
"anak kurang ajar"
Plakk
Tamparan keras mendarat di muka mulus seorang gadis remaja yang berdiri mematung, sejak tadi bahkan saat di marahi sampai sebuah tamparan keras pun membuat nya tidak bergeming hanya kepalanya tertoleh sedikit, tidak ada air mata atau raut muka sakit yang ada hanya raut muka datar dan seperti sudah biasa mendapatkan itu.
"Anak tidak tau di untung, tidak berguna" Teriakan dan makian itu terus terlontar dari mulut laki-laki paruh baya yang sering anak gadis itu sebut ayah, ya laki-laki paruh baya itu menampar dan menghina anak kandung nya sendiri.
"Aku muak liat muka kamu, dasar gadis sialan" Murka laki-laki itu lagi, lalu mendorong, dan kemudian membanting tubuh nya itu ke lantai, lalu membenturkan kepalanya ke tembok sampai berdarah, tidak ada ringisan, rintihan, ataupun tangisan dia hanya diam tidak membuka mulut sedikit pun seolah-olah apa yang dia alami tidak sakit sama sekali dan kejadian itu di saksikan oleh 3 orang lainnya, seorang wanita paruh baya, dan 2 remaja berbeda jenis itu hanya diam menyaksikan, tidak ada raut kasihan atau belas kasih hanya sesekali raut puas yang mereka tunjukan.
"Pergi dari hadapan ku" tegas laki laki paruh baya itu. Tanpa menunggu perintah dua kali, gadis itu lansung berdiri dan berjalan keluar rumah menaiki kembali motor sport hitam yang baru dia parkirkan di halaman rumah beberapa menit yang lalu, dilajukannya motor itu kembali keluar halaman rumah.
Beberapa menit berkendara, setelah sudah lumayan jauh dari rumah, tapi belum keluar dari area komplek perumahan, karena rumah itu memang berada di komplek perumahan elit, dia memberhentikan laju motornya di pinggir jalan lalu turun dan berjalan ke arah tembok, bersandar di tembok lalu luruh kebawa, bukan untuk menangis atau merasa sedih, dia hanya ingin istirahat sebentar setelah insiden tadi, disentuhnya kepala yang tadi terbentur merasa ada yang basah, dilihatnya tangan itu ternyata darah segar yang mengalir sangat banyak karena sudah sedari tadi lalu di ambilnya tissu di kantong baju, di lapnya untuk membersihkan darah yang terus mengalir, tapi tidak dia pedulikan atau pun merasa kesakitan di lapnya terus darah itu sampai berhenti mengalir, setelah berhentih Tanpa mengobati dia hanya memakai masker lalu memakai helem, menaiki motornya lalu melaju pergi dari sana dengan kecepatan di atas rata rata. Kini dia sampai di arena balap.
"Katanya ngak ambil malam ini?"
Tanya salah satu temannya dalam club' balap.
"Tiba tiba pengen balap" ucapnya datar dan dingin
"Lo yakin? Ngak ada masalah kan" tanyanya lagi
"Hmm" jawabnya singkat
"Ok, lawan Lo kali ini ketua geng yang paling di takuti, dia ngak pernah kalah balapan dan kalau Lo di sebut queen racing sedangkan dia king racing, kalian belum perna tanding kan, kayaknya seru ni kita mau liat kemampuan yang sering di juluki raja dan ratu jalanan. Lo siap kan" tanyanya lagi
"Hmm"
"Ok kalau gitu gue tanya sama lawan Lo dulu" ucapnya berniat pergi
"Tunggu" cegatnya
"Apa" tanyanya saat berbalik
"Ngak usah ngasi tau siapa gue" ucapnya
Dia yang mengerti arah pembicaraan lansung menyahut "ok" lalu berlalu pergi ke arah yang akan dia lawan.
-*-*-*
"Hai broo" sapanya pada segerombolan cowok cowok tampan bak dewa Yunani itu "Kenapa" tanya salah satu dari mereka.
