
Author POV
Treeesss
Suara aliran air terdengar dari salah satu bilik dikamar mandi perempuan. Seorang perempuan yang masih menggunakan seragam putih abu-abu terlihat keluar dari bilik tersebut, sepertinya hanya perempuan itu sendiri yang terlihat di WC tersebut. Perempuan tersebut mencuci tangannya di wastafel setelah itu dia melihat wajahnya di cermin dan dia merogoh tasnya dan mengambil lipbalm dan mengoleskan sedikit di bibirnya.
"Perfect". Katanya
Perempuan tersebut keluar dari WC sambil bersenandung dan berlari-lari kecil, ketika dia melihat temannya dengan seragam yang sama di salah satu meja dia mempercepat langkahnya tanpa menyadari tali sepatunya yang tak terikat, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan karena menginjak tali sepatunya. Perempuan tersebut mencoba mencari sesuatu yang dapat dia pegang untuk tidak terjatuh tapi terlambat karena badannya sudah hampir mencapai kerasnya lantai, hingga tiba-tiba tangannya yang terus bergerak memegang sesuatu. Perempuan tersebut kemudian memegang erat-erat benda yang dia perkirakan adalah kain tapi ternyata benda tersebut tidak dapat membantu terlalu banyak hingga dia pun akhirnya terjatuh dan mukanya pas mencium kerasnya lantai tapi tidak terlalu keras, mungkin karena kain yang dia pegang tadi mengurai sedikit dari efek terjatuhnya.
SREK
Suara kain robek terdengar begitu keras mengiringi terjatuhnya perempuan tersebut.
"****** gue". Batin perempuan tersebut berkata ketika dia menyadari ada sepasang sepatu yang berada tepat di depan mukanya.
Perlahan-lahan perempuan tersebut mengangkat kepalanya dan melihat benda yang dia pegang. Lama dia melihatnya dan ternyata itu adalah robekan celana kain berwarna hitam.
"Aduh, bukan ****** lagi ini tapi kayaknya anakmu ini pulang hanya tinggal nama bunda". Ringis perempuan tersebut dalam hati.
Suara robekan kain tersebut cukup besar hingga menimbulkan perhatian dari para pengunjung di restoran tersebut tidak terkecuali si punya celana.
Perempuan tersebut kemudian memberanikan dirinya untuk mengangkat kepalanya lebih tinggi untuk melihat wajah dari orang telah dia robek celananya tapi perempuan tersebut masih menutup matanya hingga terdengar suara laki-laki tersebut berkata
"KAU...". Suara laki-laki tersebut terdengar begitu keras hingga mengagetkan sang perempuan hingga membuat perempuan itu membuka paksa matanya dan yang terlihat dari ekor matanya adalah seorang laki-laki yang tampannya melebihi kapasitas walaupun dengan muka marahnya yang sangat menakutkan.
"APA YANG KAU LAKUKAN???". Teriakan laki-laki tersebut menggema di seluruh restoran.
Sedangkan yang di teriaki kemudian segera berdiri dan menampakkan cengiran tidak bersalah di wajahnya.
"He he he.... Maaf om". Jawabnya perempuan tersebut.
Tiba-tiba seorang perempuan yang juga berseragam putih abu-abu menghampiri tempat kejadian.
"Kamu ngak apa-apa kan Vi?". Tanya perempuan yang baru datang tadi yang ternyata adalah Maya.
"Ngak apa-apa kok May". Jawab Vivi.
"Ooo... gadis strawberry, lo harus tanggung jawab". Laki-laki tersebut ternyata adalah Andre. Dia memegang tangan Vivi dan berkata tepat di depan muka Vivi.
"Tanggung jawab apa Om, gue kan ngak apa-apain lo".
"Lo bilang ngak ngapa-ngapain. Celana gue robek dan lo bilang ngak ngapa-ngapain?". Andre kemudian mulai emosi melihat Vivi karena Vivi hanya menampakkan wajah polos tak berdosa.
"May, lo udah pesen makanannya belum?". Vivi bertanya ke Maya sambil berbisik-bisik, takut si Om mesum yang dia temui tadi pagi akan mendengarnya.
"belum Vi, kamu ngapain sih bicaranya bisik-bisik?". Maya bertanya balik dengan berbisik-bisik juga.
Sepertinya mereka tidak memperhatikan wajaah Andre yang sudah kelihatan sangat menyeramkan dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubunnya. Sedangkan Mila yang melihat kejadian tersebut secara live hanya tersenyum gaje melihat Andre yang biasanya tampil rapi, kini justru terlihat seperti gembel, gembel-gembel ganteng.
"Pokoknya denger yah instruksi gue kalau gue bilang kabur, lo harus ikutan lari sama gue dan ngak pakai lelet". Bisik Vivi kemudian.
"Kenapa mesti kabur sih Vi, kamu ngak takut sama Om-om di depan kita. Sepertinya dia bakal buat peritungan deng sama kamu". Tanya Maya heran.
"Makanya itu kita mesti kabur May, pokoknya gue anti kalau harus tanggung jawab sama om-om mesum itu". Mereka berbisik-bisik tanpa melihat kondisi yang ada.
"Sudah bisik-bisiknya gadis strawberry?". Tanya Andre ketika melihat dua cewek berseragam tersebut sudah diam.
