
Aku sebelum masuk SMA melakukan pendaftaran terlebih dahulu,aku menyiapkan pendaftaran yang harus di siapkan untuk di kumpulkan ke sekolah,waktu itu masih jaman virus corona jadi tes itu dirumah daring dan pada akhirnya semua satu angkatan di suruh ke sekolah SMA agar melakukan pendaftaran kembali,aku sudah mendapatkan kenalan dari sekolah lain waktu pendaftaran ngobrol bareng saat itu aku lagi ngantri untuk mengasih berkas yang di siapkan pada saat itu. Owh iya aku kesekolah MTS dulu sambil melakukan apa yang harus di lakukan buat daftar ke SMA nah pada saat itu aku ke ftocopy karena aku harus ftocopy tempat tinggal rumahku ke SMA setelah itu ke SMA dan aku bertemu dengan ortu temanku
"Aih ifa,daftar kesini juga yaa ?". Ucapnya
"Eheh iyaa nih". Jawabku sambil bersalaman
"Coba sini dilihat dulu takut ada yang salah berkasnya". Ucapnya kembali
"Owh iyaa mamah Andi". Jawabku mengasihi berkas itu,lalu mamah Andi mengecek satu persatu tetapi dia mengatakan kembali
"Ini ada yang kurang rapot kelas 8 semester 1nya mana fa ? ". Ucapnya
"Ehh emang gak ada yaa ? ". Jawabku terkejut
"Iyaa ini gak ada,udah sana minta anter teman kamu buat ngeprint rapot yang kurang". Ucapnya kembali
"Owh iyaa,makasih yaa mamah Andi". Jawabku,yaa jadi gitu dehh mungkin terlalu banyak juga dan banyak yang ngeprint jadi gk kepikiran kalo ada yang kurang,akupun pergi dan pamit terlebih dahulu setelah itu aku di antar oleh temanku dan sudah di ftocopyan dan selesai sudah rapot yang kurang itu aku balik kembali ke SMA dan mengasih berkasku itu. Owh iyaa esoknya hari aku berpamitan kepada kakakku kalo aku ingin pergi ke SMA karena disuruh melegalisir rapot,aku berpamitan
"Teh ifa ke SMA yaa melegalisir rapot". Ucapku
"Iyaa hati hati yaa fa,owh iya pesan teteh jangan mentingin orang kalo orang minta antar mending kamu selesaian kamu dulu baru mengantar temanmu". Jawabnya mungkin itu sebuah firasat kali yaa,aku ke SMA dan aku bertemu temanku setelah itu ada aku dan teman sekolah lain SMP dia itu teman SDku dan kita mau melegalisir entah kenapa firasat sudah tidak baik baik saja tetapi aku melawannya
"Anter ke SMP dlu mau melegalisir rapot saya yaa pok". Ucap Aina
"Owh iya abis itu ke MTS aku yaa". Jawabku
"Iyaa,minjem motor temanmu sih soalny aku tidak membawa motor". Ucapnya kembali
"Baik". Jawabku,setelah meminjam motor temanku aku bersama Aina berangkat tapi rasa ini sangat tidak wajar,dalam hatiku bertanya tanya
"Apa ? Tidak tidak mungkin hanya perasaan saja deh,ayoo fa lawan itu lawan perasaan yang tidak enak itu". Ucapku kembali di dalam hati,kitapun berangkat ke SMP baik baik saja dan setelah pulang dari SMP aku makin tidak enak perasaan saat di perjalanan ada mobil truk di belakang motor yang ku naiki bersama temanku,setelah itu mobil truk itupun mengklakson ingin menyalip otomatis kita kaget dan temanku kehilangan keseimbangan dan jadilah srekkkk srekkk kita berdua jatuh karena stang motorpun menyenggol belakang truk itu dan aku awalnya tidak sadar dan tidak merasa sakit sebelum kejadian itu aku sedang melamun entah kenapa apa aku di kendalain oleh pengganggu disitu yaa soalnya tempat kejadian kita itu rawan,banyak orang yang tabrakan dan lebih parah lagi temanku yang parah lukanya aku tidak kenapa kenapa hanya luka kecil saja dan setelah jatuh itu aku tersadar saat seorang ibu ibu berteriak
