Violet Or Amel

Violet Or Amel
Kenalin, Noel Mahendra



"Amel!!!" Teriak seorang wanita paru bayah.


1 detik


2 detik


3 detik


Tidak ada sahutan. Wanita tersebut berteriak lebih kencang. "AMEL!!! KALAU KAMU GAK TURUN!! SAYA BAKAR KAMAR KAMU.


Terdengar seseorang sedang berjalan tergesa- gesa menuju kearah nya.


"Maaf ma, tadi Amel ketiduran." Amel menundukkan kepalanya, takut akan tatapan dari mamanya.


"Maaf- maaf, jangan panggil saya dengan sebutan suci 'Mama' itu. Saya tidak sudi kamu memanggil saya itu. Panggil saya Nona, Nona Karin." Amel menganggukkan kepalanya. "Maaf Nona, tadi Amel ketiduran." Ucap Amel mengulangi perkataannya.


"Saya tidak peduli. cepat kamu bersihkan rumah ini dan masak makanan mewah, karena kita akan kedatangan tamu, dan saya mau kesalon bersama Reva." Amel menganggukkan kepalanya patuh terhadap perintah.


Segera dia mengambil sapu dan menyapu rumah mewah nan besar itu. lanjut dengan mengepel, meng-lap meja dan jendela, mengganti sheprei di setiap kamar, mengganti gorden dengan yang lebih bersih, mengganti vas dan bunga yang lebi indah, dab lain- lainnya.


Semuanya dia lakukan, tanpa ada


bantuan seorang pun. Sebenarnya di


rumah ini mempunyai pembantu tapi


Mama... Ups, Nona Karin. Lebih ingin


Amel yarng mengerjakannya.


Dan setiap pembantu yang berada


dirumah ini diwajibkan untuk tidak


membantunya. Melelahkan? Sudahpasti.


Amel segera mencuci tangannya,menggunakan celemek dan mulaimemasak.


Beberapa jam kemudian.


kemudianMakanan mewah dan terlihat lezat itusudah tertata rapi diatas meja yang


panjang dan besar.


"Andaikan gue bisa duduk disini." Amel


segera menggelengkan kepalanya,


menyadari bahwa itu adalah hal yangSANGAT MUSTAHIL.


"Apa sih yang gue pikirkan? Heh, Lucu."Gumam Amel terkekeh. bukan karenabahagia, tapi karena merasa tersiksa.


Amel mempunyai adik bernama Reva


dan kakak yang bernama Rava. Kenapa


nama dia sangat berbeda dari mama


dan saudara-saudarinya? Karena orang


tuanya membencinya, sudah pasti.


Amel segera pergi ke kamar,


mengambil beberapa baju kemudian


pergi keluar rumah, memasuki taksi


yang sudah dipesannya tadi. "Pak, ke


mansion Violet yah." Pak supir pun


mengangguk, walaupun dia bingung


.Setelah sampai didepan mansion, Amel


keluar dari taksi dengan style dan


tampang yang berbeda. Bahkan supir


taksi pun kaget.


"A-adek, yang masuk taksi tadikan?


beneran?" Tanya Pak supir kaget.


"Hehe iya pak." Jawab Amel.


"A-adek, nona Violet itu kan?" Tanya


pak supir sekali lagi dan diangguki oleh


Amel, tapi sekarang dia menjadi Violet.


"Ini uangnya Pak." Violet memberikan


uang untuk membayar Pak supir


tersebut karena telah mengantarnya,


dan Pak supir mengambil uangnya


dengan senang hati.


"Makasih non." Taksi tersebut pergidari mansion sesaat setelah Violetsudah membalas ucapannya. "Sama-sama."


Violet melangkahkan kakinya


masuk kedalam mansionnya sambil


tersenyum ramah. Untuk saat ini.


Yahh, Dirumah atau disekolah merekamengenali dirinya dengan nama Amel


karena gaya fake nerd nya membuat


mereka tidak mengetahui bahwa di


balik Amel tersebut berada seorangViolet.


Orang terkaya nomor satu di dunia.


Sang model dan artis terkenal di


setiap majalah, koran, berita online,


aplikasi online seperti facebook,


Instagram,Twitter, YouTube dan lain-


lain, yang pasti sudah ada nama dan


mukanya disitu.


"Malam non." Sapa Bi Ida, orang


kepercayaan Violet untuk menitipkan


mansionnya saat dia berada di rumah


lainnya.


"Malam juga Bi, jangan panggil non


ih! panggil Violet atau Vio aja." Violet


tersenyum manis dan Bi Ida pun


membalas senyumannya, kemudian


mengangguk.


"Udah makan belum no-V-Vio?" Tanya


Bi Ida agak canggung karena tidak


terbiasa memanggil majikannya


dengan nama saja.


Violet memakluminya kemudian


menggelengkan kepalanya,menandakan bahwa dia belum makan sama sekali pada malam ini.


"Eh!! Silahkan non, ada di atas meja


makan, Bibi udah masak-masakankesukaan non." Violet mengangkat


sebelah keningnya membuat Bi Ida


sadar bahwa dia telah memanggil


Violet dengan sebutan 'non'.


