
Hari ini Kyung Mi bangun kesiangan Mungkin karena dia tidur saat hampir subuh, dia lansung ke kamar mandi dan kurang dari 10 menit dia sudah selesai mandi lalu lansung memakai seragamnya, dan lansung memakai masker Mengambil kunci motor turun ke basemant lalu melajukan motor ke arah sekolah tanpa terburu-buru, Kyung Mi tidak takut di hukum, 15 menit di jalan Kyung Mi sampai di sekolah tapi gerbang sudah tutup.
"Aduh neng telat lagi?" Ucap satpam sekolah tersebut geleng² kepala, Kyung Mi bukan sekali dua kali telat. Justru jika mau di hitung jari tepat waktunya lebih bisa di hitung jari di bandingkan telatnya ya karena hampir setiap hari.
"Hm bukain pak" datar Kyung Mi "Aduh neng ngak bisa atu ini udah ngak ada toleransi lagi" ucap satpam lagi
"Yaudah" datar Kyung Mi kemudian menaiki motornya pergi dari gerbang sekolah, Sedangkan satpam hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kyung Mi.
*****
Kini Kyung Mi berada di sebuah hutan yang terdapat rumah kosong atau bisa dibilang gudang terbengkalai seperti sebelumnya, Kyung Mi berbeda dari kebanyakan anak muda apa lagi gadis jaman sekarang mana ada seorang menyendiri di gudang terbangkalai dan di hutan pula. Kyung Mi tertidur di kursi kayu di dalam gudang, dia tidak takut dengan penjahat atau hewan buas sekali pun dia bahkan tertidur nyenyak sampai sore, dia baru terbangun saat dering handphone dia berbunyi.
Ayah memanggil...
"Hmm" ucapnya dingin "PULANG!!" teriak sang ayah
"Iya" datar Kyung Mi
"Anak kurang ajar, pulang sekarang juga Kyung Mi" bentak sang ayah lagi
"Iya Yumi Uda di jalan" ucapnya santai kemudian menutup sambungan telpon, bukannya lansung beranjak pulang dia malah masih sempat melihat lihat langit senja. Setelah senja berganti malam baru dia beranjak keluar untuk pulang, satu jam perjalanan dari tempat itu ke rumah dan masih sempat-sempatnya makan dulu di jalan jadi perjalanan memakan waktu lebih sejam.
Kini Kyung Mi sudah sampai di rumah pukul tujuh malam baru menginjak kaki di dalam rumah.
Plakk
"Dari mana kamu jam segini baru pulang dasar perempuan liar, anak sialan," murka tuan Han, sedangkan Kyung Mi hanya diam saja kini muka yang belum benar-benar sembuh setelah tamparan kemarin kini kembali membekas.
"Apa ini ha!! Mau jadi apa kamu tidak berguna, kenapa kamu hidup kalau hanya untuk menjadi sampah" maki sang ayah, melemparkan surat dari sekolah, tapi sungguh tidak menyakitkan sama sekali Bagi Kyung Mi sekali lagi dia sudah terbiasa.
"Kamu seperti perempuan tidak punya didikan, anak jalanan," makinya lagi.
"Jelaskan apa maksud surat itu" tegasnya, "kenapa kamu diam anak sialan, jelaskan Kyung Mi" murka sang ayah
"Yumi tidak tau"
Plak
Sekali lagi sebuah tamparan yang sama "mulai sekarang kamu pindah ke sekolah Mingyu dan seo-ah biar kamu punya sedikit didikan bukan di sekolah sampah yang isinya hanya anak berandalan"
"Yah seo ngak mau satu sekolah Sama dia, apa kata teman teman aku kalau tau aku punya saudari kayak dia," ucap seo-ah
"Kalian tidak perlu khawatir dia masuk tidak akan membawa nama Han" ucap tuan Han lalu pergi dari sana. Di ikuti Mingyu dan istrinya.
"Awas aja yah Lo ngaku ngaku jadi sodara gue" ancam seo-ah di balas tatapan tajam dan dingin oleh Kyung Mi
"Kita kan emang ngak sodara, Lo cuma anak tiri bawaan mama lo" ucap datar Yumi dengan santai lalu berlalu ke kamarnya.
