True Love Story

True Love Story
chapter 4: The end of the trouble



Semenjak merayakan hari yang ke100 hari bersama Aira dan Karin, Hiro kembali sibuk dengan dunianya.



Namun semenjak hari itu Hiro belum mendapat kabar dari Aira, dia tidak merasa heran karena dia pikir Aira mungkin sedang sibuk dengan tugas-tugasnya.



Dan seperti biasa, Karin akan mengekorinya setiap saat. Bahkan saat latihan klub.



"Kenapa kamu selalu mengikuti? Apa kamu tidak lelah?" Tanya Hiro.



"Huwa, kamu benar-benar dingin (cuek)" Kata Karin berpura-pura merinding.



"Kalian benar-benar seperti pasangan yah, aku yang jomblo merasa iri" Kata teman Hiro, Akira.



"Aku sama tidak pacaran dengannya" Kata Hiro cuek seperti biasanya.



"Lagipula Hiro sudah punya pacar di Tokyo" Kata Karin.



"Benarkah?" Tanya Akira dengan penasaran.



"Iya, dia kalau tidak salah masih kelas 1 SMA hahaha" Kata Karin meledek.



"Bagaimana kalian bertemu?" Tanya Akira masih penasaran.



"Dia adik kelasku saat di Tokyo" Jawab Hiro singkat.



Mereka akhirnya membahas mengenai hubungan Aira dan Hiro.



Kebetulan ada telepon dari Aira.



"Halo?" Kata Aira diseberang telepon.



"Iya" Jawab Hiro.



"Bu-bulan depan aku akan liburan ke osaka, apa aku boleh menemuimu?" Tanya Aira.



"Tentu boleh" Kata Hiro.



"Apa itu Aira?" Tanya Karin.



"Aira? Pacar Hiro?" Tanya Akira juga.



Mendengar suara Karin membuat hati Aira sakit dan tanpa sadar dia langsung mematikan telepon itu secara sepihak.



"Dia mematikan teleponnya" Kata Hiro.



"Wah sepertinya dia marah" Kata Akira.



"Marah?" Tanya Hiro.



"Mungkin karena mendengar suara Karin hahaha" Kata Akira dengan polosnya, Karin sontak memukul kepala Akira dan membuatnya mengaduh kesakitan.



'Apa benar dia marah?'batin Hiro.



Hiro kemudian izin pulang lebih cepat dan menemui adik perempuannya.



Sesampainya dirumah dia buru-buru mencari adiknya, Mina.



"Mina?"



"Ada apa kak?"



"Aku ingin bertanya padamu, jawab dengan jujur lalu aku akan mentraktirmu makan takoyaki sepuasnya"



"Baik bos"



Hiro akhirnya menceritakan semua kepada adiknya.



"Kakak Aira pasti sangat sakit hati menghadapi kakakku yang tidak peka ini" Kata Mina.




"Bagaimana bisa kakak mengajak teman wanita kakak saat sedang merayakan hari ke 100 setelah resmi berpacaran, aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kak Aira saat ini" Jawab Mina.



Tanpa babibu Hiro langsung menelpon Aira namun dia tidak menjawabnya.



"Pasti kak Aira sudah benar-benar marah, bagaimana kalau kakak ke Tokyo dan menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik" Saran Mina.



"Terimakasih Mina, aku akan mentraktirmu setelah pulang" Hiro langsung menuju ke stasiun kereta.



"Pegang kata-katamu kak, semangat!" Kata Mina.



Di Tokyo



Setelah tiba di Tokyo, Hiro langsung menuju ke rumah Aira sambil terus menelponnya.



Aira akhirnya menjawabnya.



"Halo?" Kata Aira.



"Aku baru saja tiba di Tokyo, aku menuju rumahmu" Kata Hiro dengan terengah-engah.



"Heh? Kenapa tiba-tiba?" Tanya Aira.



"Ada yang ingin ku katakan, tunggu aku 10 menit lagi" Kata Hiro.



"Baiklah"




Setelah menunggu 10 menit akhirnya Hiro benar-benar datang kerumah Aira.



"Kenapa kakak datang tiba-tiba?" Tanya Aira.



"Aku minta maaf untuk saat itu" Kata Hiro setelah selesai mengatur nafasnya.



"Eh?" Aira kebingungan dengan perkataan Hiro.



"Kalau saja aku tidak membawa Karin saat itu, mungkin kamu tidak akan marah" Kata Hiro.



Aira langsung menangis saat Hiro mengatakan itu, Hiro pun langsung memeluknya.



Setelah beberapa lama mereka berbincang tanpa sadar bahwa sudah tengah malam dan kereta terakhir sudah pergi, Hiro memutuskan menginap dirumah Aira dengan terpaksa, tapi dia sudah ijin dengan kakak Aira dengan satu syarat yaitu kakak Aira akan menginap disana.



Pagi hari telah tiba, Aira membangunkan Hiro untuk sarapan.



"Kak, sudah pagi, ayo sarapan" Aira membangunkan Hiro dengan cara yang halus.



"Hm, baiklah aku akan cuci muka dulu" Aira mengiyakannya lalu keluar dari kamar tamu.



Setelah cuci muka Hiro ikut sarapan dengan Aira dan kakaknya.



"Apa kamu ada kelas hari ini?" Tanya kakak Aira.



"Tidak ada" Jawab Hiro.



"Kalau begitu sebaiknya kamu menemani Aira seharian ini, kamu bisa memakai baju ayahku waktu dia muda" Perkataan kakak Aira sukses membuat Aira memerah dan itu sangat lucu dimata Hiro.



Setelah siap-siap Hiro menemani Aira kesekolah.



"Aku akan menunggumu di kantin sekolahmu" Kata Hiro saat mereka tiba di sekolah.



"Baiklah kak, aku masuk dulu" Kata Aira dengan semangat lalu dia berlari ke kelasnya.





TBC