"He he he, sudah Om". Jawab Vivi sambil tersenyum gaje.
"sepertinya kamu sudah siap menerima konsekuensi yang akan saya berikakn ke kamu". Andre kemudian memberikan senyuman devilnya ke Vivi.
"He he he, Vivi kan ngak sengaja om. Lagi pula kan om bisa beli sendiri celananya. Masa' om minta seorang gadis SMA yang masih minta uang jajan dari orang tuanya untuk membelikan om celana baru".
"siapa bilang saya mau minta uang dari kamu?". Tanya Andre.
"Siapa bilang urusannya sudah selesai?" Tanya Andre lagi.
"Kok beg...". Belum selesai Vivi mengucapkan kalimatnya Andre sudah memotongnya.
"Kamu harus ganti rugi ke saya dengan cara lain". Andre tersenyum devil yang menurut Vivi adalah ssnyuman Om-om mesum yang minta di belai. Iuwww...
"kalau begini gue bisa mati muda nih harus hadapin si om mesum". Batin Vivi
"May". Panggil Vivi singkat.
"iya Vi". Jawab May cepat.
"Sekarang". Seru Vivi
Vivi dan Maya kemudian berlari dengan segenap kekuatan yang dia miliki meninggalkan Andre yang hanya cengo sendiri dan Mila yang tertawa lebih keras melihat kelakuan remaja astral yang telah berbuat masalah dengan Andre.
Vivi yang terbiasa berlari terlihat biasa saja sedangkan Maya yang memang notabenenya adalah orang yang mempunyai fisik yang lemah terlihat begitu tersiksa, tidak ada lagi sifat anggun yang biasa dia tunjukkan karena menurutnya sekarang keselamatan Vivi adalah yang utama dan juga keselamatannya. Melihat dua cewek berseragam putih abu-abu yang berlari seperti di kejar hantu membuat orang-orang yang berada di mall tersebut merasa heran.
Setelah sampai di parkiran mereka kemudian langsung masuk ke dalam mobil Maya dan membuat sopir yang berada dalam mobil terkaget ketika ada orang yang membuka pintu mobil tiba-tiba dan yang lebih mengagetkannya lagi adalah kondisi majikannya yang terlihat tidak baik dengan nafas tersenggal-senggal.
"Hosh.... Hosh... hosh". Terdengar helaan nafas Maya.
"Jalan pak". Sedangkan Vivi yang terlihat biasa saja kemudian memerintahkan si sopir agar cepat menjalankan mobilnya sambil melihat ke belakang.
"Pak... cepat jalan". Desak Vivi ke sopir yang masih dalam keadaan Kaget dan heran kemudian melajukan mobilnya secepat yang dia bisa lakukan.
Mobil mereka kemudian meninggalkan mall tersebut dan tidak ada tanda-tanda pengejaran dari Om-om mesum membuat Vivi kemudian bernafas lega.
"Akhirnya". Ucap Vivi merasa lega
"hosh... kenapa kita... hosh... mesti lari sih Vi, lo kan bisa pakai uang gue buat ganti rugi". Sepertinya May masih ngos-ngosan.
"Lo ngak dengar apa May? Si Ompret tadi itu ngak mau uang ganti rugi. Pasti dia mau berbuat macam-macam sama gue apalagi mengingat kejadian tadi pagi". Terlihat Vivi bergedik ngeri mengingat kejadian tadi pagi dan muka mesum si Ompret tadi di restoran. Menurutnya keputusan untuk kabur merupakan keputusan terbaiknya dari pada dia harus dia apa-apain sama Om tidak jelas itu.
"Ompret? Tadi pagi?". Tanya Maya heran.
"Iya tadi pagi gue sempat ketemu ompret mesum itu".
Vivi kemudian menjelaskan secara rinci kejadian yang dialaminya tadi pagi ketika bertemu dengan Andre yang kemudian terdapat unsur di lebih-lebihkan oleh Vivi membuat Maya yang mendengar cerita Vivi juga bergidik ngeri.
"Sepertinya kamu ngak usah deh ketemu sama om itu lagi Vi, nanti kamu di apa-apain lagi". Maya kemudian memberikan nasehat ke sahabatnya setelah mendengar cerita Vivi yang hiperbola banget.
"Menurut gue juga seperti May, apapun yang terjadi pokoknya gue ngak mau berurusan sama ompret mesum itu lagi".
"Mudah-mudahan gue ngak ketemu Ompret itu lagi". Ucap batin Vivi.
Sedangkan di restoran Andre masih terlihat cengo melihat kejadian yang tidak di sangka-sangkanya sedangkan Mila masih tertawa apalagi melihat muka Andre yang sudah out of character (OOC) menurutnya.
"Lo kenal sama cewek tadi Ndre?" Tanya Mila ketika tawanya sudah reda.
"Aepertinya sih begitu". Jawab Andre yang telah kembali ke jati dirinya.
"Cewek tadi sepertinya menarik, sepertinya hidup lo ngak akan terlihat membosankan lagi". Kata Mila.
Andre hanya menanggapinya dengan senyuman manis di wajahnya.
"Mungkin". Jawab Andre dalam hati
---
Jangan lupa Likenya Yahh!!!
Sampai ketemu di Chapter selanjutnya Teman-teman.