"ASTAGFIRULLAH,bangun nak bangunn jangan di tengah !!". Ucapnya berteriak kenapa ibu itu berteriak suruh aku bangun karena aku terlempar ke tengah jalan untung saja di belakang tidak ada mobil lain kalo ada sudahlah tamat riwayat hidupku atas keajaiban itu ada sosok ibu dan kakak yang mendoakan itu makasih yallah hambamu ini masih bisa terselamatkan . Wargapun mendekat temanku dibawa ke Medika dan aku di introgasi aku di antarkan pulang dan disambut oleh temanku yang mempunyai motor,dia menangis tersedu sedu karena motor yang aku naiki bersama temanku itu sedikit rusak dan aku menelpon kakak ku dan semua di kabarkan dan mamahku menangis karena sudah ada firasat yang tidak enak,burung burung berbunyi di atas rumah sebagai pertanda firasat dan benar saja aku terjatuh setelah itu aku menengok ketemanku yang parah itu,sebelumnya guru MTS ke SMA menghampiriku dan menanyakan kabarku setelah menanyakan itu guru itupun pamit dan di undur melegalisir rapot aku pulang dari SMA karena kakak cowoku ke sekolah bersama kakak iparku mengecek kabarku dan mengantarku pulang,saat dirumah aku di urut dan setelah diurut pergi kerumah teman yang parah abis itu pulang dan kami bertanggung jawab atas motornya truk yang menyenggol kitapun tidak ada kabar untuk mengganti rugi. Besoknya aku pergi ke MTS untuk melegalisir rapotku dan guru gurupun menanya dan mengkhawatirkanku
"Yallah ifa kamu tidak apa apakan ? Tidak parahkan ? ". Ucap guru itu
"Ehehe gak koo bu cuma luka sedikit saja". Ucapku sambil tertawa
"Yaampun fa ihh ibu khawatir tau,coba lihat lukanya fa". Ucapnya kembali
"Nihh buu". Jawabku sambil memperlihatkan lukaku di bagian kaki yaitu di lutut aku membukanya karena memakai baju kodok
"Yallah parah faa inimah,cepet sembuh yaa hati hati makanya ifaa ifaa". Ucap guru lain yang melihatnya
"Iyaa buu siap,orang bantenkan bu kuat ifa ahah". Jawabku
"Bisa bisanya kamu ngomong seperti itu". Ucapnya guru kembali
"Ihfa kamu tidak apa apa ? ". Ucap paguru
"Tidak pak tenang saja ifa tidak apa apa koo jangan khawatir ahaha". Jawabku
"Hadeh iyaa geh awas hati hati aja yaa faa". Ucapnya kembali
"Siap pak". Jawabku
"Coba ceritakan bagaimana kejadiannya ? ". Ucap guru guru di kantor pada penasaran dan akupun menjelaskannya panjang kali lebar sambil menunggu rapotku di legalisir setelah cerita aku berpamitan kepada guru guru MTSku dan aku ke sekolah SMA bersama teman temanku dan mengantarkan berkas tersebut dan setelah menunggu beberapa hari alhamdulillah aku keterima di SMA,ada yang bilang kalo kejadian itu setiap tahun ada yaa jadi gitu deh aku sama temanku yang kena apesnya. Dan itu kenanganku pada saat daftar ke sekolah tingkat atas SMA dan sekarang sudah kelas 12 tinggal menghitung bulan saja,jadi sedih deh gimana perjuangan pada saat pendaftaran ehh sekarang sudah mau lulus saja,perjuangan yang tidak akan mengkhianati hasil apapun pasti tidak akan sia sia.