The twins

The twins
Prolog



Bisa ngga gue berharap ngga di lahirin di dunia ini?apalagi dengan kembaran yang menurut sebagian besar orang adalah anugrah.But,tanggapan gue berbanding terbalik dengan hal di atas.Why?karena hidup gus ngga enak banget,dan ngga akan pernah enak.


                                   ~Revita Gracia Xavier~


••••••••


Deru langkah bersamaan dengan bunyi koper yang di tarik itu membuat tiga manusia itu menyunggingkan senyuman kebahagian.Namun berbeda dengan wajah cantik itu.


Dia Revita Gracia Xavier,gadis berparas cantik dengan lesung pipi manis di wajah nya.Tak ada raut yang pasti,untuk ketiga orang di depan nya itu.Rasa enggan pun sangat mendominasi diri nya saat ini.Bagaimana tidak,ia harus pulang ke Indonesia hanya karena sebuah permintaan tak jelas dari kembaran nya.


Renata Shecillia Xavier kembaran nya,yang meminta pada kedua orang tua nya agar bisa membawa Revita pulang dan tinggal bersama.Renata memang manja terlebih ia anak yang paling di sayang oleh kedua orang nya.Tak peduli dengan status yang di sandang nya,Kakak.Renata memang kakak Revita yang lahir nya terpaut tiga menit saja.


Dengan senyum mengembang,seketika lesung yang di miliki oleh Renata terukir jelas.Ia memeluk kembaran nya erat,sangat erat malah.Ia senang dengan kedatangan adik nya itu.Namun sering kali pula ia iri dengan kelebihan adiknya itu.


"Lepas!!!loe meluk gue kuat banget,mau gue mati yah?"Ucap Revita ketus


Sedangkan si pelaku tersenyum atas kelakuan nya sendiri.Ia pun melepas pelukan erat nya itu.Kedua orang tua nya malah berwajah masam atas ucapan yang terlontar dari mulut pedas Revita.


"Kamu ngga boleh bilang gitu sayang?dia itu kan kakak sekaligus kembaran kamu.Jadi wajar kalau Rena rindu berat sama kamu!"Ujar sang mamah yang mulai bersuara.


Cuek,Revita memang tak peduli dengan ocehan hambar itu.Bagi nya itu hanya angin lalu tak perlu di pusingkan.


"Bener yang di bilang mamah kamu,Rena itu kakak kamu.Jadi wajar peluk kamu yang udah lama ngga ketemu"


"Terserah"Lagi,jawaban singkat untuk ketiga orang di hadapan nya.Membuat pasutri itu mulai naik darah.


"Mah....pah.....udah dong,itu juga kan salah Rena.Mungkin Vita masih capek,jadi ngga usah di besar-besarin.Mending sekarang kita pulang"


Penangah itu tentu membuat Dave dan Rissa selaku orang tua anak kembar itu mengangguk setuju.Mereka pun tau,jika perjalanan Canada/Indonesia bukan waktu yang singkat.Terlebih anak bungsu nya itu pulang dengan keadaan TERPAKSA.


Mengapa demikian?karena Revita sendiri tak mau pulang ke Indonesia hanya dengan bujukan orang tua nya saja.Karena itulah kedua orang tua nya meminta Ibu dari Dave sebagai wali Revita di Canada membujuk nya pulang.


⬅Flash back


Salju mulai turun di Canada,sehingga perumahan di sana menyalakan tungku pembakaran.Tujuan nya tentu saja menghangatkan badan.


Revita,gadis itu masih sibuk dengan kertas di meja juga pena.Ia sangat tekun menorehkan garis garis yang ajaib nya menjadi gambar indah.Hal itu tak terlepas dari pandangan sang nenek yang tinggal bersama nya.Ia ikut duduk,mengelus pelan pucuk kepala Revita lembut.


"Mamah sama papah kamu tadi nelpon grandma,mereka bilang Rena mau sweet seventeen nya ada kamu"


Pena itu terhenti,Vita menoleh pada sang nenek yang  di cintai nya lebih dari apapun di dunia ini.Ia ikut duduk di sofa menatap mata nenek nya.