"Ada lawan nih, jadi ga" tanyanya
"Siapa" suara serak cowok paling tampan bertanya dengan muka dan nada datar
"Lo mau bos" tanya temannya
"Ok" ucapnya singkat
"Ok Lo siap siap gue ngasi tau dia dulu buat siap siap juga" ucapnya berlalu dari sana.
***
Kini mereka sudah di garis star, dan seorang gadis cantik di tengah tengah memegang bendera untuk menghitung. Balapan akan di mulai perempuan cantik itu mulai menghitung mundur
"Tiga"
"Dua"
"Goo" teriaknya melempar bendera itu disusul dengan dua motor melaju di sampingnya, balapan kali ini seimbang sorak Sorai penonton semakin heboh tapi lebih banyak meneriaki sang cowok.
"Tae"
"Tae"
"Taehyung" teriakan sekumpulan cowok cowok tampan itu terus menggema, banyak yang mendukung seorang Taehyung karena dia merupakan ketua geng motor yang terkenal karena kekuatan dan kehebatannya setara dengan perkumpulan mafia.
Sedangkan sang lawan tidak ada yang menyoraki namanya, bukan karena tidak punya teman atau pendukung tapi karena dia tidak ingin orang tau siapa dia, dia hanya sering di sebut dengan queen racing hanya teman teman se geng balapnya saja yang tau nama dan mukanya.
Kembali ke arena balap, kini ke dua pembalap yang di juluki king dan queen itu masih berusaha merebut posisi paling depan, keduanya sama-sama seimbang saat mencapai garis finis pun motor keduanya masih sejajar sampai finis tidak ada yang menang mereka datang secara bersamaan.
Rumm
Rumm
Kedua motor itu berhenti tepat di garis finis, sorak penonton heboh karena dalam sejarah baru kali ini peserta pebalap seimbang.
"Gila lawan Lo hebat juga tae baru kali ini ada yang nandingin skill Lo" ucap Jimin teman Taehyung salah satu inti the boys.
"Iya gue penasaran sama lawan Lo itu, tadi ngak ada yang dukung dan nyorakin nama dia" ucap Seokjin atau bisa di sebut jin adalah salah satu inti the boys juga. Sedangkan Taehyung hanya diam sambil memperhatikan lawannya tadi, dia juga tidak menyangka lawannya itu bisa menandingi skill yang dia punya. Tae berniat menghampiri lawannya itu, tapi belum sempat turun dari motor dia melihat lawannya itu sudah pergi melajukan motornya dia urung turun, lansung memakai helem.
"Cabut" ucapnya memberi instruksi kepada anggotanya lalu melajukan motornya di ikuti yang lain di belakang.
Sedangkan saat ini seorang gadis Baru sampai di kamar apartemennya, setelah dari balapan tadi dia langsung ke kamar mandi, membersihkan diri, setelah itu dia ke dapur memasak mie instan untuk di makan, setelah makan dia masuk ke kamar untuk tidur, Tanpa memperdulikan luka di wajahnya tidak ada niat untuk mengobati.
Dia sudah terlalu sering mendapatkan luka itu rasanya sudah seperti rutinitas rutin, dia biarkan seperti itu terus sampai sembuh sendiri, dulu dia selalu membentengi dirinya untuk menjadi kuat, jangan lemah, seiring dengan berjalannya waktu dia benar-benar kuat, sampai rasa sakit itu tidak dia rasakan lagi.
Dia pernah mendengar katanya tidak ada kata terbiasa untuk hal yang menyakitkan, tapi nyatanya itu tidak berlaku untuk seorang Han Kyung Mi, Lahir hanya untuk merasakan sakit tidak membuat dia membenci takdir hidupnya, di saat orang yang merasa sakit meminta mati dia justru ingin tetap hidup, dia ingin tau kebahagiaan apa yang akan di dapatkan nanti sehingga dia ingin di lahirkan di dunia, katanya sebelum kita lahir kita diperlihatkan perjalanan hidup kita dulu, dan jika kita memilih di lahirkan itu artinya ada hal yang sangat membahagiakan yang akan kita lalui dan Kyung Mi ingin melihat apakah itu benar-benar adanya.