The Uknown Chaos

The Uknown Chaos
Chapter 8



Di rumah kuro


"selamat atas kebebasan,gatira!!"sorak semua kecuali gatira untuk merayakan kembalinya gatira dari hukum penjaranya,gatira mendengar itu mengeluarkan air matanya lalu mengusapnya dengan tisu"aku senang ya!kak gatira kembali"ucap kuro lalu menghampiri gatira lalu memeluknya.


"oh,kuro~terima kasih"ucap gatira sambil memeluk begitu juga garu,rias,blune dan rigou ikut berpelukan"kamu gak ikut peluk,pico?"tanya shell"nanti dulu kalau mereka selesai"jawab pico lalu merekapun selesai memeluk gatira giliran pico memeluk gatira.


"syukur ya,gatira kembali dengan keadaan yang baik"ucap pico"sebenarnya buruk dulu baru kembali ke baikan"ucap gatira lalu mereka tertawa dan selesai berpelukan"selamat kembali gatira"ucap shell sambil bersalam gatira"terima kasih gimana jualannya?"tanya gatira"syukurlah laku"jawab shell sambil menjempol ibu jari"begitu ya,selamat"ucap gatira.


"gatira!sudah 6 kali ya"ucap qiaris sambil bersalam"iya,aku tahu,bagaimana jadi tukang bersih-bersih?"ucap gatira"wuh~capek benar,lihat ada orang buang sembarangan pengen nembak mereka pakai shurikenku"ucap qiaris"jangan pakai shuriken pakai jarum tajam biar gak kelihatan"ucap gatira"oh iya ya"ucap qiaris"kalian berdua jangan mulai lagi"ucap ricorn dengan muka datar.


"eh!ricorn"ucap gatira"hei~gatira,mentalmu udah baikan?"tanya ricorn sambil bersalam gatira"kalau aku bersikap normal ya berarti aku udah baikan lah~"jawab gatira"gimana perpustakaannya?"tanya gatira"yah~masih ramai lah walau banyaknya diam-diam makan"jawab ricorn.


"gatira,selamat ya kembali lagi"ucap lion"lion!apa kabar?!"ucap gatira lalu memeluk lion"baik-baik dan selalu sehat"jawab lion yang ikut peluk"gimana kebunku?"tanya gatira"kebunmu sudah aku jaga dengan baik kok"ucap lion"kuro juga ikut bantu kak lion"ucap kuro"benarkah?"tanya gatira lalu lion mengangguk.


"terima kasih kuro~"ucap gatira sambil mengelus kepala kuro"oh iya,gatira besok istirahat dulu ya"ucap lion"eh?tapi aku mau kembali berjualan sayuran"ucap gatira"kamu baru selesaikan misi dan juga kembali normal,jadi kamu harus istirahat dulu tapi saat kamu mau mulai bekerja,kamu akan diawasi oleh tura"ucap lion.


Tura yang mendengar itu kesedak air saat sedang minum lalu batuk-batuk"hah!?serius?"kaget gatira dan tura"iya,serius"ucap lion"oy lion!kamu kenapa kasih aku tugas lagi,sih!?"tanya tura dengan bisik"kan kamu tidak punya pekerjaan,jadi kamu jadi pengawasnya gatira aku dan nine takutnya kejadian itu terulang kembali"jawab lion dengan bisik.


"sekalian kamu seringlah jalan-jalan untuk kesehatan bukan hanya merawat tanaman saja"ucap lion dengan bisik"hah~baiklah,gatira kamu tidak keberatan?"tanya tura"tidak kok,asalkan kamu bisa bekerja dan saya janji akan kasih kamu gajian yang besar"ucap gatira"hm~mending setengah saja gajinya"ucap tura"tumben baik?"tanya lion"ya~setengah aja udah banyak"ucap tura.


"kak gatira,ayo kita makan bersama"ucap kuro"oh iya,udah lama aku tidak makan yang sehat-sehat"ucap gatira membuat lion dan tura kaget"emang saat dipenjara makan apa?"tanya kuro dengan wajah sedih"makan apel"jawab gatira"ih~apelkan juga sehat-sehat!"ucap kuro"ahahaha,aku tahu kok"ucap gatira,lion dan tura mendengar itu lega sambil menghela nafas.


.


.


.


.


