
Dulu saat aku menduduki kelas 7 aku ingin menjadi paskibraka aku daftar dan aku keterima jadi capas,saat itu kita di pimpin sama akang eteh kita pasti taukan peserta baru masuk itu acaknya bagaimana ? Iyaa saat itu kita diajarkan jalan di tempat harus sama tidak boleh acak kalo acak kita dimarahin dan kita melakukan kegiatan yang harus kita pelajari hari demi hari latihan dasar sudah lewat dan akang eteh membuat pasukan aku menjadi pasukan 8 dan temanku pasukan 17 dan pasukan 45 arti dari pasukan itu kalau 8 bulan kemerdekaan 17 tanggalnya dan 45 itu tahun jadi semuanya 17 agustus(8) 1945. Kata orang sih kalau pasukan 8 itu spesial karena pasukan yang mengantarkan baqi,baqi itu yang membawa bendera kepada pengibar,nahh saat itu aku jadi baqinya biasanya baqi itu di cari yang cantik lebih anggun gitu sihh aku terpilih sebagai baqi. Pasukan 17 itu di depan pasukan 8 di tengah dan pasukan 45 itu di belakang,nahh udah gitu kita tiap hari latihan karena butuh lama juga kami membentuk formasi segala deh gitu jadi mau tidak mau yang jadi pasukan paskibraka harus dispen berbulan-bulan sampai hari-H,kita juga setiap makan itu harus bareng gitu setiap mau makan harus ada yel-yel dulu dan setiap minum harus ijin
"kang teh semuanya minum". Ucapku
"Silahkan". Jawab akang, eteh dan peserta momen itu sangat tidak akan kulupakan waktu itu dimana kita makan tapi tidak sesuai dengan ekspetasi kita,kita makan di pantai menu makanannya itu harus 3T(Tahu,Tempe,Telur) yaa mau tidak mau harus mauu nah disalah satu peserta kita itu ada yang membawa ikan dan alangkah terkejutnya makan itu di jadikan satu di plastik merah ngebayanginnya aja udh gk enk ihh,ituu kita di suapi oleh akang tersebut dan ada salah satu peserta yang muntah,muntah itu harus di makan lagi tidak boleh di buang karena bagi kita nasi secuil itu berharga itu kita habiskan semuanya sangat tidak terfikirkan lagi dan dari situ teman-teman tidak ada yang membawa ikan lagi karena hanyir juga kan. Setelah makan kita lanjutkan latihannya dari pagi hingga menjelang maghrib kita pulang selalu seperti itu,kalau pagi kita sarapan susu dan roti siang kita makan nasi siang bolong kita di jemur di tengah lapangan gk kebayang pusingnya minta ampun dan banyak yang pingsan alhamdulilah aja aku tidak pingsan aku kuat,dan di saat ada yang pingsan kita semua tidak ada yang boleh membantu cukup akang eteh saja kita tidak boleh bergerak sedikitpun,kita latihan sampai mendekatkan hari-H kita semua nginep membawa pakaian untuk dipakai di hari-H malam kita jerit malam mengambil atribut yang berbentuk garuda,bendera,dll. Setelahnya kita tidur besoknya hari -H jadi kita mandi subuh-subuh agar tidak kesiangan karena kita belum make upnya jadi yaa harus bangun subuh deh,dam tidak kerasa sudah pagi dan kita mengibarkan bendera hasil susah payah kita untuk mengibarkan itu di mana di tanggal 17 Agustus,owh iya sebelum pengibaran malamnya kita ada pengukuhan yaitu kita semua harus nangis ke bendera itu sudah tercampur dengan air mata sama itu deh pasti ngerti cairan dari hidung,kita nangis semua karena kita susah payah latihan akang eteh meminta maaf atas perlakuannya kepada kita dan kadang kalau kita salah akang gk segan untuk menapar kita semua 1 salah semua yang salah ada yang nangis itu malah makin di ejek olehnya jadi kita harus kuat itu cara untuk membebtuk mental kita kuat atau lemahnya. Keesokan harinya dimana di hari pengibaran bendera yang kita perjuangin dari nol hinggal saatnya untuk di kibarkan kami semua deg degan dan lebih nyesek lagi ketika di hari pengibaran kita teman kita ada yang meninggal di karenakan tertabrak mobil kita semua nangis guru-guru pada nenangin kita karena di posisi itu kita belum pengibaran akhirnya ada yang bilang kalo Alm lagi di tangani dokter dan baik-baik saja ternyata kita di bohongi olehnya ternyata Alm itu sudah meninggal di tempat dengan tenangnya kita mengibarkan dimana disaat kita deg degan dan akhirnya bendera itupun berhasil dan di kibarkan setelah pengibaran akang eteh memberi hormat kepada kita,dan kitapun memakan nasi tumpeng yang di pesan,saat sedang menikmati nasi tumpeng kami kepikiran dengan Alm kami bertanya-tanya bagaimana kabarnya alangkah terkejutnya di umumin kalo Alm sudah meninggal d tempat aku nangis,nangis tak terhingga karena Alm itu teman aku dari sd bayangin betapa hancurnya melihat temen seperjuangan pergi meninggalkan kami semuanya,semuanyapun menangis tiada henti sampai kami tidak bernafsu untuk memakan tumpeng tersebut dan akhirnya mau tidak mau kita mengikhlaskan Alm karena Alm biar tenang di alam sana terakhir dia meninggal dia selalu melihat keatas langit dan mengucap
"Aku ingin meninggal di hari kemerdekaan seperti pamanku". Ucapnya
"Gaboleh seperti itu,kamu tudak boleh tinggalkan kami semua,emang kamu rela ninggalkan kami semua ? ". Jawabku
"Tidak boleh pokoknya". Jawabku kembali. Owh iya aku jelaskan yaa dia itu pas hari kemerdekaan tidak sekolah tidak tau mengapa dan kejadiannya itu ketika dia ingin main bola bersama temannya bola itu di mainkan di pinggir jalan dan bola tersebutpun menyebrang jalan dan dia mengambil dia terjatuh karena kesenggol motor dan dia ingin bangun mobilpun lewat nah jadi gitulah,saat meninggalnya kami melayat kerumahnya dan ziarah ke makam atau tempat peristirahatan terakhirnya dan aku pernah di mimpiin olehnya aku di suruh membersihkan makamnya tapi aku bilang ketemenku
"Aku di mimpiin Alm nai,aku di suruh bersihin makamnya". Ucapku
"Iyudh kamu doain dia aja,aku juga pernah di mimpiin olehnya". Jawab nai
"Baiklah". Ucapku,dan aku mendoakan dia dan alhamdulilahnya aku sudah tidak di mimpikan olehnya,owh iya pas aku daftar ke SMA aku ikut eskul paskibraka,awalnya itu aku menceritakan aku pas di mts aku pernah jadi baqi pas lagi istirahat pas selesai istirahat aku di ledekin gitu katanya orang kayak kamu mana mungkin jadi baqi,baqikan harus cantik dan juga bener harus anggun lah kamu malah tidak aku di omongin gitu oleh seniorku,aku kesel sama perlakuan dia seharusnya dia tidak seperti itu sih akhirnya aku keluar dari paskibraka itu karena temanku juga keluar.Jadi itu lahh guys ceritaku saat aku jadi capas dan aku daftar capas di tingkat tinggi di SMA akhirnya aku berhenti di situ.