
Vivi POV
"Hah ... hah .... hah," nafasku menjadi berat akibat berlarian dari tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.19 dan 11 menit lagi bel sekolahku akan segera berbunyi. Tubuhku sudah berkeringat dari tadi dan kaki ku sudah mulai pegal tapi itu tidak menjadi penghalang bagiku.
07.25
ASTAGA tinggal 5 menit lagi.
Mudah-mudahan gerbang belum tutup, mudah-mudahan gerbang belum tutup...
Aku terus berharap dan merapalkan kata tersebut bak sebuah mantra. Aku sudah melihat gerbang dan itu menjadi penyemangat bagiku untuk terus berlari.
Alhamdulillah, ucapku penuh rasa syukur tapi tiba-tiba saja seorang laki-laki yang keluar dari mobilnya berada di jalur lariku. Tidak, aku tidak bisa kalau aku berhenti maka..
BRAK
"aduh sakit?" rngisku. Aku pun terjatuh dengan posisi pantat yang mencium dengan manis trotoar.
"Holly ****. Oi bocah, kalau jalan tuh pakai mata. Kau ngak lihat atau pura-pura ngak lihat hah?"
Aku mendongak dan melihat laki-laki yang telah menabrakku. Wow, cakep banget, kalau bukan karena kejadian ini aku pasti akan ileran lihat muka gantengnya itu, tapi tidak. Enak aja dia yang nabrak gue seenaknya. (Aduh si vivi ngak tahu diri banget).
"Apa kamu bilang? Kamu tuh yang jalan ngak pakai mata," kataku membantah.
"Hoy bocah. Anak TK aja udah tahu kalau kamu yang salah disini. Enak aja nuduh orang sembarangan. Dasar bocah," katanya dengan nada sinis.
"Apa kamu bilang? Aku tuh bukan bocah, Aku udah SMA tahu."
"Kalau bocah ya bocah aja, lagi pula kamu pendek gitu. Ngak pantas kamu jadi anak SMA cocoknya jadi anak SD," katanya menghinaku. Tabahkan lah diriku yang imut ini tuhan, doaku dalam hati.
"Dengar yah OM, Aku ini bukan BOCAH. Apa Kamu buta? ngak lihat baju yang Aku pakai jelas-jelas pakaian SMA!" kataku penuh penekanan pada kata om.
"Om? Kamu panggil aku om? Enak aja, kamu pikir orang seganteng ini bisa jadi om kamu?" katanya emosi.
"Dengar yah OM, aku lagi malas berdebat dengan om soalnya aku mau seko...," kata-kataku tiba-tiba berhenti.
"Aduh, Aku TELAT....,"teriakku
"Aku telat, aku telat, aku telat, aku telat....," aku terus mengucapkan kata-kata itu dengan frustasi. Tanpa banyak bicara aku pun memutuskan untuk pergi.
Tapi tiba-tiba aku mendengar suara dibelakang ku yang memanggil dan aku pun berbalik.
"Hoy bocah, kamu imut juga. Aku jadi suka sama strawberry," katanya meneriakiku.
"apa sih yang dia teriakkan?, dasar om-om ngak jelas, bilang suka sama strawberry lagi, tapi tunggu dulu. Strawberry?, strawberry.....," tiba-tiba aku tersadar akan ucapannya dan aku pun berbalik.
"DASAR OM-OM MESUM!" teriakku tapi yang ku lihat dia malah cengengesan dan tertawa ngak jelas kemudian melangkah pergi.
Dasar om-om tidak tahu diri, Kenapa sih dia bisa melihat celana dalam yang aku pakai. Aduh mama anakmu ini malu. Aku pun menutup wajahku dan berjalan ke depan menuju gerbang sekolah yang sedari tadi sudah memanggil-manggil namaku.
Setelah sampai di depan gerbang aku pun bengong sendiri, kok gerbangnya belum tutup yah? perasaan gerbang ini kan sudah tertutup dari tadi aku pun melihat jam tangan ku. Jam 06.45, ini sudah lewat 15 menit dari waktu seharusnya gerbang tertutup.
Tu... tunggu dulu jam 6, aku ngak salah lihat kan, ini masih jam 6. ASTAGA ini masih jam 6, jadi dari tadi aku salah lihat jam?. Dari tadi aku lari-lari dari rumah dan harus keringatan gini dan ternyata aku cuman salah lihat jam? Dan berakhir seperti ini?.
Aduh vi ceroboh banget sih kamu jadi orang. Pantes aja tadi aku ke halte bus, bus nya ngak ada, aku kira aku udah telat eh ternyata busnya belum datang.
Ya udah deh kalau gitu, aku ke kantin aja dulu, soalnya tadi belum sempat sarapan.