Di ruang makan


Setelah gatira mengambil makanan lalu duduk di meja makan bersama garu,pio,rias,blune,rigou,pico,shell,qiari,dan kuro,"kak gatira mau bekerja kembali?"tanya pico"tidak,lion nyuruh aku istirahat dulu besok"jawab gatira"oh begitu"ucap pico"aku setuju sih dari lion,kalau langsung jadi K.O"ucap pio.


"kok kamu malah dukung sih?"ucap gatira"iya,ini demi kesehatan kamu"ucap pio"dih~dasar penggoda pria"ucap gatira"balik lagi tukang tsundere"batin pio dengan muka datar"nah~karena aku udah balik nanti,kalian udah berangkat aku ngecek kamar kalian masing-masing"ucap gatira membuat rias,rigou dan blune kaget saat sedang makan.


Karena gatira tidak suka tempat yang kotor atau berantakan,jika dia melihat itu maka dia langsung marah ke orangnya seperti rias,rigou dan blune yang sering dimarahin karena kamar mereka selalu saja berantakan dan juga tidak sengaja atau mungkin mengotori tempat yang baru dibersihkan oleh gatira,dan mereka kadang lupa kalau mereka kotor masuk ke pintu belakang untuk mandi tapi masih masuk ke pintu depan jadinya ada bekas kotor.


"are~kok kalian seperti kaget,padahal kita baru ketemu loh~"ucap gatira dengan aura yang menakutkan membuat rias,rigou dan blune makan mereka kurang mengenakan karena takut dari aura milik gatira.


"sudahlah gatira,biarkan saja mereka dalam besok sehari kalau tidak nanti mentalmu kembuh lagi"ucap pio"hm~baik-baik tapi,asalkan besok kalian rapihkan saat pagi-pagi"ucap gatira"tapi gatira,itu tetap saja sama"ucap qiaris"tau cuman ngingetin, kalau mereka belum rapihkan kamar saat mereka sudah berangkat,kali ini aku biarkan"jelas gatira.


Mendengar itu rias,rigou dan blune lega dengarnya"kalian dengar tidak?"ucap pio"dengar kok!"jawab mereka"kalian juga ya,rapihkan kamar kalian"ucap gatira"idih,kita udah sering rapihin tidak usah dikasitaulah"ucap qiaris dengan percaya diri"dia cuman ngingatin kita,qiaris"ucap shell"oh,tapi sama ajakan?"tanya qiaris.


"gatira itu takutnya kita lupa"ucap pico"ih,mana ada kita lupa tidak seperti mereka"ucap qiaris yang mengejek ke rias,rigou dan blune"eh,jaga omonganmu,garu"ucap garu"iya kamu jadi kena karma"ucap pio"hah?kena karma?"bingung qiaris"iya buktinya"ucap pio sambil nunjuk ke makanan qiaris.


Qiaris kaget karena ikan sarden kesukaannya tiba-tiba"APA!?KOK SARDEN QIA HILANG!?"kagetnya dengan panik lalu dia melihat sekeliling meja makan dan melihat kalau makanan milik rigou sudah habis tapi dia masih mengunyah makanan,qiaris merasa aneh kalau makanannya habis rigou selalu mengatakan makanan enak.


"rigou,kamu yang ambil sarden qia ya?!"ucap qiaris lalu rigou dengan santai mengeluarlan tulang ikan dari mulutnya"ARH!?ikan kesukaan qia!!"ucap qiaris dengan sedih karena rigou mengambil ikannya"kok kamu bisa tahu?"tanya rigou"yakan kamu tidak mengambil ikan hanya ayam saja"ucap qiaris.


"hehehe,makanya jangan ejek kami"ucap rigou lalu rias dan blune menjawab dengan mengangguk"awas ya kamu!!"ucap qiaris yang ingin mau menghajar rigou,rigou melihat qiaris berdiri dia langsung kabur dari kursi,qiaris lihat itu mengejar rigou dan pada akhirnya mereka berdua kejar-kejaran di sekeliling ruang makan.


"hahaha!lucu sekali ya hahaha"ucap kuro yang sudah makan"kuro,kamu juga ya beresin kamarmu"ucap gatira"baik kak gatira"jawab kuro dengan hormat"hahahahaha,ayo tangkap aku tangkaplah"ucap rigou"ih!!awas kamu,rigou!"marah qiaris"


"ya ampun,kok ramai sekali ya?"ucap lion yang baru masuk ke ruang makan"kak lion,qiari ngejek kami!"ucap rigou sambil menghampiri lion"apa kamu jahilin dia?"tanya lion"iya tapi,dia yang mulai"ucap rigou sambil nunjuk ke qiaris"qia hanya bilang mereka gampang lupa"ucap qia.


