESS COMES

WHEN DARKNESS COMES
Pasangan Romantis



Hallo semuanya. Maaf baru update, di karenakan novel ini memang sedang hiatus selama 1 bulan. Mohon maaf yang sebanyak-banyaknya.


Rich menatap menghentikan motornya di depan kampus Elena. Gadis itu sangat girang dan bahagia karena keinginannya terwujud, di antarkan oleh Rich ke kampus.


"Sudah puas?!" Rich menatap Elena dengan malas.


"Tentu saja belum puas! Karena aku ingin selalu bersamamu setiap harinya." Elena menjawab sambil tersenyum senang.


"Cih!" Rich menanggapinya dengan kesal. Tidak berselang lama kedua matanya menajam dan hidungnya mengendus ketika dia mencium aroma vampir Alberto.


Benar saja, beberapa detik kemudian mobil mewah Alberto datang  dan parkir di sebelah motornya.


"Hai!" Alberto menyapa Rich ketika keluar dari mobil mewah tersebut dengan gaya yang sangat keren.


Rich mengangguk sambil mengangkat tangan kanannya menanggapi sapaan Alberto.


Alberto mengitari mobilnya ke sisi kanan, lalu ia membukakan pintu mobil untuk Daniah.


Daniah tersenyum lalu mencium pipi Alberto dengan mesra dan di saksikan oleh Rich dan Elena.


Rich segera memalingkan wajah, saat melihat kemesraan pasangan itu bukan karena cemburu, akan tetapi dia merasa malas melihatnya. Sedangkan Elena malah bertepuk tangan kecil, senang  melihat keromantisan Daniah dan Alberto.


"Kalian romantis sekali." Puji Elena seraya menyatukan kedua tangannya di depan dada seraya menatap pasangan mesra itu.


Daniah tersenyum menanggapinya sambil menggandeng tangan Alberto, lalu keduanya itu berjalan mendekati Rich dan Elena.


"Menjauh dariku!" Rich menatap tajam Alberto dan Daniah. Aroma tubuh Daniah dan Alberto yang bercampu menjadi satu membuat kepala Rich pusing.


"Rich, kau tidak sedang cemburu 'kan?" Elena menatap penuh kebingungan, kenapa Rich tiba-tiba kesal kepada pasangan itu.


"Untuk apa aku cemburu kepada mereka!" Rich menjawab seraya menunggangi kuda besinya, kemudian ia segera menyalakan mesin motor dan melajukannya, keluar dari area kampus tersebut.


Daniah menatap nanar pada Rich yang sudah pergi menjauh dari sana. Kenapa hubungannya dengan Rich menjadi kacau seperti ini? pikir Daniah.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Alberto bertanya dengan nada dingin, tidak suka kalau Daniah memikirkan pria lain selain dirinya.


"Kau sudah tahu jadi aku tidak perlu menjawabnya," jawab Daniah sambil melepaskan genggaman tangan Alberto, lalu ia beralih menggandeng tangan Elena.


"Apakah kekasihmu itu seorang cenayang?" tanya Elena pada Daniah sambil melirik Alberto.


"Bisa di bilang begitu," jawab Daniah sambil tertawa pelan.


"Aku akan menjemputmu saat pulang kuliah nanti! Jadi, jangan keluar dari dalam kampus sebelum aku tiba." Alberto memberikan pesan kepada kekasinya, dan disetujui oleh Daniah.


"Dan, kekasihmu sepertinya sangat posesif, apakah kau tidak tertekan selama ini?" tanya Elena ketika mobil yang di kendarai Alberto sudah menjauh dari sana.


"Tentu saja tidak, dia melakukan semua itu demi kebaikanku." Daniah menjawab sambil melangkahkan kedua kakinya memasuki kampus dan diikuti oleh Elena.


"Bukankah itu sangat berlebihan?" Elena kembali berkomentar, dan Daniah menjawab dengan gelengan kepala.


"Sekarang aku yang bertanya. Apa hubunganmu dengan Rich?" Daniah menatap raut wajah Elena yang tiba-tiba tersipu malu.


"Jujur, aku sangat tertarik dengan pria tampan itu, tapi sayangnya dia belum move-on darimu." Elena menjawab sambil mengerutkan bibir, pada dasarnya Elena adalah gadis yang  ceria jadi dia tidak merasa cemburu atau terganggu dengan Daniah.


"Hei! Aku dan Rich tidak pernah menjalin hubungan apa pun, kau harus tahu itu! Selama ini hubungan kami hanya sebatas teman saja," jelas Daniah kepada Elena agar tidak salah paham.


"Benarkah itu? Tapi, kalian selama ini terlihat sangat mesra." Elena tentu saja tidak mudah percaya dengan pernyataan Daniah. Bisa saja 'kan temannya itu  berbohong demi menjaga perasaannya.


"Kau salah! Aku dan Rich hanya bersahabat saja, tidak lebih!" Daniha berkata penuh penekanan dan sangat menyakinkan.


Akhirnya Elena percaya, gadis imut itu tersenyum senang dan lega mendengarnya.


"Emh, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Elena, berjalan bersisian di samping Daniah.


"Tentu saja!"


"Apakah saat ini kamu masih perawan?" tanya Elena menatap Daniah yang kini melotot horor kepadanya.


"Dasar tidak sopan!" Daniah menonyor kepala Elena dengan kesal.


"Tinggal jawab apa susahnya?" gerutu Elena sambil mengusap keningnya yang baru saja di tonyor oleh Daniah.


"Menurutmu?" Daniah menaikan salah satu alisnya, seraya menatap Elena dengan serius, tapi beberapa saat kemudian ia terkekeh pelan.


Melihat Ekspresi Daniah, Elena sudah tahu jawabannya.


"Hei, bagaimana rasanya? Sakit? atau nikmat?" tanya Elena sambil mengejar Daniah yang sudah berjalan cepat mendahuluinya di lorong kampus.


"Pertanyaanmu sangat menggelikan! Dan aku tidak mau menjawabnya!


"Daniah, ayolah ... aku penasaran."