
Setelah mengantar Aira pulang malam itu, hubungan Aira dan Ren semakin dekat.
"Ren apa kamu mau istirahat Sama-sama?" Tawar Aira.
"Tentu" Ren langsung berdiri dan membereskan bukunya.
"Ren kamu sangat beruntung bisa istirahat dengan Aira"
"Aku iri pada kamu"
"Kamu memang tampan jadi gampang untuk mendekati Aira, tidak seperti aku"
Seperti itulah kata-kata teman Ren, namun dia mengabaikannya seperti angin lalu.
Saat sampai di kantin mereka berdua langsung memesan makanan dan mencari tempat duduk sebelum semua tempat duduk penuh.
Setelah selesai makan mereka berbincang tentang banyak hal.
"Kenapa kamu memanggilku istirahat bersama?" tanya Ren.
"tidak apa-apa, hanya saja..."
" Biasanya kamu bersama temanmu" kata Ren
"Temanku kan punya pacar jadi mereka ingin sesekali istirahat bersama, lagipula aku tidak ingin merusak hubungan orang lain hanya karena sering membawa pacarnya untuk istirahat bersama" Kata Aira panjang lebar.
"Apa kamu punya pacar?" Pertanyaan Ren dan seketika membuat Aira mengingat kejadian saat dia merayakan hari ke 100 nya dengan Hiro yang tiba-tiba dihancurkan oleh Karin.
Ding dong
Ding dong
Ding dong
"Ah, sudah bel, sebaiknya kita kembali ke kelas yuk, nanti terlambat" Aira mengalihkan pembicaraan lalu tersenyum tipis.
"Kamu sepertinya sangat suka memendam perasaanmu sendiri hingga menyakitimu" Bisik Ren yang tidak didengar oleh Aira.
"Kamu bilang apa? Aku tidak mendengarnya" Aira bertanya pada Ren dan Ren hanya menggelengkan kepala.
Setelah pulang sekolah Aira dan Ren pergi jalan-jalan bersama.
Sebenarnya Aira yang memaksa Ren untuk menemaninya membeli perlengkapan menulis.
Saat tiba di sebuah toko alat tulis Aira mencari alat tulis sedangkan Ren hanya tersenyum melihat tingkah Aira yang kegirangan seperti anak kecil.
"Apa dia pacarmu?" Tanya seorang wanita tua yang merupakan pemilik toko itu.
"Eh?" Ren kebingungan harus menjawab apa kepada wanita tua itu.
"Apa dia pacarmu?" Tanya ulang wanita tua itu.
"Semoga kamu bisa membahagiakannya nak, dia terlihat baik dan ceria, sangat disayangkan jika wajah cantik itu menangis" Kata wanita tua itu.
"Iya nek, tenang saja"jawab Ren dengan santai.
" Ren, aku sudah membeli yang kucari, ayo pergi"Aira menghampiri Ren.
"Mau beli es krim?" Tanya Ren.
"Mau, ayo!" Aira langsung menarik tangan Ren.
Tanpa mereka sadari hari sudah sore dan Ren mengantar Aira pulang.
"Terimakasih sudah menemaniku hari ini Ren, sebagai ungkapan terimakasihku bagaimana kalau kamu mampir dan aku akan memasakkanmu sesuatu"tawar Aira.
"Apa keluargamu sedang berada dirumah?" Tanya Ren.
"Kakakku tidak tinggal disini, dia tinggal di apartemen yang agak dekat dari tempat kerjanya, ayah dan ibuku sedang keluar negeri untuk pekerjaan selama beberapa hari kedepan" Kata Aira.
"Sebaiknya aku tidak mampir saat keluargamu tidak dirumah, nanti tetanggamu salah paham dan kamu akan digosipi yang tidak-tidak, lain kali saja" Kata Ren.
"Kalau begitu, bagaimana kalau aku membuatkanmu bekal besok? lalu kita makan diatap sekolah hehe" Tanya Aira.
"Baiklah, terserah kamu saja, kalau begitu aku pergi dulu"Ren berbalik dan pergi.
"Dahhh! Sampai bertemu besok disekolah yah Ren!" Aira melambaikan tangan kepada Ren dan Ren membalasnya.
setelah Ren pergi Aira masuk ke rumahnya.
dan tanpa mereka sadari, dari tadi ada orang yang memata-matai mereka dari jauh dengan tatapan benci, dan marah.
TBC