Lalu lion menghela nafas"haduh~kalian ini sama-sama nakal tau?"ucap lion membuat rigou dan qiaris terdiam"karena kalian sama-sama nakal ke kalian sendiri,kalian saling memaafkan"ucap lio lalu qiaris dan rigou bersalam dan berpelukan"maaf"ucap qiaris dan rigou dengan wajah agak ambek.


"hm,bagus"ucap lion,kuro melihat qiaris dan rigou sudah baikan diapun menghampiri mereka"kak qia,kak rigou ayo nonton sama-sama,kuro mau nonton burung kesatria"ucap kuro sambil menggandeng tangan ke tangan rigou dan tangan qiaris.


"yasudah,aku ikut saja"ucap qiaris"kalau gitu,ayo kita nonton"ucap rigou"kami juga mau ikut nonton"ucap rias dan blune,lalu merekapun pergi ke ruang tengah untuk menonton tv"haduh,mereka malah ninggalin piring kotor"ucap gatira sedikit marah.


"sudah,tidak apa-apa biar aku saja yang mencucinya"ucap lion sambil bawa piring kotor ke wastafel"shell mau ikut bantu"ucap shell"boleh"jawab lion"maaf,pico mau ikut mereka"ucap pico yang sudah makan"iya tidak apa-apa"ucap lion,lalu picopun pergi ke ruang tengah.


"gatira juga mau bantu"ucap gatira sambil membawa piring bekasnya ke wastafel"tidak usah repot-repot"ucap lion"ah tidak apa-apa,ini kemauanku juga"ucap gatira sambil menyalakan air keran"makasih makanannya,garu!"ucap garu yang sudah kenyang sampai 4 porsi makan"garu bisa tolong bantu kami?"ucap gatira.


"baik,garu"ucap garu lalu membantu lion mencuci piring"oh iya pio,kamar kita berantakan tidak?"tanya gatira"iya ini mau beresin"jawab pio yang sudah kenyang sambil bawa piring bekasnya ke wastafel"hm,dasar tomboy"ucap gatira"emang aku gadis tomboy"ucap pio"cih ternyata bukan ejekan"kesal gatira.


"emang kamu mau ejek pio,janganlah gatira!!"panik lion"iya-iya kamu emang selalu gitu ya ke kita,selalu menceramahi"ucap gatira"habisnya,aku takut kalian berada si jalan yang kejam!!"ucap lion dengan khawatir"emang sudah takdir kami di jalan kejam"batin gatira dan pio.


.


.


.


.


Setelah cuci piring dan sudah malam mereka pergi ke kamar masing-masing gatira yang habis mandi dia sudah pakai baju tidur sambil mengelap rambutnya dengan handuk lalu dia pergi ke kamarnya pio dan garu.


Di kamar gatira,pio dan garu


"loh kok kalian tidak mandi?"tanya gatira sambil masuk ke kamarnya"malas sih,tapi kami udah ganti baju kok dan cuciannya sudah ke emberkan"jawab pio yang sedang membaca buku komik sambil berbaring di kasur sedangkan garu sudah tertidur pulas.


Gatira melihat garu yang pulas tidur dia langsung memotretnya"muncul lagi~si suka imut-imut"ucap pio"tapi~aku sudah lama tidak melihat garu dengan wajah imut"ucap gatira"mentalmu udah baikan tapi otakmu belum baikan"ucap pio"diam kamu"ucap gatira yang masih motret garu.


"sudahlah cepat tidur supaya kamu banyak istirahatnya"ucap pio sambil nyimpan buku komik"tahu-tahu habis ini ya"ucap gatiravyang masih memotret garu yang tidur"ini orang tidak bosan-bosan lihat 'imutan' garu"batin pio lalu diapun pergi tidur.


.


.


.


.


.


Besok paginya


Kuro dan lion yang baru mau berangkat sedang bersiap-siap"kamarmu sudah dibereskan?"tanya lion"sudah!kalau tidak nanti dimarahin kak gatira"ucap kuro"hehe,kalau gitu ayo kita langsung kesana"ucap lion lalu kuro mengangguk"kalian mau berangkat?"tanya gatira yang baru masuk ke ruang tengah.


