
Jumaat, 19 Agustus 2021, Jam 19:45
Gua bersama Alima dan Tasya sedang hangout di salah satu Mall Terbesar Di daerah itu. Namanya Mall simala kama. Kami sedang berbelanja dan membeli makanan. Setelah membeli makanan, kami pun pulang menggunakan mobil Bugatti La Voiture Noire milik gua untuk menuju rumah Alima di perkomplekan jaya jasa .
“ma di rumah lu ada siapa aja? ”tanya geri
“gak ada siapa siapa ger. Mamah lagi ke Australia buat ngurusin bisnis keluarga. Kalau papah gua lagi ke luar kota , lagi touring sama teman sma nya” kata alima
“wah, sibuk juga ya ma keluarga lu” kata geri
“ya begitulah, gak ada waktu buat quality time sekeluarga” kata alima dengan perasaan sedih.
Disaat suasana di dalam mobil tersebut sedih jauzna dan adna nelepon ke handphone geri.
“halo ger” sapa Adnan
“ya nan” jawab geri
“ger jadi gak nginep di rumah nya si alima? ” tanya jauzna yang kebetulan sedang bersama Adnan.
“jadi, ini gua, alima sama tasya lagi ke rumah alima abis dari mall simala kama beli perbekalan” jawab geri
“oh gitu. Oke gua menuju ke sana ger. ” kata Adnan.
“oke, kalian hati hati ya” kata alima
“oke thank you ma” Adnan pun menjawab sembari menutup telepon nya.
Kemudian, karena temen-temen gw berencana untuk menginap di rumah Alima sampe hari selasa, maka Adnan dan jauzna berangkat ke rumah Alima. Maka mereka udah menyiapkan perbekalan. Selama perjalanan, ada beberapa kejanggalan yang kita lihat. Pertama, banyak mobil polisi dan ambulans yang lewat terus-menerus di jalan tersebut. Kedua, bunyi tembakan dan teriakan terus berdentuman di daerah itu. Ini sungguh mencekam. Apa yang sedang terjadi di daerah ini?
“ger lu denger suara pistol gak? ” tanya tasya
“denger sya. Apa ada suatu kejadian besar ya di daerah sini? Soalnya banyak ambulans dan mobil polisi berseliweran di daerah sini. Ya mudahan aja peristiwa ini bukan peristiwa yang tidak kita ingin kan” kata geri
“ya, semoga saja” sahut tasya
“lu tadi pas kesini liat ada yang aneh gak nan? ” tanya tasya
“ah iya gua inget. Tadi pas di jalan gua lihat polisi nembakin warga . Tapi si warga nya itu bertingkah seperti mahluk yang ada di film Korea tea” kata Adnan
“maksudnya? ” tanya geri yang heran dengan perkataan Adnan
“itu film kejar kejaran yang ada gong yo” kata Adnan
“oh, maksudnya mereka bertingkah seperti zombie yang ada di film train to busan” kata geri.
“nah itu ” kata Adnan
“udah lah jangan membahas itu mulu kesihan Tuh mereka ketakutan ” kata jauzna
Mereka pun bersiap siap untuk tidur setelah membereskan makan malam nya.
Minggu, 21 Agustus 2021, Jam 07:30.
Gua dan Adnan bangun dari tidur yang menenangkan. Kemudian, Alima dan Tasya sudah mempersiapkan makanan , Sedangkan Jauzna sedang mandi. Rendang, sop ayam, tempe,tahu dan sambal penyet. Delicious.
Kami menikmati makanan ini sampai akhirnya bunyi tembakan dan suara teriakan berdentuman di luar rumah. Tiba-tiba, Dek Mia berteriak di depan pintu rumah Alima sambil menggedor-gedor pintu. Alima langsung membukakan pintu rumah.
"Ada apa ya dek mia?” tanya alima
“Ini akhir zaman, KA Alima. Manusia berubah dan menyerang para warga secara brutal dan sadis. dan itu sangat mencekam dan menakutkan. dimana-mana, kerusuhan juga udah terjadi di seluruh daerah ini” jawab Mia
“Ya udah, dek ikut kita aja. Kita punya perlengkapan sama kebutuhan sehari hari kok. Lengkap lagi”kata alima
“oke ka makasih” kata Mia
Mereka pun masuk ke rumah. Sedangkan geri sedang melamun dan yang lainya sedang sibuk dengan kegiatan sendirinya.