This is my story

This is my story
Sabtu 09 September



Dihari yang sangat aku kesal,kenapa aku kesal ? Oke aku jawab yaa aku kesal karena awal pagi aku bereskan rumah terlebih dahulu setelah itu aku menyuci pakaian dari jam10:10 hingga jam 11:52 aku selesai menyuci pakaianku aku lelah setiap hari sabtunya aku melakukan itu berulang kembali tapi itu tidak seberapa dibandingkan hal yang satu ini yaitu permasalahanku dengan sufyana,kalian tau tidak ? Perempuan mana sih yang tidak kesal dengan perlakuan pcrnya sendiri jadi ceritanya seperti ini.


"Sayang apakah kamu sudah pulang ? ".Jawabku


"sudah aku sudah pulang".Jawabnya


"Aku ingin telponan mau tidak ? ".Jawabku dan d jawab oleh sufyana


"Tentu saja aku mau sayang,iyudh yuu kita telponan".Jawabnya saat itu dia sedang tidak mood entah kenapa.


"Mengapa kamu seperti tidak mood gitu yaa".Jawabku


"Iyaa aku sedang tidak mood entah mengapa aku juga heran".Jawabnya


"Baik kalo seperti itu kita ngebahas yang lain saja yaa,sebelum kita ngobrol masalah lain aku ijin bertanya,apakah kamu sudah makan ? ".Jawabku


"Owh gitu yaa,aku sudah makan koo pas aku di sekolah tadi".Jawabnya


Owh iyaa aku lupa ngasih tau kalo setiap hari sabtu itu dia masuk sekolah kalo aku itu libur,liburnya aku itu hari sabtu dan minggu lalu kalo dia itu libur dihari minggu saja,aku biasanya main bersamanya itu di setiap hari minggu yaa jadi maklum sajalah yaa.Oke aku lanjut lagi yaa,setelah aku menanyakan itu kepada dia aku dan dia berbicara dan yang bikin aku kesel ialah saat dia berbicara seperti ini kepadaku.


"Sayang aku nanya loh ke saudaraku apakah laki-laki itu harus mengerti aku menanya kepada si penti".Jawabnya dengan santai entah mengapa rasanya sakit aja mengapa dia bertanya seperti itu kepadaku yaa ? Akupun terdiam sejenak diapun menanyakan kepadaku


"sayang apakah kamu baik-baik saja ? Apakah ada kata-kata yang buat kamu kesal ? ".Jawab dia yang tidak tau perasaanku


"Sebenarnya kamu kenapa sih ? Coba cerita apakah kata-kata aku yang bisa bikin kamu seperti ini".Jawabnya yaa mengapa dia begitu pede dengan pertanyaannya itu berkali-kali,karena setiap aku menjawab aku begitu jawab seperti biasa saja dan awal dia tidak berbicara itu aku awalnya sangat bahagia karena aku telponan bersamanya karena kita tidak telponan hampir 3 hari jadi aku bahagia saat telponan bersamanya,begitu dia membicarakan soal itu aku menjawab biasa saja tidak sepertinya dia menjawab saat pertama telponan.Setelah itu,aku menjawab pertanyaannya


"Yaa aku kesal denganmu mengapa tidak menyakan hal itu kepadaku mengapa dengan saudaramu itu ? Akukan pacarmu mengapa tidak menanyakan langsung saja kepadaku ?".Jawabku sedikit kesal dengannya diapun menjawab dengan alasan dia aku kesal aku marah kepadanya karena dia menjawab bahwa aku salah paham dan salah mendengar mengapa seperti itu ? Karena si penti ini sudah punya pacar dan pacarnya itu saudara sufyana juga makanya dia ngomong seperti itu katanya aku salah paham toh dia sudah memberitahu kepadaku kalo dia menanyakan itu kepada saudaranya dan dia beralasan kalo dia nanya itu karena di suruh oleh mardi saudaranya itu dan kekasih pemti tersebut.Dan diapun menelponku terus meneruss aku tidak mengangkatnya dan akupun kasihan kepadanya dan aku menjawab telpon darinya.


"Hallo sayang,maafkan aku sayang".Jawabnya sambil menangis


"Enak banget yaa meminta maaf sedangkan aku ke merasa tidak di anggap olehmu karena kamu menanyakan al itu kepada saudaramu,terus kamu anggap aku apa ? ".Jawabku sambil marah


"Yaa teruss aku harus gimana ? ".Jawabnya dengen enteng


"Yaa gktau tanya aja sana saudara kamu".Jawabku sambil ngegas diapun begitu memohon maaf kepadaku terus menerus dia meminta maaf akupun tak menjawabnya,dan dia di suruh mamahnya entah itu disuruh apa dan dia langsung mematikan telpon itu.Dan akhirnyapun dia meminta maaf dan aku memaafkannya


"Sufyana ngga bermaksud seperti itu ko sayangg Sufyana minta maaf yg sebesar besarnya yahh maafin Sufyana sayang🙏🏻".Jawabnya sambil memohon


Dan meminta maaf berkali-kali


"sayangggg iyah sayang Sufyana salahh yang salahh sayang slaah sufyana seharusnya ngga kaya gtuu hnmm🙏🏻".Jawabnya lagi, akupun tidak bisa marah lama-lama sama dia karena kasihan dan akupun memaafkannya


"Iyaa koo udh ifaa maafin,lain kali jangan ngulangin lagi yaa".Jawabku padanya.Dan kitapun baikan,jadi gitulah biasanya kita suka seperti ituu aja ehehe.