****
"Sial awas Lo Yumi" murka seo-ah
Ya Kyung Mi hanya akan diam dengan ayah dan sang kakak tapi tidak dengan seo-ah dan ibu tirinya tentu dia akan melawan, kyung Mi itu bukanlah gadis yang lemah, dia jago dalam segala jenis bela diri, memanah, menembak, balapan dan dia tidak gampang di tindas. Tidak akan mengusik tapi sekali di usik maka hidupnya akan kelar, jika terdapat bekas luka di muka atau badan itu semata mata dari sang ayah, bahkan di sekolah lamanya pun tidak ada yang berani dengannya semua, dari perempuan sampai laki laki bahkan kakak kelasnya dulu pun. salah satu perbedaan kyung Mi atau Yumi, dia bisa jadi iblis terhadap orang lain tetapi jika dengan sang ayah dia seperti bayi yang tidak bisa apa apa.
Sampai di kamar dia lansung masuk ke kamar mandi, ganti baju lalu tidur, tidak ada istilah susah tidur, sedih, atau mengingat kenangan dengan sang ayah atau bunda kandungnya Karena memang dia tidak memiliki kenangan apapun, karena sang bunda meninggal di hari dimana setelah dia di lahirkan sedangkan ayahnya sebelum dia lahir pun dia sudah di benci, bahkan dia tidak pernah tau bagaiman muka sang bunda, makamnya di dimana, namanya pun bahkan dia tidak tau. Bukan karna dia durhaka atau tidak ingin tau tapi dia tidak pernah berbicara dengan sang ayah menyangkut soal identitas maupun kebiasaan bunda nya.
***
Pagi menjelang kali ini Yumi bangun pagi karena dia tidur di rumah sang ayah dia tetap sama tidak ingin membantah sang ayah dan lansung siap siap untuk sekolah memakai seragam lalu ke meja makan duduk di kursi samping sang ayah.
"Ngapain Lo duduk disini, gue ngak sudih satu meja sama Lo" hina seo-ah "Iya kamu ngapain duduk disini mending sekarang kamu pindah ke dapur" usir mama seo-ah, tapi Yumi tidak bergeming sedikit pun dia hanya melanjutkan sarapannya.
"Lo budeg yah, ngak denger mama gue ngomong apa, pindah! gue ngak sudih semeja makan sama Lo" sentak seo-ah menimbulkan keributan di meja makan pagi ini.
"Seo kenapa kamu harus teriak teriak di meja makan pagi pagi?" Ucap tuan Han
"Yah aku ngak mau makan satu meja dengan cewek sialan ini" adu seo pada tuan Han
"Iya mas aku juga ngak mau sarapan kalau ada dia disini, mending suruh dia ke dapur aja makan sama para pembantu" ucap mama seo-ah dengan menatap sinis ke arah kyung mi.
"Yah mending dia suruh ke belakang aja makannya, aku mau makan ntar telat kesekolah udah siang ni pake ribut ribut segala" saran Mingyu mulai kesal karena acara sarapannya terganggu.
"Yumi kamu pindah ke belakang sarapannya" ucap sang ayah, Tampa membantah kyung Mi berdiri membawa piringnya kebelakang sarapan bersama para maid. Para maid disana merasa kasian dengan nona mudanya selalu di siksa oleh ayahnya sendiri, tetapi dia tidak terlihat seperti orang yang tersakiti dan tetap dengan aura dingin, muka datar dan tatapan tajam yang di tunjukkan kepada orang yang di anggap orang lain, orang lain yang dia anggap keluarga atau orang dekat hanya ayah dan kakaknya.
Selesai sarapan Kyung Mi berjalan keluar berniat berangkat sekolah tapi saat melewati ruang keluarga dia langsung di panggil oleh sang ayah.
"Yumi saya mau ngomong" ucapan datar sang ayah yang lansung di turuti Kyung Mi, berjalan menuju sang ayah dan berdiri di samping.
"Saya sudah daftar kan kamu kesekolah seo-ah dan Mingyu hari ini juga kamu lansung masuk, tapi ingat jangan pernah membawa nama Han dan seolah kenal dengan Mingyu dan seo-ah disana" tegas sang ayah. Kyung Mi langsung berjalan keluar rumah menuju sekolah barunya yang tadinya ingin ke sekolahnya tidak jadi, dia berbelok ke sekolah barunya.