"Maaf Vio, bibi lupa hehe." Bi Ida


mengeluarkan cerngiran andalannya membuat Violet terkekeh.


"Woles aja Bi, Violet maklumi kok.


Ntar juga terbiasa kan?." Violet segera


melangkahkan kakinya menuju meja


makan untuk mengisi perutnya dan


memberikan makan kepada cacing-


cacingnya yang sudah meminta sesuatuuntuk dimakan sedari tadi.


Saat sudah duduk di meja makan


Violet memalingkan pandangannya


mengarah ke Bi Ida. "Bi, udah makan?"


"Belum Vio."


"Kalau gitu ayok sini Bi, makan bareng


Vio. Makanan nya terlalu banyak ntar


kalau gak abis mubasir, terus sepi juga


gak ada yang nemenin Vio."


Bi Ida mengangguk dan melangkah kan


duduk berhadapan dengan Violet.


"Makan yang banyak ya Bi, supaya


tambah gendut, mungkin bisa buat


anak lagi." Violet tertawa dan Bi Ida


tertawa juga.


Anak satu-satunya Bi Ida adalah Hans,


Hans Juardi. Yang sekarang sedang


bekerja di perusahaan milik Violet sendiri.


Acara makan malam itu diisi dengan


banyak candaan dan tawa yang


membahagiakan. Yah, Walaupun itu


hanya sesaat.


***


"Dari mana saja kamu hah?!"


Plak


Saat Violet-ralat maksudnya Amel,


sudah sampai dirumah, sebuah


tamparan yang amat sangat kuat


segera mendarat di pipinya.


"Maaf Ma... Amel cuman pergi keluar


untuk membeli bałhan makanan yang


sudah hampir habis." Amel gemetaran


merasa ingin menangis, tapi itu sangat


tidak mungkin, dia menangis didepan


Mamanya, malah dia akan lebih ditampar.


Sebelum pulang kerumah orang


tuanya. Amel mampir sebentar untuk


membeli bahan makanan agar bisa


menjadi alasannya.


"Maaf-maaf!!! Sudahlah cepat buat


minuman dan berikan kepada tamu


di ruang tamu. saya mau ketoilet dulu,


dan jangan lupa panggil saya Nona."


Amel menganggukkan kepalanya


kemudian segera pergi ke dapur untuk membuat minuman.


"Terimakasih." Ucap pria baru


baya, jika di liat-liat seperti umur


mamanya, tapi agak lebih tua sedikit.


Amel menganggukkan kepalanya,


membalikkan badannya dan segera


menuju dapur kembali untuk menaru nampan.


Amel sekarang sedang berada


didapur, dia duduk di kursi kecil


sambil bernyanyi. Sebenarnya dia


ingin kekamar, tapi jika mamanya


memanggilnya dan dia tidak berada di


dapur.


"Aishh, Siapkan jiwa dan raga." Guman


Amel pelan.


Saat sedang bernyanyi. Seorang pria


datang kedapur tapi lebih muda


dari pada pria yang berterimakasih


kepadanya diruang tamu. Pria itu


terlihat seperti umurnya.


"Apakah dia baru datang?"- Batin Amel


sambil menatap pria tersebut yang jugi


menatapnya.


Karena sewaktu Amel memberikanminuman kepada tamu, dia sama sekalitidak melihat Pria tersebut.


Mukanya tampan, ditambah lagi


dia sedang tersenyum. terlihat dari


tatapannya dia... Kagum? Benarkah itu?


Tunggu, apakah dia mendengar Amel


saat menyanyi?. "Suara anda bagus."


Ucap pria itu tiba-tiba dan ya.


Dia telah menjawab pertanyaan


dikepala Amel.


"Anda dukun?" Tanya Amel tiba-tiba


membuat pria itu seketika terkekeh kecil.


Jika saja ini bukan dirumah orang,


dan lagi ada pertemuan bisnis. Dapat


dipastikan bahwa dia tidak akan


menahan tawanya.


Tapi dia harus menahannya untuk


menjaga imagenya sebagai pemilik


perusahaan Noel Company.


"Ini orang mau ketawa ya? Keliatan


banget dari mukanya. Humor nya


rendah banget ****." Batin Amel sambil


memperhatikan muka pria muda yang


ada dihadapannya.


"Seriously? Of course no. Saya hanya


melihat wajah terkejut anda seperti


tertangkap basa melakukan sesuatu


dan saya sadar akan itu.


"Amel manggut-manggut kemudian


menatap pria itu lagi. "Masih ada


cowok peka ternyata." Pria itu


tersenyum mendengar perkataanAmel.


Dengan segera, Pria itu mengulurkan


tangannya membuat Amel bingung.


Amel menatap tangan pria tersebut


menunjukan ada tanda tanya besar di


atas kepalanya.


"Saya Noel, Noel Mahendra."


Amel segera sadar, mengerti apa yang


dimaksud. Kemudian menyambut


uluran tangan itu dengan senang hati.


"Saya Amel, Violetta Amelia Qoirunisa."


...>>>>>>>>>>>>>>>>○<<<<<<<<<<<<<<<...


Halo semuanya!!!


Selamat menikmati yah :)


Maafkan kalau ada typo yang kesasar>A<


Sekian dan terima****kasih~