WHAUSET SEASON 1

WHAUSET SEASON 1
CHAPTER 6



Tasya pun membunuh para zombie. Dan akhirnya geri pun membawa sniper di mobil dan tengkurap untuk menembak


“Adnan! Kalau yang ini? ” kata geri sedang mengkeker


“ dorong yang ada di depan pelatuk nya,terus lepaskan safety nya.setelah itu,tarik slide nya ke kanan! Terus tembak! ” kata adnan memberi tahu cara memakainya


Geri pun melakukan arahan adnan dan menembak.  Bam bam bam.


“gak kena! gak kena! gak kena! ” kata geri


“ peluru ku. Tolong ambilkan di belakang! Yang ini” kata adnan.


“ini” kata alima sambil memberikan peluru tersebut.


“akan kubunuh mereka semua” kata adnan dengan wajah seram


“kenapa? Mesinnya gak bisa hidup! ” kata alima


“jauzna lu mau ngapain” tanya alima


“aku mau ambil senjata dan  kupakai ” kata jauzna yang sedang mencari senjata


“itu berbahaya” kata alima


“aku tahu kok” kata jauzna dengan senyum canggung


Akhirnya jauzna keluar dari mobil untuk membantu


“pelurunya ada di kaki kamu! Lu tahu cara pakainya? ” kata Adnan


“aku ini jenius tau” kata jauzna


“jauzna” kata geri dan tasya


“lain kali panggil pakai nama depan ku saja ” kata jauzna dan jauzna pun berhasil menembak zombie


“aku bukan seorang pengecut. Aku gak akan mati. Dan gak akan ada yang mati.” kata jauzna  lanjut menembak


Waktu gak kerasa sudah sore dan mereka pun masih berusaha untuk bertahan hidup.


“geri” kata jauzna


“biar pria yang memukul mereka ” kata geri yang hendak mencegah jauzna mememukul zombie


“apa yang mau kau lakukan? ” tanya jauzna yang melihat geri menghampiri kawanan zombie


“meniru seseorang. ” kata geri sambil menoleh belakang dan tersenyum.


Geri pun berlari dan memukul kawanan zombie dan di bantu oleh tasya.


“ikutlah dengan ku ger” kata tasya


Mereka pun berlarian sambil memukul zombie. Dan menggesekan pistol ke tembok agar membuat suara biar si zombie bisa terdistract ke suara tersebut.


“sini”kata geri


“ke sebelah sini ” kata tasya sambil memukul tiang lampu merah


“geri, ayo kita ke atas” kata tasya


“woy bangsat ayo ke sini cepat ikutilah kami” kata geri.


Geri dan tasya pun berlarian ke atas. Dan melihat pemandangan di bawah dari atas. Tetapi tidak ada zombie yang menghampiri mereka.


“kenapa mereka gak ke sini” kata tasya


“kubilang sebelah sini” teriak geri sambil memukul pegangan tangga dengan putus asa.


Para member pun putus asa seperti tidak ada harapan mereka bisa hidup , tetapi tiba tiba ada pasukan membawa tembakan air datang memakai pakaian pemadam kebakaran. Dan ternyata mereka adalah kakak perempuan jauzna dan pasukannya. Membantu mereka untuk melewati perbatasan.


“mereka selamat” kata geri melihat dari atas


“segera lewat jalan sini.kau bisa ambil mobilmu nanti” kata kakak nya


“siapa mereka? ” tanya geri dengan wajah heran


“aku gak percaya mereka dari pemadam kebakaran atau yang lainnya” kata tasya


“Terima kasih sudah menyelamatkan kami” kata alima karena beberapa member  disana kecuali geri dan tasya sudah di selamatkan.


“itu wajar saja, kan sudah tugas seorang kakak menjaga adik dan teman temannya” kata kakak lunia sambil melepaskan helm


“kakak” kata jauzna lari memeluk kakaknya.


“bukannya, itu kakaknya jauzna. Mereka selamat. ” kata geri melihat dari atas.


“sebaliknya, situasi kita malah memburuk” kata tasya sambil melihat ke bawah.


“kurasa mereka gak akan datang menolong kita” kata tasya


“gimana kalau kita ambil jalan lain. Aku tau kok jalan sekitar sini! ” kata geri mengajak tasya


Geri dan tasya pun bergegas meninggalkan tempat


“geri” kata alima


“gak usah khawatir. Tasya itu mantan atlet dan geri pun orang yang cerdas dan kuat” kata Adnan


“akan kami tunggu! Di rumah ku” teriak jauzna


Meskipun situasi kami sedang begini kami masih harus bertahan  karena kami harus terus bertarung karena kami masih hidup