Violet Or Amel

Violet Or Amel
Berhenti Pura- Pura



Kring- Kring


Bel pulang sekolah berbunyi, dan itu


adalah hal yang sangat di syukuri oleh


setiap Siswa/i SMA Wijaya.


"Ah!!! Akhirnya pulang, gue bisa


nonton Naruto dong." Salsa keluar


dari kelas dengan senyuman


menyebalkannya membuat cewek-


cewek pengen mencelupkan kepalanya


dalam kolam ikan.


Berbeda dengan para lelaki, merekamalah terpana.


Salsa berjalan dengan semangat keluar


kelas, lalu matanya tertuju pada Amelyang tangannya telah dicekal olehh


seorang cowok tampan.


"Eh!!! Siapa itu?" Tanya Salsa histeris,


dengan langkah lebar dia berjalan kearah Amel dan cowok tersebut.


Saat sudah sampai Salsa melepaskan


tangan cowok tersebut yang mencekal


pergelangan tangan Amel. "Lo gak pa-


pa?" Tanya Salsa tulus dan Amel hanya mengangguk.


"Gue tanya Woiiii" Salsa semakinhisteris karena cowok tersebut malah mengacuhkannyya.


"Noel, tunggu bentar yah." Dan Noel


mengangguk. Amel pergi sambil


menarik tangan Salsa. Membuat


Salsa bingung tetapi dia tetap pasrah


mengikuti kemana Amel akanmenyeretnya.


"Maaf, Lo bisa berhenti pura-pura


baik?" Tanya Amel saat mereka telah


sampai di dalam toilet perempuan.


"Maksudnya?" Tanya Salsa bingung,


soalnya dia dari pertama kali masuk.


Dia sangat senang dengan Amel. Diam


dan menjadi pendengar yang baik dari


Ocehannya.


"Iya, Lo pura-pura baikkan ke gue?


Sama seperti mereka, pura-pura baik


ke gue setelah itu suruh buat ngerjain


semua tugas mereka. Lo tahu, gue lebih


suka di bully dari pada dimanfaatin


diam-diam dan gue sangat benci sama orang munafik kayak lo."


Amel mengakhiri ucapannya dan pergi


begitu saja meninggalkan Salsa yang


masih terkejut mendengarnya.


Wait, apa yang dia bilang? Pura-pura


baik? No way, gue gak berpikir sampa isitu.


Saat liat Amel bahkan gue tahu dia itu


anak baik dan perhatian. Gue bakal


luruskan kesalah pahaman ini.


Salsa keluar dari toilet dengan penuh


tekad tapi baru beberapa langkah dia


keluar, Salsa berpikir sebentar.


"Kok gue kayak pacaran terus


pengen jelaskan kesalah pahamnya?"


Salsa terus berpikir sambil memijit


kepalanya mungkin bisa lebih


membantunya berpikir.


"Hmmmmm. Gue perlu kedokter nih."


Salsa segera berlari keluar dari sekolah


dan pergi ke puskesmas disebelah


sekolahnya.


Dan segera saja, hal kegoblokan


manusia terjadi didalam puskesmastersebut.


...***...


"Lo gak diapa-apain kan sama tuh


cewek?" Tanya Noel saat Amel sudah


berada di sampingnya. Mereka pergi ke


parkiran untuk mengambil mobil Noel


karena katanya Noel ingin membawa


Amel kesebuah tempat spesialnya dan


Amel hanya mengangguk.


Noel membukakan pintu mobil untuk


Amel, dan saat Amel sudah masuk, Noelmemutari mobilnya dan membuka


pintu kemudi.


"Jadikan kita pergi?" Tanya Noel sekali


lagi saat mereka berdua sudah didalam


mobil. Noel ragu ingin membawa


Amel ketempat spesialnya dan hal itu


membuat Amel menjadi bingung dan


segera memasang mode was-was.


"LO... Gak bakal aneh-aneh kan Noel?"Akhirnya pertanyaan itu keluar dari


mulut manisnya Amel dan tentu saja,hal itu membuat Noel tertawa kecil.


Bukan tertawa palsu maupun


mengerikan. Tawa itu yang selalu dia


tunjukkan saat sedang bahagia dan


bersama orang yang disayanginya.


"Gak bakal lah. Gue gak bakal membuat


berlian hancur dan menjadi batu yang


sering di pandang oleh manusia TIDAK BERHARGA."


Amel sedikit tersentuh dengan ucapan


Noel dan menampilkan senyumnyayang sangat disukai oleh Noel.


"Yaudah, ayo kita pergi." Ucap Amel


semangat dan Noel segera menggas


mobil sportnya keluar dari lingkungan


sekolah SMA Wijaya.


"Emang tempat spesial Lo itu gimanasih?"


"Itu bukan cuman liat dari tempatnyagimana, bagus atau gak. tapi ada


kenangan didalamnya."


"Hmm kalau gitu kenapa Lo sebut itu


tempat spesial? Kenangan apa yang ada


didalamnya?"


"Nanti gue ceritakan kalau udah


sampai disana."


Amel manggut-manggut saja.


Mungkin Noel tidak mau konsentrasi


mengemudinya hilang dan dapatmembuat mereka berdua kecelakaan.


Perjalanan itu di isi dengan lagu dan


diiringi dengan tawa dan canda. Sangat


membuat hati bahagia. Ya, Hanya saatini.


...***...


