
Minuman ku!
Setelah sedikit terkejut kenza mengedipkan matanya dan memasang ekspresi kesal saat lelaki itu hendak ke arah kasir bersama dengan minumannya. Tanpa berfikir panjang kenza berlari dan berdiri tepat di depan lelaki itu, kenza membalikkan badan dan merentangkan kedua tangannya mengisyaratkan agar lelaki itu berhenti.
"Berhenti,serahkan minuman itu kepada ku, karena aku yg menemukanya terlebih dahulu." Kenza mengisyaratkan minuman yg ada di tangan lelaki itu, sedangkan lelaki itu masih menatap kenza dengan wajah datarnya.
"Atas dasar apa ini milikmu? Kau bahkan belum membelinya" ucapnya datar dan hendak melangkah kan kakinya lagi, tapi kenza menarik tangan lelaki itu untuk merebut minumannya kembali dengan refleks lelaki itu mengangkat tangannya ke atas agar kenza kesusahan untuk meraihnya. Dan benar saja kenza tidak dapat meraih minumannya itu ya kenza memang kecil, badannya tidak begitu besar dan bisa di bilang pendek apalagi jika di bandingkan dengan lelaki ini huh pokoknya kalah jauh deh.
Kenza tidak menyerah begitu mudah, ia melompat-lompat berusaha meraih minuman itu akan tetapi lelaki itu malah semakin meninggikan minumannya sehingga lebih sulit untuk di gapai.
"Kau tidak mau menyerah?" Ucapnya yg seperti sedang menahan tawanya. Akan tetapi kenza tidak merespon lelaki itu dan masih saja melompat-lompat, lantas lelaki itupun mulai lelah dan mulai menggerakkan kakinya untuk ke kasir membiarkan gadis di hadapannya semakin kesal.
Kenza yg sudah kehilangan sabarnya ia menyerah dan berjalan secepat mungkin ke kasir untuk membayar donat yg ia beli.
Selesai sudah pembayarannya, kini kenza keluar dari minimarket, ia berjalan sadari membuka bungkus donat coklat miliknya. Kenza menikmati donatnya yg lezat, tapi kenza masih saja kesal dengan lelaki yg tidak mau mengalah kepadanya itu.
Di sepanjang jalan kenza masih saja kesal dengan lelaki itu tiba-tiba, tuk ,sesuatu mendarat di kepalanya sedikit dingin, kenza menoleh ke belakang dan ya ampun apa lelaki itu ternyata mengikuti nya?
Lelaki itu lalu menurunkan tangannya yg tadi berada di atas kepala kenza terlihat di tangannya membawa sesuatu. Dia melemparkan benda itu ke arah kenza, dengan sigap kenza menerima lemparan benda itu walau sedikit kesulitan.
Mata kenza membulat saat melihat benda itu, ternyata itu adalah minuman cocorio coklat yg di perebutkan oleh mereka 'kenapa dia malah ngasih ke aku' fikirnya namun ia masih membisu di tempatnya.
"Mengapa kau memberiku ini? Bukanya tadi kau bersikeras untuk mendapatkannya?" Ucap kenza yg masih menatap minuman yg ada di tangannya, sedangkan lelaki itu masih sedikit menahan tawanya karena terlihat dari ekspresinya itu.
"Fathan." Ucapnya sedari berjalan melewati kenza yg langsung menoleh ke arahnya saat dia berbicara, lagi-lagi dia tersenyum melihat tingkah gadis di depannya ini.
"Ehhh, tunggu apa maksudnya?"
"Fathan,kau bisa memanggilku dengan sebutan itu"
lalu dia meneruskan langkahnya yg semakin menjauh dari kenza. Sedang kenza masih menatap lelaki itu, walau ia merasa bahwa lelaki itu aneh..namun kini ia tahu namanya dan bisa menyebutnya dengan sebutan fathan. Kenza tersenyum lalu melenggang pergi dari tempatnya. Tanpa disadari kenza memeluk minuman itu dan tersenyum-senyum sepanjang jalan ia harap dapat mengucapkan terima kasih kepada lelaki yg bernama fathan itu.