"iya,ini baru dan tura jangan lupa jagain gatira kalau dia mau keluar"ucap lion"iya-iya aku tau"bingung tura yang sedang nonton tv"kalau begitu kami berangkat"ucap lion"kami berangkat!"ucap kuro"hati-hati!"ucap gatira dan tura.


"tura nanti siang kita akan keluar jalan-jalan"ucap gatira yang sedang membersihkan debu"biar kutebak jemput kuro pulang"ucap tura membuat gatira kaget"k-k-kok tau!?"ucap gatira"ya kan,kamu ini lolicon pasti juga ingin sering bersama dia"ucap tura secara tiba-tiba kepala tura terkena sendal milik gatira.


"DA-DASAR SOK TAHU!"ucap gatira dengan malu lalu melanjutkan membersihkan debu"ba***gan"ucap tura,lalu tv ditonton tura muncul berita tentang kejadian kemarin yang dimana para korban yang terkena kebakaran tiba-tiba menjadi pulih entah bagaimana karena kejadian ini sering terjadi dan entah darimana munculnya kejadian yang aneh.


"oh~kejadian yang kemarin ya"ucap gatira"tidak kusangka mereka masih menganggap kejadian itu adalah malapetaka atau juga keajaiban"ucap tura"tapi untungnya mereka tidak bisa menyelidikinya"ucap gatira"tapi para ahli yang pasti akan menyelidikinya jadi kita harus hati-hati"ucap tura.


"eh?bukannya kita harus membunuh atau memperingati mereka kalau mereka campur kehidupan kita"ucap gatira sambil bawa pisau"ya gak gitu juga,paling kita peringati saja ke mereka dan sejak kapan kau bawa pisau?"ucap tura.


.


.


.


.


Saat rias dan kawan-kawannya sudah berangkat untuk bekerja dan sekolah,tura sedang menyiram ke pot tanaman bunga di kamar setelah selesai dia lalu duduk di kursi untuk istirahat"sekarang harus ngapain lagi?"ucap tura yang sedang berpikir untuk melakukan apa.


"cemilan"ucap tura lalu meninggalkan kamarnya untuk mengambil cemilan saat dia pergi ke ruang dapur dia bertemu pio yang mau siap-siap berangkat"mau berangkat?"tanya tura"yaiyalah,di lihat aku pakai seragam saja aku udah siap berangkat"jawab pio"ya jangan tegas lah~"ucap tura dengan wajah datar.


"oh,pio mau bekerja tumben pagi?"tanya gatira yang menghampiri mereka"ya kemarin stafnya suruh aku mulai bekerja di pagi ini,jadi aku harus cepat"ucap pio"oh iya gatira,kamu mau ini?"tanya pio sambil nunjuk ke dahinya membuat gatira memerah.


"kalau begitu alu berangkat"ucap pio sambil pergi ke garasi untuk ambil sepedanya"i-iya,hati-hati"ucap tura dengan merasa aneh atau greget kesal melihat tingkah laku juniornya"maaf ya tura,kalau mengganggu suasana penganggurmu"ucap gatira yang masih malu"kamu mau aku hajar?"ucap tura dengan kesal.


.


.


.


.


Di dapur


Tura sedang mengambil roti,selai kacang,seres cokelat dan pisau untuk membuat roti selai saat dia sedang mengoleskan selai di roti dia masih mengingat kejadian tadi membuat mengganggu pikirannya dan membuat dia dikit kesal setelah dia selesai bikin roti selai ternyata dia kebanyakan seres cokelat hingga bertaburan kemana-mana.


"ya ampun,gara-gara melamun jadinya berantakan!"ucap tura dengan panik karena takut dimarahin gatira"harus dibersih-bersih"ucap tura sambil mengambil seres yang berserekan tiba-tiba dia mendengar teriakan gatira membuat tura kaget dan langsung menuju ke asal suara gatira.


"gatira ada apa!?"ucap tura yang tiba di kamar rias,rigou dan blune"TURA!PAKAIAN DALAM LEMARI MEREKA,BERANTAKAN!!"ucap gatira sambil nunjukin pakaian kusutan akibat berantakan di dalam lemari"ya ampun!kukira ada apa ternyata kamu marah karena ini"ucap tura.


"ini?KAMU BILANG CUMAN SEGINI!?NIH LIHAT,LIHAT INI JUGA DAN INI!!"ucap gatira yang marah sambil nunjukin tura kalau semua dalam lemari mereka ternyata sangat berantakan"buset..."ucap tura"iyakan,benar-benar BUSET BANGET!!"kesal gatira.


