
Dihari dimana kehilangan saudaraku saat aku sedang sekolah seperti biasanya aku belum tau kalau saudaraku sudah tidak ada di pukul 14:00 adalah hari kesedihan keluargaku tidak mengasih tau tentang semua ini yang terjadi aku seperti tidak tahu apa-apa aku di sekolah bahagia,tertawa,dan juga merasa sedih karena mendengar cerita teman,teman bercerita tentang ketiadaan ibunda temannya akupun ikut menangis entah mengapa aku merasa ada diposisinya dan sambil menunggu giliran ulangan bahasa dan sastra inggris sambil menunggu giliran aku beserta temanku itulah bercerita tentang apa saja dan saat itu kami masuk karena sesi 1 sudah keluar dan kami mengerjakan soal itu sepulang sekolah aku menaiki angkot bersama temanku dan di perjalanan menuju rumahku ada sebuah bendera kuning yaitu menunjukan bahwa ada seseorang yang sudah meninggal aku terkejut melihat itu karena aku yakin kalau itu rumah saudaraku karena awal mula saudaraku sakit lumpuh aku menengok bersama keluargaku sunggu saja aku kaget saat melihat bendera itu,aku berbicara kepada temanku
"Lihat ada bendera warna kuning dan bendera itupun berada di depan rumah saudaraku,apa itu ? ".Jawabku sambil resah dan temanku yang bernaa Nadya diapun menjawab
"Iyaa itu,kalau benar itu saudara kamu,kamu yang kuat yaa."Jawab Nadya
"Tapi aku tidak bisa nangis".Jawabku sambil mengatakan itu malu sebenarnya aku ingin menangis berhubung ramai aku tidak ingin memperlihatkan itu,sesampainya mobil angkot itupun di tempat dimana aku turun dan Nadya pun bilang
"Udh sana kamu pulang siap-siap setelah itu kamu kesana."Jawab Nadya akupun kasih ongkos ke mamang angkot itu dan lalu berlari dan saat itu ada tetangga akupun bertanya ingin memastikan saja
"A itu yang meninggal siapa A ?. "Tanyaku kepada tetangga itu dan di jawab olehnya
"Itu yang meninggal abah Yas'a nong".Jawabnya sambil berkaca-kaca akupun menjawabnya
"Iyaa nong itu abah Yas'a".Jawabnya dan aku sambil lesu akupun menjawab
"Owh iyaa geh A makasih yaa A".Jawabku dan langsung pergi kerumah dan sesampai dirumah aku menangis akupun menelpon mamahku dan di angkat aku ingin kasih kabar itu tapi mamahku sudah tau karena sudah tau dari kakak perempuanku.Dan di sela-sela aku dan mamah mengobrol mamahpun berbicara seperti ini
"Nong udh sana keruma Nde Yas'a walaupun udh di kubur atau belum kamu kesana saja,mamah nanti kesananya pas nuju hari,gk enak kalo gak kesana kamukan saudaranya kapan lagi kumpul sama keluarga disaat seperti ini".Jawab mamah dan akupun menjawabnya
"Iyaa maa nanti ifa kesana kok,ifa mau mandi dulu yaa terus ifa pake baju apa yaa ? ".Jawabku dan di jawab oleh mamah
"Pake baju yang sopan aja,kalo gak pake baju kemeja warna hijau".Jawabnya dan dijawab olehku
"Owhh okedeh kalau begitu".Jawabku,setelah aku ngobrol dengan mamah aku nyari baju yang di suruh oleh mamah dan aku pergi untuk bebersih setelah bebersih aku memakainya dan sedikit berdandan biar tidak kelihatan pucat akupun berangkat dan tidak makan ataupun beristirahat tapi aku langsung kerumah duka,setelah itu aku menangis karena jenazah belum juga dikubur otomatis aku melihatnya untuk terakhir kali aku nangiss sesegukan tidak menyangka hal ini bakal terjadi,aku melihat jenazah sudah di bungkus oleh kain kafan itu aku bersama saudara yang lain menangis melihat itu seakan-akan ini hanya mimpi.Dan jenazahpun sudah siap untuk kita antar ke tempat peristirahat terakhirnya sebelumnya dibawa ke masjid agar jenazah di shalatkan dulu sebelum kita bawa ke tempat peristirahat terakhirnya sambil menunggu jenazah di shalatkan aku bersama yang lain mampir dulu kewarung karena haus karena aku menangis jadi haus soalnya aku pulang sekolah tidak makan ataupun minum dulu tapi langsung pergi begitu saja karena ingin melihat jenazah terakhir kalinya dan setelah jenazah di shalatkan kita melanjutkan mengantar jenazah ke tempat peristirahatnya sesampainya disana air matapun menetes kepipi karena tidak kuat melihat itu semua terjadi,tapi ktanya kalau menangis di kuburan itu tidak boleh karena kasihan kepada jenazahnya tapi tetap saja air matapun menetes jadi mau gimana lagi dan juga katanya kalau kita sudah 7 kali melangkah meninggalkan jenazah itu setelah di kubur malaikat itupun langsung mendatanginya dan setelah jenazah di kubur kami menaburkan bunga dan air sebotol dan kami meninggalkan tempat pemakaman itu lalu kami menuju rumah duka dan setelah itu kami pulang kerumah masih-masing dan membersihkan tubuh karena kita habis ke pemakaman dan juga kami kepemakamannya itu jam 5:45 dan kami pulang itu abis magrib.Setelah itu aku shalat dan memandikan keponakan tercinta butuh waktu membuat dia ingin mandi jadi harus drama dulu sebelum memandikannya dan setelah drama diapun mau mandi dan setelah mandi memakaikan bajunyapun harus drama inilah itulah jadi harus cukup sabar menghadapi keponakan tercinta itu jadi yaa mau tidak mau harus mauu dan memakaikan bedak,menyisir rambutnya,memakaikan parfum pun harus drama dulu jadii yaa gitulah namanya juga anak kecil kalii yaa kalo gk sabarmah mending jangan deh punya adek ahaha,owh aku itu tipenya suka banget sama anak kecil jadi yaa walaupun keponakan aku sedikit bikin aku kesel tapi aku sayang banget jadi rasanya pengen punya keponakan lagi deh gapapa deh di suruh ngasuh orang itukan kesenangan aku,kalo ngeliat bayi pasti rasanya pengen punya keponakan lagi soalnya lucu,gemoy itu masih kecilnya tapi kalo sudah besar sekitaran 2 tahunan behh ampun itu pasti ngeselin tapi tergantung sih ada juga yang diam saja dan ada juga yang bikin kesel,tapi aku seneng mau dia pendiam mau dia ngeselin tapi lucu aja ngelagainnya gitu,owh iyaa sangat tidak menyangka atas kepergian saudara biasanya nanti lebaran kumpul eh inimah sudah banyak yang tidak ada biasanya pas lebaran ziarah ke kakek nenek ini di tambah sama paman dan bibi karena sebelumnya istrinya sudah meninggal duluan jadi dia setress biasanya sama istrinya jadi sendiri iyaa atuu kita geh gak bisa kehilangan sosok yang kita cintai apalagi kan yang sudah menemani dia dari masa muda hingga tua cintanya bersama istrinya itu luar biasa dan dia menyusul ke istrinya kita doain saja semoga khusnul khotimah dua-duanya Aminn.