
Hari ini aira akan bertemu Hiro setelah sekian lama melakukan LDR.
Aira tinggal di Tokyo, sedangkan Hiro tinggal di Osaka.
Mereka akan bertemu di Harajuku pukul 09:00.
Aira datang 15 menit lebih cepat dari waktu yang ditentukan karena dia tidak sabar bertemu kekasihnya, setelah cukup lama menunggu akhirnya seseorang yang dia tunggu datang.
Namun dia tidak sendiri, melainkan ditemani oleh seorang wanita cantik berkacamata, Aira terkejut melihat wanita itu.
'Siapa wanita cantik itu?'
'Kenapa kak Hiro bersama wanita?'
Batin Aira bertanya-tanya.
Hiro segera menghampiri Aira saat dia melihat Aira mematung.
"Maaf aku terlambat" Perkataan Hiro membuat Aira tersadar dari lamunannya.
"Ah, tidak apa-apa kak, hm... Dia siapa?" Tanya Aira.
"Perkenalkan aku karin, aku teman Hiro, salam kenal" Wanita itu langsung memperkenalkan dirinya.
"Maaf yah, dia bersikeras untuk ikut padahal kubilang ini adalah hari penting kita berdua" Hiro merasa bersalah dengan Aira.
"Tidak apa-apa kok kak, lagipula biar rame lebih baik mengajak orang lain kan?" Aira mengeluarkan senyum palsu, padahal Aira sangat cemburu karena Hiro mengajak wanita lain di hari kencan mereka setelah lama tidak bertemu.
"Ayo jalan" Karin membuka suara.
Mereka akhirnya jalan bertiga, namun Aira merasa kesepian karena karin terus mengganggu percakapan Hiro dengannya hingga Aira merasa bahwa Hiro lebih mengutamakan karin daripada dirinya.
Setelah lama berkeliling mereka memutuskan untuk mampir makan, lalu Aira ke toilet.
Didalam toilet Aira menangis sejadi-jadinya.
"Hiks hiks hiks, kenapa kak Hiro lebih perhatian terhadap wanita itu daripada aku" Kata Aira pada dirinya sendiri.
Dibalik pintu toilet Aira ada karin yang tersenyum jahat.
'Ini belum apa-apa'batin karin, lalu dia keluar dari toilet.
Hiro yang melihat karin kembali dari toilet kemudian bertanya dimana Aira dan karin menjawab.
"Aku tadi tidak terlalu memperhatikan dia pergi ke toilet yang mana"
Beberapa saat kemudian Aira kembali dengan mata merah.
"Apa kamu baik-baik saja? Matamu tampak merah" Karin bertanya pada Aira.
"Aku baik-baik saja kok kak, tadi hanya kelilipan debu" Aira memasang senyum palsu kembali.
"Sudah malam, aku akan mengantarmu pulang" Tawar Hiro.
'Pasti kamu akan membawa wanita itu'batin Aira.
"Tidak usah kak, sebaiknya kakak pulang, besok kakak pasti ada kelas, cepatlah sebelum kareta terakhir pergi" Aira langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Dalam perjalanan Aira terus menangis tersedu-sedu dan seseorang menepuk pelan punggungnya.
"Aira kamu kenapa?" Itu adalah Ren, teman sekelas Aira.
Saat melihat Ren, Aira langsung mengelap air matanya dan mengatakan dia baik-baik saja, tentu saja Ren tidak percaya dan menarik Aira ke taman untuk menenangkannya.
Beberapa saat kemudian.
"Apa kamu sudah tenang?" Tanya Ren sambil memberi Aira yang sedang duduk di ayunan sebotol air minum.
"Terimakasih" Aira mengambil botol itu.
"Apa kamu bisa memberi tauku kenapa kamu bersedih?" Tanya Ren sambil duduk di ayunan samping Aira.
"Maaf, tapi aku tidak bisa mengatakannya" Aira menunduk.
"Baiklah, tidak usah merasa bersalah, itukan privasimu, aku tidak akan memaksamu untuk memberi tauku"
"Terimakasih, Ren, aku tidak tau ternyata kamu sangat baik hehe" Aira tersenyum.
"Itu karena kita jarang berbicara, jadi kamu tidak tau apa-apa tentangku"kata Ren
.
.
.
.
Sunyi~
"Se-sebaiknya aku mengantarmu pulang, ini sudah larut" Ren berusaha memecahkan suasana sunyi diantara mereka.
"Ti-tidak usah, aku tidak ingin lebih merepotkanmu"
"Tidak apa-apa, lagipula berbahaya wanita berjalan sendirian di malam hari" Ren berdiri dari ayunan
"Baiklah, sekali lagi Terima kasih Ren" Aira juga berdiri
"Ayo"
"Hm!" akhirnya Ren mengantar Aira pulang.