Lalu gatira menghela nafas yang berat"karena aku sudah janji untuk tidak memarahi mereka,maka kali ini aku lepaskan tapi,kalau ini terulang awas saja ya kalian"ucap gatira sambil merahpikan pakainan rias,rigou dan blune,tura melihat gatira sibuk dia perlahan mundur untuk kabur.


"oh iya,tura kalau mau bersihin seresnya pakai sapu kecilnya ada di laci atas ke tiga pasti ketemu"ucap gatira"membuat tura kaget mendengarnya"kok dia bisa tau?!"bingung tura lalu dia melihat kalau boneka gatira ponyta,sedang berdiri di depan tura dari jauh lalu pergi"boneka bre****k"batin tura dengan kesal.


.


.


.


.


.


Di kota


Gatira dan tura sedang berjalan untuk menjemput kuro karena sudah diizinkan oleh lion"sudah lama aku tidak menghirup udara segar dari tanaman dan kotor dari kendaraan"ucap gatira"gatira,jangan mulai lagi"ucap tura dengan wajah datar"haha,maaf-maaf"ucap gatira.


"kamu ternyata masih ingat jalan ke sekolahnya"ucap tura"tentu saja,walau aku jarang keluar aku masih tetap ingat"jawab gatira lalu secara tiba-tiba gatira dengan cepat bersembunyi di belakang tura"woy!kok kamu..." "shhh..."belum selesai bicara mulut tura ditutup oleh gatira.


"bisakah kau jalan pelan-pelan,ada ibu itu depan kita"bisik gatira,lalu tura melihat ke ibu yang gatira tunjuk"oh itu ibu yang kau sebut tukang bawel?"bisik tura"iya,kalau dia melihatku dia pasti banyak ngomong-ngomongnya pada saat mau beli di tokoku"bisik gatira.


"ayo cepat!"bisiknya"katanya pelan-pelan!"bisik tura"udah gak jadi!"ucap gatira dengan cepat tura megang tangan gatira lalu berlari cepat membuat ibu itu kaget dan melihat kebelakang"aduh,tadi itu orangkah?kok larinya sangat cepat apa..."ibu itu terus berbicara dengan kebingunan"wah benar dia bawel sekali" "benarkan?"ucap gatira yang sedang bersembunyi di tiang bersama tura.


.


.


.


.


.


Di sekolah TK


Kuro sedang menunggu jemputannya atau gatira dan tura"kuro!selamat kembali!"ucap gatira yang baru sampai bersama tura"kak gatira!"ucap kuro lalu dia pergi ke gatira lalu memeluknya"aku pulang!"ucap kuro sambil meluk gatira dan gatirapun ikut meluk.


"bagaimana sekolahmu?"tanya gatira"asik sekali kami baru habis belajar sambil bernyanyi"jawab kuro"oh begitu,kedengarannya menyenangkan"ucap gatira"anu,permisi"ucap hayasa sambil menghampiri kuro,gatira dan tura"ah,kalau tidak salah kamu teman kelas kuro?"tanya gatira.


Hayasa menjawab dengan mengangguk"oh iya,kalian baru ketemu ya,kak gatira ini hayasa dan hayasa ini kak gatira"ucap kuro"salam kenal,kak gatira"ucap hayasa"salam kenal juga"ucap gatira"ngomong-ngomong dimana ibumu?"tanya tura.


"ibuku memberitahuku,kalau ibu agak telat kesini dan aku berithu ibu nanti jempunya di toko ramen"ucap hayasa"eh?toko ramen?"bingung gatira"aku dan hayasa mau makan ramen"ucap kuro"di toko mana?"tanya gatira"toko tempat garu bekerja"jawab tura.


"oh,tapi hayasa kamu sudah bilang ke ibumu mau ke toko ramen mana?"tanya gatira"jangan khawatir,aku sudah bilang ke ibu saat ketemu kuro dan pak lion"jawab hayasa"dan juga aku ingin tahu seperti apa kak garu yang kamu ceritakan"ucap hayasa"iya,kuro tidak sabar"ucap kuro"kalau begitu ayo kita ke toko ramen!"ucap gatira.


.


.


.


.


.


Di toko ramen


"selamat datang di ramen kami!oh kamu lagi ya"ucap bos ramen"ah!selamat datang lagi,garu!"ucap garu dengan senang"kuro!gatira!kak tura!terus...siapa,garu?"ucap garu"ahahaha!benarlah dia mengucapkan 'garu',ahahaha!unik"tawa hayasa.


