
06:00
Jam enam, biasanya anak sekolah
bangun jam segini bukan? Tapi
sayangnya bukan bangun untuk
kesekolah, tapi Amel sudah sampaidisekolah. Lucu.
Amel datang kesekolah jam segini
untuk patuh terhadap perintah guruyang kemarin.
Amel berjalan di koridor yang sepi,
sama sekali tidak ada orang, bahkan
Matahari pun belum memancarkan
sinarnya dengan begitu terang. Seperti
dia tahu semua perasaan semua orang
bahwa ini masih cukup mengantuk
untuk bangun.
Amel masuk kedalam kelas, sudah diaduga. Sepi. Kelasnya benar-benar sepi,
tidak ada orang sama sekali. Siapa juga
yang mau datang kesekolah jam enam
tepat? Mungkin hanya dia.
Amel yang melihat mejanya penuh
dengan coretan menghina yang sudah
pasti itu tertuju kearahnya, segera sajaAmel mengambil lap didepan kelas,
membasahinya dengan air termos
miliknya kemudian meng-lap mejanya
hingga bersih.
Sebenarnya bisa saja dia membasahi
lapnya dengan air keran tapi
sayangnya itu di lantai satu dan
kelasnya di lantai dua. Melelahkan
bukan jika harus naik turun tangga
hanya untuk meng-lap meja? Huh...
Dasar cupu.
Pergi aja dari sekola kita.
Gara-gara Lo kemarin Salsa dikeluarin dari kelas.
MATI AJA LO!!!.
Semuanya. SEMUANYA. kata-kata
biadab itu Amel hapus dengan tenang
walaupun itu sangat menyakiti hatinya.
Terutama yang paling bawah. 'mati'
apakah mereka serius? Berkata mati
terhadapnya? Hehe... Itu sudah dia
lakukan. Tapi sayangnya nyalinya
masih belum cukup kuat.
...***...
Tok tok
"Masuk." Ucap seorang guru dari dalam
ruang kepala sekolah.
Amel membuka pintu tersebut dengan
perlahan kemudian melangkahkan
kakinya masuk kedalam ruangan.
"Saya Amel, Saya diperintahkan
oleh seorang guru untuk membawa
seorang murid baru kekelasnya dan
berkeliling sekolah." Amel menjelaskan
maksudnya saat sudah masuk kedalam
dan guru tersebut manggut-manggut.
"Oke, tunggu saya panggil dia."
Guru tersebut berjalan kearah meja dibelakang Amel, mengambil Mike dan
mulai mengeluarkan suara.
"Untuk Siswa bernama Noel Mahendrasilahkan datang ke ruang kepalasekolah."
Sebenarnya Noel sudah datang dari
tadi, cuman dia mampir sebentar kekantin untuk membeli minuman.
"Tunggu, Noel? Nama itu tidak asing.
Apakah dia Noel yang waktu itu?
Namanya bahkan sudah jelas Noel Mahendra, dia akan sekolah disini?Oh ****."Amel memaki didalam hati,menyadari bahwa siapa Siswa baru tersebut.
Terdengar dari belakang Amel, pintu
terbuka menampilkan pria tampan
dengan senyuman manisnya. Yah... Itu Noel.
Terlihat diwajah Noel bahwa dia
terkejut. "A-Amel?" Tanya Noel tidak
percaya saking terkejutnya.
Amel menampilkan senyumnya,
kemudian melambaikan tangannya
seperti berkata 'hai'.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya
guru yang berada diantara mereka.
Dengan semangat Noel pun
mengangguk sebagai jawaban.
"Baguslah, kalau gitu begitu Amelsilahkan antar Noel ke kekelas XII IPA2 dan memperkenalkan lingkungan
sekolah kita." Lantas Amel mengangguk
patuh, setelahnya dia berpamitan
terhadap guru tersebut untuk keluar
dan dibalas anggukan.
Amel keluar dengan Noel yang
berada disampingnya. Semua orang
yang sudah mulai masuk sekolah
dan berjalan-jalan atau berkumpuldi koridor sekolah memberhentikanaktivitas mereka, semuanya menatap Amel dan Noel yang berjalan berdampingan.
Menurut mereka itu sangat……… Tidak serasi
Noel dengan ketampanannya bagaikan
dewa Yunani dan juga senyuman
manisnya membuat semua cewek
mematung ditempat, langsung
terpesona dengan nafsu ingin memiliki.
Sedangkan Amel dengan wajahnya
yang buruk rupa, tapi jika dia
tersenyum itu benar-benar sangat
manis tapi sayangnya wajahnya itu
membuat hampir semua orang illfel,
ntah itu cowok atau cewek tetap sama
saja mereka akan memandangnya
dengan pandangan rendah.
Yah... Mau bagaimana lagi bukan?Amel mengantar Noel kekelas XII IPA
2, semua orang menyambutnya dengan
senang, Noel menaruh tasnya asalan
dibangku. Ntah itu bangku telah diisi
atau tidak, yang terpenting dia ingin
berjalan berdua dengan Amel, biarkanlah disekolah, menurutnya sama saja.
Dengan semangatnya Noel berjalan
didepan kelas. "Ayok!" Ucap Noel
mengejutkan Amel yang sedan gmelamun.
