
1.Bestie
"Kenza,udah bangun blm?". Seketika dia terperanjat dan segera mengambil jam wekernya, dan "ya ampun!!!....iyaa maah kenza udah bangun" teriaknya yg kaget melihat jam pukul 06.08. Kesiangan kesiangan dan kesiangan itulah yg ada di pikirannya saat ini tanpa berfikir panjang ia langsung meraih handuk dan masuk ke kamar mandi yg ada di kamarnya itu.
Selesai sudah persiapan dia dengan seragam SMA yg sangat indah membalut tubuhnya dengan rapih,serta rambut yg di hias pita dengan poni tipis di keningnya ia biarkan mengurai indah dan wajahnya yg hanya di taburi dengan bedak bubuk dan bibirnya yg merah alami terlihat lembut di wajahnya.Cantik, sungguh cantik gadis ini.
Kenza membuka pintu kamarnya terdapat ibunya yg hendak membuka pintu,kenza tersenyum menahan tawanya karena melihat raut wajah ibunya yg hampir terkejut itu.
"Ini,sarapan dulu yaa"ucap ibunya seraya memberikan piring berisi roti yg di lumuri selai coklat. "Duh..mamah..bukanya aku nolak,tapi liat ini..udah telat nih.." tolak kenza seraya memperlihatkan jam tangan yg ada di tangannya itu.
"Hemm .. baiklah kalo begitu,tapi kamu harus janji saat jam istirahat kamu harus makan oke"ucap ibunya dengan menyodorkan jari kelingkingnya.Kenza tersenyum dan ikut menyodorkan jari kelingkingnya kemudian kedua kelingking mereka saling terikat antara kelingking ibunya dan dirinya "janji mah..."ucapnya lalu tersenyum manis di bibirnya.
Selesai sudah ia berjanji sekarang kenza mengecup punggung telapak tangan ibunya dan berpamitan, tak lama ia pergi meninggalkan ibunya yang masih memperhatikannya "oh..putriku sudah besar yaa"gumam ibunya sambil tersenyum melihat anaknya yg mulai menghilang dibalik pagar rumahnya
'Duhhh masa hari pertama telat sihh ya ampun kebanyakan nonton anime jadi gini nih,huhp!' kenza sedikit berlari saat dirinya sudah hampir sampai dengan gerbang sekolah nya yg berwarna hitam pekat yg sedikit mengkilap itu.
Untunglah saat ia berhasil masuk ke dalam gedung itu beberapa menit kemudian terdengar bel berbunyi 'huh. Leganya engga telat' hatinya merasa lega dan sedikit bahagia, terlihat ia tersenyum tipis dari raut wajahnya itu.
"Ya ampun,airaaa" kenza sangat senang melihat bestie SDnya ternyata satu kelas dengan dirinya.
Kenza mendekati aira begitupun dengan aira. Mereka saling pandang terlihat dari mereka saling merindukan satu sama lain,yaa saat itu aira harus pindah rumah yg sedikit jauh dengan kenza maka dari itu saat SMP mereka tidak bisa bertemu.
"Apa kabar kenza?" ucapnya sembari memeluk tubuh kenza dengan lembut."Aku baik raa... bagaimana dengan kamu?" Kenza menepuk lembut pundak aira yg sedang memeluknya." Aku juga baik...ya ampun kamu makin cantik aja sih" ucapnya sambil mencubit pipi kenza. Mereka tertawa bersama hingga lupa bahwa mereka sedang di perhatikan anak-anak yang lain.
Brukk!!! Sontak mereka berdua menoleh ke arah suara itu berada , mereka melihat seorang pria yg terlihat lebih tinggi di banding pria lainya dengan rambutnya yg berwarna sedikit kecoklatan. Pria itu terlihat menjatuhkan beberapa buku paket di depan pintu kelasnya. Kenza secara tidak sengaja terus memperhatikan lelaki itu yg masih membereskan buku-buku tersebut.
"Kenza! Kenza! Kennnzaaa!" Aira mencoba menyadarkan kenza yg melamun karena kenza tidak berkedip-kedip.
"Ahh i iyaa apa ra?" Kenza Yg masih melamun itu tersadarkan selain dengan panggilan dari aira juga karena murid lelaki itu telah berdiri dan pergi dari penglihatannya itu.
Setelah itu aira harus pergi karena mereka tidak satu kelas,kenza berada di kelas 1A sedangkan aira berada di kelas 1C. Dengan berat hati mereka harus dipisahkan dengan dinding kelas 1B. Kemudian aira bilang bahwa jam istirahat nanti harus pergi ke kantin bersamanya, kenza tersenyum ternyata bestienya tidak berubah dan masih asik seperti dulu.