"garu!?apa maksudmu terus kamu ini siapa,garu?"ucap garu"ahahaha masih ngomong itu lagi ahahahaha!"ucap hayasa sambil megang perut"garu ini hayasa teman kelas kuro dan hayasa ini garu tukang koki ramen"ucap kuro.


"salam kenal garu"ucap garu"hahaha,masih mengucapkannya lagi"tawa hayasa"garu~"ambek garu"oh,ada pelanggan lama yang sudah lama tidak datang ya,haha"ucap bos ramen"lama tidak ketemu"ucap gatira"jadi,kalian kesini untuk makan siang?"tanya bos ramen.


"iya tentu saja,kan ini toko makanan memangnya bapak jualan yang lain"ucap hayasa"hayasa!sopan!"ucap kuro membuat hayasa kaget"ma-maaf pak,sa-saya tidak bermaksud..."nyesal hayasa"hahaha!tidak apa-apa"ucap bos ramen.


"silahkan duduk dulu,garu"ucap garu,lalu tura,gatira,kuro dan hayasa duduk"kalian mau pesan ramen apa,garu?"tanya garu"aku mau ramen sehat lagi"ucap kuro"aku mau ramen seperti kuro juga"ucap hayasa"aku karnivor jumbo"ucap gatira.


"memangnya kak gatira predator?"tanya hayasa"sebenarnya aku ini omnivora setengah vegetarian dan setengah predator"jawab gatira"kalau kak tura,garu?"ucap garu"aku teh hangat saja,aku tidak lapar siang ini"ucap tura


Lalu tiba-tiba suara telepon milik hp tura,"ah permisi aku mau keluar,mau ngangkat telepon"ucap tura lalu dia mengangkat telepon sambil keluar toko ramen"kalau begitu,waktunya masak garu!"ucap garu.


"halo,ya ada apa pemalas?"ucap tura"ini nine bukan pemalas"ucap nine"ya sama aja dengan sifatmu"ucap tura"iya benar juga tapi seperti ejekan tau"ucap nine"tapi,itu buktinya"ucap tura"...iya-iya kamu menang"ucap nine"jadi ada apa kamu mau nelpon aku?"tanya tura.


"aku hanya tanya dimana kalian,kok lama?"tanya nine"oh,kamu telepon aku hanya khawatir"ucap tura"iya,karena lama aku jadi khawatir kalau gatira ada yang ribut gitu"ucap nine"maaf aku tidak memberitahumu,kami ada di toko ramen tempat garu bekerja"jawab tura.


"oh gitu,pantesan lama eh sekalian dong titip pesan"ucap nine"yaelah,yaudah mau apa?"ucap tura"mau ramen rasa pedas asin"jawab nine"baik,akan aku pesanin"ucap tura"ok,kamu yang bayar ya?"ucap nine"dih ogah,uangmu yang banyak berkat hac-"belum selesai tura ngomong nine ngasih uang bayaran pakai portal"nah,baru namanya rajin"ucap tura.


Lalu turapun masuk ke toko lagi"udah nelponnya?"tanya gatira"iya,itu nine dia nanya kenapa kita lama"jawab tura sambil duduk"siapa nine?"tanya bos ramen"teman kak tura,garu"ucap garu"ohiya garu,dia juga mau pesan ramen pedas asin dengan bungkus"ucap tura.


"oke pesan ramen pedas asin akan segera siap,garu!"ucap garu"garu,biar aku yang masak ya?"ucap bos ramen"baik bos,garu"ucap garu"hm!enak sekali ramen ini"ucap hayasa"garu~,senang dengarnya,garu"ucap garu.


Tura melihat mereka makan dengan nikmat dia menjadi teringat masa dia bersama lion dan ricorn.


"tura,kok kamu enggak makan ramen?"tanya gatira"dibilangin aku tidak lapar"jawab tura"sebentara kok ramenmu merah semua?"ucap tura"eh iya,jadi merah semua"ucap hayasa"ini saus tomat"jawab gatira"kebanyakan!!"ucap tura dan hayasa"kan aku sudah bilang aku omnivora"ucap gatira.


"haduh~kedepannya pasti akan kembali kacau lagi"ucap tura sambil megang jidatnya karena sudah jadi pusing"kak tiura tidak apa-apa?"tanya kuro"ah iya,tidak apa-apa"jawab tura.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...