WHEN DARKNESS COMES

WHEN DARKNESS COMES
Pantang menyerah!



Daniah dan Alberto sudah hidup bahagia meski harus menerima banyak pertentangan dari dunia Vampir. Tapi mereka tidak lelah membuktikan kalau mereka saling mencintai dan cinta mereka patut untuk di pertahankan.


Meskipun Daniah harus hidup di kegelapan dalam arti di dunia vampir, tapi gadis itu tidak pernah keberatan, dia akan selalu setia kepada Alberto karena dia sangat mencintai vampir tampan itu.


*


*


Di sisi lain. Rich sudah mulai bisa melupakan Daniah sedikit demi sedikit. Kehadiran gadis cantik bernama Elena yang selalu mengekorinya ke mana pun dia pergi, membuat dunia Rich menjadi teralihkan dari bayang-bayang Daniah.


"Dasar gadis penguntit!" umpat Rich pada Elena yang terus mengikutinya. Bahkan saat dia ke kamar mandi rumahnya pun gadis tersebut terus mengikutinya.


"Aku hanya ingin mengantarkanmu saja agat tidak tersesat." Jawaban konyol Elena membuat Rich semakin geram.


"Aku bersumpah akan selalu membencimu!" dengus Rich seraya masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras, tidak lupa menguncinya rapat, takut kalau Elena menerobos masuk ke dalam sana.


"Ih! Jahat sekali, tapi aku suka," gumam Elena sambil tersenyum lebar dan menyatukan kedua tangannya di depan dada. Pesona Rich sepertinya sudah membuat gadis itu menjadi tidak waras.


Rich sudah selesai dengan ritual di kamar mandinya. Ia menatap seraya mendengus saat melihat Elena masih menunggunya di luar kamar mandi.


"Ck!" Rich berdecak kesal pada Elena.


Elena menoleh, menatap Rich dengan tatapan penuh bahagia.


"Kau sudah selesai, Rich?" tanya Elena tersenyum lebar.


"Kau tidak punya mata!" kesal Rich seraya berjalan kembali ke ruang keluarga tanpa memedulikan Elena yang terus mengekorinya.


*


*


"Tidak bisa!" jawab Rich dengan tegas dan terdengar sangat kesal.


"Please, hari ini antarkan aku ke kampus," pinta Elena seraya menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Bilang iya apa susahnya, Rich!!" sahut Ayah Rich yang baru keluar dari kamar.


"Dad!" Rich menatap sebal kepada ayahnya.


Ayah Rich tidak peduli dengan tatapan putranya, kemudian ia tersenyum kepada Elena yang masih memohon kepada Rich.


"Elena, tenang saja Rich akan mengantarkanmu," ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum tipis.


Elena tersenyum ceria seraya bertepuk tangan senang. "Thank you, Uncle," ucap Elena senang.


Rich memutar kedua matanya dengan malas, lantaran dia tidak bisa membantah ucapan ayahanya yang mutlak.


"Ayo!!" seru Rich seraya berjalan keluar dari rumahnya sambil menyambar kunci motornya yang tergeletak di atas meja.


Elena tersenyum lalu berlari kecil mengikuti Rich dari belakang.


Di halaman rumah, Rich sudah naik ke atas motor sport-nya lalu diikuti oleh Elena. Gadis ceria itu langsung naik ke atas motor seraya memeluk Rich dari belakang.


"Hei!!" seru Rich seraya melepaskan kedua tangan Elena dengan kasar.


"Apa? Aku hanya ingin memelukmu saja!" jawab Elena, kembali memeluk Rich lagi dengan erat seraya merebahkan pipinya di punggung lebar dan kokoh itu. Bahkan gadis tersebut tidak memedulikan Rich yang beberapa kali sudah menepis tangannya.


Rich menggelengkan kepalanya, dia menyerah dengan tingkah gadis tersebut, dan membiarkan Elena memeluknya dari belakang. Kemudian ia segera menyalakan mesin motornya, dan tidak berselang lama ia melajukannya dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat Elena menjerit ketakutan.