
Bab 7
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
"Apa ada yang bisa kubantu? " tanya Alvaro.
Luvena pun menjawab "kamu bisa membantuku menaburkan hiasan pada bola-bola coklat itu bersama Ava nanti".
Madava pun mengangguk menyetujui ucapan Luvena.
Lalu Luvena mengeluarkan sebuah buku resep milik ibunya dan mencari resep bola-bola coklat, Alvaro yang melihat itu pun terkejut bahwa ibu Luvena menulis buku itu sendiri untuk Luvena, karena ibu Alvaro tidak bisa memasak dan ia selalu makan masakan para koki di rumahnya. Ada banyak sekali resep yang tertulis di buku itu mulai dari makanan berat hingga cemilan yang disukai Luvena.
Luvena pun mulai mengukur dan menimbang Bahan-bahan yang akan digunakannya.
Setelah selesai di ukur .
Mereka bertiga pun mulai membuat masakan tersebut.
Alvaro pun ikut membantu Luvena membuat bola-bola coklat tersebut.
Para koki dan pelayan yang melihatnya pun tersenyum dengan keharmonisan mereka bertiga yang seperti keluarga.
Bola2 coklat pun selesai ," akhirnya selesai "ucap Luvena Alvaro yang melihat pipi Luvena dan madava terkena coklat pun tersenyum dan membantu mereka mengelapnya. Luvena yang tersipu malu pun pipinya memerah melihat Alvaro yang sangat tampan.
Setelah memasak mereka bertiga pun kemudian makan malam bersama.
Saat ketiganya duduk di meja makan ada seseorang yang membunyikan bel rumah dan di luar terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka tiba-tiba kepala pelayan berbisik kepada Alvaro " tuan muda nyonya besar sepertinya sudah sampai di depan rumah dan akan segera masuk "." Baiklah dalam beberapa detik ibu pasti akan masuk ke sini dan berkata "Varo, ava ibu dan nenek kalian berkunjung" "ucap dan tebak Alvaro. Luvena yang mendengar perkataan itu pun tercengang bahwa Alvaro bisa menebak kalau ibunya akan berkata seperti itu.
Brak… seseorang membuka pintu ruang makan dengan kasar ,benar saja itu adalah ibu Alvaro atau nenek ava.
"Varo, ava ibu dan nenek kalian berkunjung" teriak ibu Alvaro atau nenek madava.ibu Alvaro bernama Flora Maheswari.
Flora pun melihat sekeliling meja makan dan ia melihat Luvena yang duduk di samping Ava ia mengira Luvena adalah pacar Alvaro ."wow sangat cantik,apa ini calon menantuku varo harusnya kau memberitahuku agar aku bisa membawa hadiah yang banyak untuk calon menantu ku kemari "ucap flora ,pipi Alvaro dan Luvena pun memerah mereka membayangkan bahwa mereka menikah dan berhubungan suami istri. " Ibu dia penyelamat madava dan sekaligus dokter dan pengasuh nya, tapi kalau ibu menginginkannya untuk menjadi menantu ibu aku akan mencoba melamarnya "ucap Alvaro dengan malu-malu. Di Bawah meja makan Luvena diam diam menendang kaki Alvaro, Alvaro pun hanya diam dan menahan rasa sakit. Flora yang tau kalau Luvena belum menjadi calon menantu nya pun duduk di samping Luvena dan berkata " siapa namamu gadis cantik? Apakah kamu mau menjadi menantuku walaupun mungkin anakku itu kadang berperilaku kelewatan? Bila dia Menindasmu laporkan saja pada ku oke".
Luvena pun mengangguk dan menjawab "na-nama ku Luvena".Alvaro yang melihat Luvena mengangguk di dalam hati sangat bahagia karena ia sudah menyukainya sejak Luvena menyelamatkan ava.
" Sudah bu,ayo makan malam kau pasti lelah karena pulang dari luar negeri langsung kemari,tanpa ayah" ucap Alvaro.
PS: *walaupun Alvaro dan Luvena sudah sedikit saling suka lalu pernah berpelukan,dan Alvaro pernah menggendong Luvena,tetapi keduanya belum saling mengakui kalau saling menyukai *.