"Sorry... Kaget yah." Amel tidak
menghiraukan ucapan Noel. Dia malah
mengalihkan pembicaraan.
"Cepat, udah mau masuk." Tidak ingin
berlama-lama, Noel mengangguk
dan kembali berjalan berdampinganbersama Amel.
Tapi bedanya kali ini bukan hanya
berjalan berdampingan melainkan
Noel kali ini dengan beraninya
menggenggam tangan Amel dengan
erat. Itu membuat Amel ketakutan,semua orang menatapnya terutamna
para cewek. Mereka menatapnya
dengan penuh kebencian. Liat ajananti.
"N-noel lepas." Ucap Amel terbata-bata.
"Gak mau." Balas Noel terdengar lucu
ditelinga Amel.
Amel pasrah, bagaimana pun Noel akan
tetap tidak mau. Ya, Mungkin ini kisah
baru dari hidupnya.
Hidupnya kali ini diisi dengan Salsa
dan Noel. Ngomong-ngomong tentang Salsa. Anak itu kemana? Sedari tadiAmel tidak melihatnya sama sekali. Aneh.
"Ngelamunin apaan sih?" Tanya Noel
dan dibalas gelengan oleh Amel. "Gakada.
"Mereka berjalan bersama dan Amel
mulai memperkenalkan satu persatu
yang ada disekolah. Seperti lantai dan
dinding.
"Mel, kalau lantai orang ****** puntahu."
"Berarti Lo ****** dong?"
"Hah?"
"Kan kalau orang ****** pun tahu.
Berarti Lo ******?"
Karena tidak dirumah orang dan tidak
ada sama sekali pertemuan bisnis
perkataan Amel sukses membuat Noel
tertawa dengan lepas.
"Lo juga kan tahu Mel, dasar. Kita
berdua ******. Moga jodoh." Batin Noel
tersenyum diam-diam.
Semua orang yang berada didekat
mereka terpesona dengan ekspresiNoel saat tertawa. Benar-benartampan.
"Gue emang ****** kalau ada Lo."
Balas Noel saat tawanya sudah reda
dan segera membuat Amel salah
tingkah.
Kring kring
"Udah bel masuk, gue kekelas dulu
yak." Amel segera berlari dan untung
saja genggaman tangan Noel dan tangannya sudah terlepas.
Noel membiarkan Amel pergi
kekelasnya, tidak mungkin kan dia
menahan Amel? Apalagi udah jam
pelajararn, bukan tidak mungkin sih tapi tidak bisa.
Setelah sadar dengan lamunannya,Noel pergi ke kelasnya. XII IPA 2.
Seperti kemarin dikelas XII IPA 1
waktu Salsa memperkenalkan dirinya.
Noel pun begitu di kelas XII IPA 2, dia
memperkenalkan dirinya tapi lebih
kalem dengan senyuman sebagai
pelengkap diwajahnya.
Dan tentu saja hanya dengan begitusemua cewek-cewek dikelas XII IPA 2langsung Klepek-klepek.
Dasar cewek, liat yang gini aja langsung Klepek- Klepek Gak Jelas.
DASAR COWOK, LIAT YANG BENINGAJA LANGSUNG BELOK.
Balas cewek lebih keras dan berhasilmembuat cowok-cowok diam tidakberkutik. Ternyata benar, Cewek
emang selalu benar dan cowok emangselalu salah.
Siapa sih yang buat aturannya? Pengen
gue lindes dengan motor Vespa.
Kira-kira seperti itulah pemikiran para cowok.
Setelah pertengkaran di kelas XII IPA
2 dan perkenalan dari Noel. Guru
pun menyuruh Noel untuk duduk
dan tempat satu-satunya yang kosong
Adalah disebelah Nadia Donnelly.
Dia bukan jelek, melainkan dia adalah
primadona sekolah. Dia bukan punya
penyakit, melainkan dia bisa dibilang
paling tidak pernah absen dari sekolah,
sama sekali tidak pernah sakit atauizin.
Bangku disebelahnya kosong, sebab
menurut dia tempat itu hanya untuk
cowok idamannya.
Dan yah, Cowok idamannya sudah
ada. Noel. Itu cowok yang persis dia
inginkan.
Dengan santainya Noel duduk
disebelah Nadia tanpa melihat
sedikitpun kearahnya. Noel akui Nadia
benar-benar cantik. Tapi make up dan
dandanannya membuat Noel risih.
Baju yang ketat, make up yang tebalbenar-benar menor. Ini mau sekolahatau jual diri? Lagi ada lomba fashion
yah hari ini? Aneh.
Noel berusaha fokus untukmemperhatikan pelajaran didepan tapisedari tadi dia merasa Nadia berusahauntuk menggodanya. Benar-benar menyebalkan.
Bukan karena Noel tergoda hanya saja
dia merasa sesak. Huh, Coba saja tidak
ada guru, sudah dia cekik lehernya
Nadia untuk diam ditempat sekalian
kehabisan nafas aja gak pa-pa.
Persetan deh, BODO AMAT.
YEY!!!!!!!!
Maaf Kemarin Lupa Update😥 Nanti Zera Update 2 Kali Hari Ini.
Maap Typo Yang bertebaran >V<
Sekian Dan Terimakasi~
°1126°