Kenalin aku Andre. Andre Supjiwanto Bagaskara. Seorang CEO di salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia dan perlu digaris bawahi, aku adalah salah satu Most Wanted Man. Tahun ini usiaku menginjak 27 tahun. Ganteng, masih muda, mapan dan masih banyak lagi, siapa sih yang ngak mau?. kalau mau aku bisa saja menarik salah satu wanita cantik dari deretan fansku untuk dijadikan istri tapi entah kenapa sampai sekarang aku masih belum mau married, mungkin karena belum ada yang cocok.
Hari ini aku berangkat ke kantor pagi-pagi sekali dan melewatkan sarapan, soalnya pas sarapan biasanya Nyonya besar akan terus menceramahiku dengan nasehat-nasehatnya agar aku segera menikah. Aku pun jadi merasa bersalah tapi mau apa lagi, bukannya ngak mau nikah tapi belum dapat yang klop dihati.
Aku melajukan mobil ku ketoko roti langgananku disekitar sini, roti-roti disana itu enak banget makanya aku jadi salah satu pelanggan tetap mereka. Karena banyak mobil yang terparkir di depan toko roti tersebut aku pun memarkirkan mobilku agak jauh dekat SMA dan melanjutkannya dengan jalan kaki. Aku pun mulai bersenandung kecil tapi tiba-tiba....
BRAK....
Ada yang menabrakku dari belakang.
"aduh sakit,"
Aku mendengar suara ringisan dan aku pun berbalik untuk melihat orang yang telah menabrakku akan tetapi yang ku lihat adalah seorang gadis kecil terduduk di trotoar. saat ini mungkin aku akan terlihat seperti seorang ped***l gara-gara gadis itu terduduk dan menampakkan paha mulusnya, dan aku bisa melihat dalaman yang dia pakai berwarna pink dengan motif strawberry. Jadi pengen makan strawberry. Hm?
Aku pun memperhatikan wajahnya, dia terlihat seperti bocah, maksudku dengan muka baby facenya dia terlihat seperti seorang gadis polos, terlihat cantik. Dia tampak seperti malaikat yang turun dari langit hanya untukku, he he he . Aku pun berniat untuk menjahili gadis manis di depan ku ini.
"Holly ****. Oi bocah, kalau jalan tuh pakai mata. Kau ngak lihat atau pura-pura ngak lihat hah?"
Dia pun menatapku dan terbengong. Ada apa dengan gadis manis ini? Apakah dia terpesona oleh ketampanan ku, kayaknya sih seperti itu.
"Apa kamu bilang? Kamu tuh yang jalan ngak pakai mata," dia menjawab kata-kataku dan mulai berdiri. Dia terlihat lebih manis sekarang dengan muka juteknya.
"Hoy bocah. Anak TK aja udah tahu kalau kamu yang salah disini. Enak aja nuduh orang sembarangan. Dasar bocah," balasku dengan mencoba untuk berkata sinis.
"Apa kamu bilang?. Aku bukan bocah, aku itu udah SMA tahu."
"Kalau bocah ya bocah aja, lagi pula kamu pendek gitu. Ngak pantas kamu jadi anak SMA cocoknya jadi anak SD," kataku mencoba menjahilinya.
"Dengar yah OM, Aku ini bukan BOCAH. Apa Kamu buta? ngak lihat baju yang Aku pakai jelas-jelas pakaian SMA," apa dia bilang? dia memanggilku om? perasaan aku masih muda, belum 30 tahun juga.
"Om? Kamu panggil aku om?. Enak aja, kamu pikir orang seganteng ini bisa jadi om kamu?" kataku emosi karena di panggil om.
"Dengar yah OM, Aku lagi malas berdebat dengan om soalnya aku mau seko....," kata-katanya berhenti, aku pun memperhatikan wajahnya. Dia kelihatan imut dengan muka bingung dan panik seperti itu.
"ADUH, aku TELAT....," teriaknya, aduh suaranya...
"aku telat, aku telat, aku telat, aku telat....," dia terus bergumam tentang ketelatanya, aku pun melihat jam tangan ku dan masih menunjukkan jam 06:44. Gue pikir jam segini belum telat untuk kesekolah, mungkin anak ini salah lihat jam.
Dia pun beranjak dan mencoba untuk berlari tapi aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja, sebelum dia terlalu jauh aku meneriakinya.
"Hoy bocah, kamu imut juga. Aki jadi suka sama strawberry," dia berhenti dan tiba-tiba dia balik dan berteriak.
"DASAR OM-OM MESUM!" aduh suaranya itu keras sekali, akupun mencoba untuk mencari papan nama didadanya yang wow... cukup besar untuk ukuran tubuhnya. VIVIANTI RESTU KUSUMO, Nama yang cantik. Aku pun tertawa dan berbalik. Aku akan bertemu dengan mu lagi manis, kataku dalam benakku.
...
jangan lupa like yah
Visualnya Vivi
Eunha GFriend, dia cantik dan imut
Atau Chaeyoung Twice, dia juga cantik dan imut