WHAUSET SEASON 1

WHAUSET SEASON 1
chapter 5



Saat mereka berhenti di tengah jalan melihat keadaan rumah rumah di sekitar  tersebut.


“kelihatannya gak ada orang sama sekali”kata geri yang sedang meneropong


“seperti yang di siarkan di TV, di seluruh dunia sedang terjadi seperti ini. ” kata tasya


“tapi aku yakin pasti masih ada polisi” kata alima.


“itu benar. Polisi sangat berdedikasi ” kata adnan sambil tersenyum.


“ya ” kata jauzna


“apa yang akan kita lakukan sekarang” tanya alima yang sendirian di dalam mobil.


“ jauzna, rumah lu dekat dekat sini kan. ” kata geri sambil menghampiri jauzna


“bener” kata jauzna


“jadi , yang paling dekat rumah mu. Tapi itu...... ”kata geri


“aku tahu kok. Aku gak berharap apapun. Tapi.......” kata jauzna


“tentu saja”kata geri


Dan akhirnya mereka pun berangkat dengan tujuan rumah jauzna.


“ada apa” tanya tasya  ke geri yang sedang duduk di atap mobil militer tersebut.


“gak kelihatan adanya helikopter atau pesawat. Padahal kemarin banyak. ” jawab geri yang sedang melihat ke atas


“ini akan baik baik saja kan” kata tasya


“iya pasti” kata geri


“ger lu sadar gak” kata tasya sambil menatap geri. Dan geri pun memalingkan muka karena malu.


“apanya” kata geri


“kita.. Belum melihat satupun dari mereka hari ini” kata tasya


“bener juga sih” dengan wajah terkejut


Geri pun melihat langit yang indah. Dan memejamkan mata. Tiba tiba Adnan berteriak membuat geri terkejut


“itu mereka .di depan dan kanan. Jarak 400” kata Adnan melihat memakai teropong


Semua member pun melihat ke depan.


“belok kanan” kata jauzna


“iya tahu” kata alima


Mereka pun belok kanan


“Di sini juga? Ya elah... ” kata  alima


“kalau gitu ke kiri! Kiri” kata jauzna


“apaan sih semakin kita kesini. Semakin banyak aja” kata geri


“pasti ada alasanya” kata tasya


“tabrak” kata jauzna.


“ jangan. Berhenti” kata tasya


Dan mereka terkejut di depan jalan ada kawat berduri.


“ada kawat di depan! Banting setir ke samping! ” perintah tasya


Mereka pun banting setir ke samping.


Dengan keras.


“kenapa gak mau berhenti” kata alima


“kunci bannya! Kurangi rem dan injak gasnya ” kata Adnan


“kurangi? ” kata alima dengan nada heran


Geri dan tasya pun berpegang pada mobil dengan erat.


“lima awas, depan” kata geri


Alima pun menginjak rem yang membuat tasya terhempas ke depan mobil.zombie pun mendekati tasya , geri pun mendekati tasya.


“ buka slide nya, arahkan ke kepalanya. ” kata geri sambil memegang shotgun


“geri ” kata tasya


“tembak” kata geri dan menembak para zombie.


“kenapa sih? Padahal sudah aku incar kepalanya. Gak ada satu pun yang kena” kata geri yang sedang berdiri di depan tasya


“kau gak ngerti. Rekoilnya akan menaikkan arah dari yang kau arahkan! Pegang dengan kuat dan arahkan ke kepala mereka” kata Adnan


“pegang dengan kuat dan arah kan ke kepala mereka! Tembak” kata geri. Dan bammm zombie tersebut tertembak.


“waw headshot. Tapi kebanyakan. ” lanjut geri


“setelah kau tembak, arahkan terus ke target dan tarik pelatuknya!geser  barelnya! ” kata Adnan yang sedang menembak.


Mereka para pria sibuk menembak. Dan tasya berhasil masuk kedalam untuk membawa senjata.


“waw mantap” kata geri sambil senyum seram.


Saat mau ambil peluru, peluru shotgun nya berhamburan keluar. Dan akhirnya tasya keluar setelah membawa samurai. Untuk membantu geri.


“geri, aku juga akan membantu! Dan kau bantulah adnan” kata  tasya


“gak boleh.  Mereka terlalu banyak untuk kau lawan” kata geri


“aku tahu itu” kata tasya sambil tersenyum.