"Wah!! Tempatnya bagus." Amel


langsung terkagum dengan


pemandangan yang dilihatnya


sekarang. Mata nya sangat berbinar-


binar, tempat ini mensejukan hatinya.


Ada danau yang cukup besar, tanaman


benar- benar tempat yang indah untuk melepaskan penat.


"Lo suka?" Tanya Noel dan dibalasanggukan bersemangat oleh Amel.


"Suka banget!" Noel terkekeh.menurutnya semua yang dilakukan


oleh Amel sangat menggemaskan


dan lucu. Kenapa semua orang ingin


membullynya? Apakah hanya karena


wajahnya? Menyebalkan.


"Lo pernah kesini?"


"Gue pernah liat ini di mimpi. Maybe.


Tempat ini benar-benar gak asing."


"Oh ya?"


"Maybe."


"Kalau ingat tempat ini beritahu gue."


"Kenapa emangnya?"


"Lo akan sadar sendiri. Jadi gue gak


perlu jelaskan ini tempat apa, karena


ntar juga Lo tahu."


Amel bingung tapi dia hanya


menganggukkan kepalanya. Tidak inginmerusak suasana yang sangat indah


dan bahagia ini.


Drtt..Drtt....


Dering ponsel Amel seketika


menghancurkan suasana tersebuut,


Amel tahu itu siapa. "Huhh! Bahagianya pun berakhir."


Amel mengambil handphone nya


kemudian menekan tombol hijau


menerima telepon tersebut yang


berasal dari mamanya. Persetan dengan sebutan nona Karin dia sangatingin memanggilnya dengan sebutan mama.


"Hal---" belum sempat Amel menyapamamanya, tapi ocehan dan makian


langsung dia dapatkan.


"Dasar kamu anak sialan, kamu lagi


dimana hah?! Seharusnya pulang


kerumah malah jalan-jalan."


Benarkah itu? Apakah mamanya sangat


membencinya? Disaat Reva mau pulang


malam pun mama tidak pernah marah.


Amel hanya ingin melepaskan penat


sedikit dan ini masih jam 4 sore mama


udah marah. Menyedihkan.


"lya, Amel akan segera pulang


nona." Amel ingin sekali. SEKALI.


Memanggilnya dengan sebutan Mama,


tapi dia tidak bisa.


Benar-benar tidakbisa."Siapa?" Tanya Noel kepada Amel, saat


panggilannya berakhir.


"Mama gue."


"Dia minta pulang?"


"Hmmm..


"Yaudah ayo."


"Iya."


Amel dan Noel berjalan berdampingan.


Noel menyadari itu, Amel sama sekali


tidak bersemangat untuk pulang.


Apalagi waktu panggilannya diangkat


dilihat dari raut wajahnya dia sama


sekali tidak bahagia.


Aneh. Ada apa sebenarnya?


Apakah Amel ada masalah dengan


keluarganya?.


Pertanyaan itu berputar-putar terus di


dalam pikiran Noel.


"Lo kenapa?" Pertanyaan itu lolos


dari mulutnya Noel, dan Amel


menggelengkan kepalanya tentu saja


tidak bersemangat.


Ah..Lebih baik dia mencari tahunyasendiri. Amel sama sekali tidak maumemberitahunya. Kepalanya sangat


penasaran akan ini. Apakah ini yang


dinamakan kepo ala Netizen? Sangat


membuatnya pusing.


"Lo gak pa-pa?" Kali ini Amel yang bersuara.


Mereka berdua telah masuk kedalammobilnya Noel. Noel diam tidak


menjawab, dia bukan mengacukan


Amel, tapi dia sedang melamun dantidak mendengarkan apa yang Amel


katakan.


"Hei, Lo dengar?!" Tanya Amel kali ini


suaranya agak dinaikkan. Noel terkejut


kemudian menatap Amel bingung.


"Lo bilang apa tadi? Sorry gue gak


dengar." Noel melajukan mobilnya


pergi dari tempat yang penuh banyak


kenangan bagi dirinya.


"Tanya kepada kambing yang


bergoyang." Ucap Amel asal.


Noel tertawa dan menatap Amel lekat.


Amel menyadari itu tapi dia lagi kesal,


malas untuk menatap balik Noel.


"Woi, liat gue."


"Males."


"Ngambek nih?"


"Hmmm."


Noel memberhentikan mobilnya


didepan rumah Amel. Ternyata mereka


sudah sampai.


Amel membalikkan badannya, mau


berterimakasih kepada Noel Karena


sudah membuat harinya bahagia walauhanya sesaat.


"Makasih untuk hari in---"


Cup


"Sama-sama."


Amel tersentak, Noel baru saja


menciumnya. Walaupun hanya di pipi


tapi itu sama saja, SUKSES membuat


pipinya merah bagaikan kepiting rebus.


Amel segera membuka pintu danberlari keluar mobil. Membukagerbang rumahnya kemudian masuk kedalam.


Sedangkan itu Noel tertawa sambil


memegang rambutnya. Benar-benartampan.


"Lo lucu Mel gue suka itu."


Noel segera pergi dari rumah Amel dan menuju rumahnya. Dia butuh istirahat, melelahkan juga tertawa terus.


...***...


**Maap kemarin kemarin gak update, abisnya sibuk baat minggu ini. Mungkin nanti hari sabtu Zera Update lagi.


Maap typo yang bertebaran :")


Sekian dan terimakasih~


2611**^