"Grace ngga mau pulang,untuk permintaan bodoh Nata dan mereka mau pisahin Grace  sama grandma"


"Grace......grandma tau kamu kecewa sama mamah dan papah.Dan grandma tau rasanya,namun mereka tetap orang tua kandung kamu"


Vita berubah pisisi dari duduk menjadi berdiri.Amarah nya mengoar seperti percikan api di dalam hati kecil nya.Sungguh inginIngin sekali rasanya Vita memecahkan barang yang mungkin membuat nya BETTER.


"Ya!!!I know that.But!......mereka pun ngga sadar kalau disini masih ada ANAK yang ngga pernah di lirik sekalipun"Amarah Vita mulai tak berbendung,takut bila nanti ia tak bisa mengendalikan emosi nya.Membuat nya berjalan masuk ke kamar.


Beberapa hari setelah perdebatan  besar itu,Vita pun menyetujui permintaan Sarah untuk pulang ke Indonesia.Sekali lagi ia tegaskan disini bila ia bukan pulang karena Dave dan Rissa ataupun Nata sekalipun.Tapi karena SARAH.


➡Flash back off


Rumah besar itu terlihat megah dan mewah,keluarga itu masuk dengan rona bahagia.Maksudnya hanya Dave,Rissa dan Nata.Sedangkan Vita,dirinya masih sibuk mendengar suara musik dari earphone milik nya.


"Vita sayang.....kamu mau makan atau istirahat langsung?"Tanya Rissa lembut.


"Tidur!!!"Ketus Vita,karena ia sendiri pun tak bisa mengelak bila matanya mulai berat untuk terus terjaga.


"Kalau gitu biar Rena yang antar Vita ke kamar ya mah,pah....good night untuk kalian "Setelah kecupan singkat di pipi kedua orang tuanya itu,Nata berjalan sebagai pemandu bagi Vita.


Di tunjukkan nya sebuah kamar yang cukup luas.Dengan tata letak yang simple namun nyaman bagi Vita sendiri.Nuasa yang kental dengan pernak-pernik ruang angkasa itu terlihat sangat kental bagi Vita.Lantai marmer,ranjang dark blue dengan aksen astronot di sana.Juga dinding berwarna biru laut.Beberpa boneka pun terpajang lengkap di sana.Berbeda dengan Vita,Nata lebih suka warna perempuan pada umumnya.PINK


"Ini kamar kamu Vit,semoga suka yah.Semua ini aku dan mamah yang nyiapin"


"Banyak omong,udah sana pergi"


"Ya udah,aku tinggalin kamu sendiri.Istirahat yang banyak biar sehat"


Jengah,merupakan perasaan yang mulai merasuk mengelilingi jiwa dan raga Vita.Tak lama,akhirnya ia bisa membaringkan tubuhnya di ranjang.Sebenarnya ia pun tak mau kasar pada Nata kakak nya.Namun bagaimana lagi,di saat Nata pun tak meminta pada kedua orang tua nya dulu untuk mengajak Vita tinggal bersama.Dan hal yang sangat di sayangkan oleh Vita adalah saat Nata sendiri NOT CARE pada nya.Bukan nya ada tanggapan bila kembar identik itu saling melengkapi dalam hal perasaan atau bisa di sebut juga kepekaan.Terlebih wajah dan tinggi tubuh Nata dan Vita hampir sama,namun Vita lebih langsing tentu nya.


"Grandma,mungkin dari mulai sekarang Vita harus ekstra menahan emosi disini.Sesungguh nya saja aku sangat rindu pada mu"Ucap Vita menatap langit-langit kamar nya nyalang.


•••••


Jangan bingung yahh gaes,di sini aku mau meluruskan sedikit hal😌


☆Revita Gracia Xavier panggilan nya Grace dari sang nenek,Vita untuk teman-teman nya.Sedangkan Renta Shecillia Xavier panggilan nya Rena bagi orang tua nya,dan Nata bagi teman-teman nya.


Jadi jangan bingung lagi yah😉


Bersambung