
Memasuki sebuah gubuk yang terlihat tua itu, nampak lah pemandangan yang tak kusangka sangka, gubuk ini begitu rapih dan bersih,tak seperti apa yang ku bayangkan dari luar.
"Kami memang sengaja membuat keadaan gubuk terlihat memprihatinkan dari luar, agar tak ada orang berniat jahat mendatangi tempat ini!!" Ucap seorang gadis yang dari tadi kuikuti.
Akupun tersenyum canggung, ucapannya tadi bagai bisa membaca isi pikiranku.
Beberapa saat kemudian, ku lihat Chyn dibaringkan disebuah kursi panjang.
"Apa yang akan kau lakukan pada Chyn??" Tanyaku pada pria yang membopong Chyn tadi,nampaknya ia sedang mencari sesuatu di laci laci kecil yang ada disana.
Tak lama pria itu menemukan apa yang ia cari,yaitu sebuah botol berisi beberapa pil yang aku tak tau pil apa itu,tapi ia segera memasukkan pil itu ke mulut Chyn,membuatku terpekik kaget.
"Hey...apa itu???pil apa yang kau berikan pada Chyn...??" Teriakku panik.
"Ck..diamalah..kau hanya mengganggu konsentrasiku..!!" Kesal si pria menatapku sangar.
Akupun terdiam.
Setalahnya ia membaca beberapa mantra sembari memfokuskan magisnya pada tubuh Chyn.
Hal itu terus terjadi beberapa saat sampai terdengar suara batuk yang berasal dari Chyn.
Heyy apa pria itu telah menyembuhkan Chyn??,batinku.
Perlahan tapi pasti, Chyn mulai membuka matanya,membuatku berlari menghampirinya dengan senang.
"Chyn..!!" Panggilku dengan begitu gembira, lalu memeluk Chyn erat.
"Lyzz.." Respon Chyn lemah.
"Ki...kita dimana??" Lanjutnya dengan tatapan bingung.
"Kau tau...ini benar benar jauh dari rencana yang kupikirkan.." Jawabku sendu.
"A..apa maksudmu??" Chyn semakin kebingungan.
"Kita kini terlempar ke Angelonia kerajaan Utara,dan aku tak tau apa kita bisa kembali.." ucapku merasa bersalah karna membawa Chyn terlalu jauh.
Meski Chyn terusir dari keluarganya yang merupakan para kesatria,tapi ia begitu mencintai Chassionia,ia bahkan tak pernah ingin pergi terlalu jauh dari sana,tapi kini..?
aku telah membawanya ke kerajaan utara, dan aku tak yakin kami dapat kembali ke Chassionia yang terletak begitu jauh dari sini.
Harapan terakhirnya adalah mencari Hanry, memintanya memberitahu isi dari gulungan rahasia, dan memintanya membantu kami pulang.
Mendengar dimana ia kini berada, wajah Chyn terlihat cukup kaget.
"Kerajaan Utara??!" Tanyanya memastikan.
Akupun tertunduk sedih.
"Maaf kan aku Chyn..aku telah membawa mu terlalu jauh..." ucapku sendu.
Chyn nampak termenung,tapi kemudian ia tersenyum.
"Tidak...kau tidak perlu meminta maaf..." ucapnya kemudian.
Ia menangkup wajah ku yang tertunduk, dan membuatku menatap netra biru lautnya yang indah itu.
"Selama ini aku tak pernah ingin jauh dari Chassionia karna aku ingin menjaganya...tapi kini aku berada disini, jauh dari Chassionia demi melindungi nya, kita ada disini untuk menyelamatkan Chassionia...dan aku sangat bahagia dengan itu.." ucapnya sembari menatapku dalam.
Aku pun tersenyum,
ya..Chyn benar,kami disini demi Chassionia kami yang sangat kami cintai.Kami harus mengetahui makna dari keseluruhan gulungan rahasia itu.
Sekali lagi aku memeluk Chyn dengan erat.Ia memang sahabat terbaikku.
"Kalau begitu kita harus segera menemukan Hanry,dan bergegas kembali ke Chassionia dengan membawa kebenaran" Ucapku sembari mengakhiri acara berpelukan kami.
"Ekhem.." tiba tiba saja suara dekheman itu mengganggu suasana mengharukan diantara aku dan Chyn.
"Hey..apa kalian sudah lupa,kalian dimana??" Tanya seorang pria yang kini sedang menyesap minumannya dengan nikmat.nampaknya ia telah menonton drama persahabatan kami sedari tadi.
Sadar akan posisi akupun tersenyum malu.
"Maaf.." ucapku masih dalam kondisi malu,sedang Chyn menatap ku penuh tanda tanya.
"Apa kata maaf itu tertulis paling awal dirumus percakapan mu denganku??" Tanya pria itu dengan nada malasnya.
Mendengarnya, aku hanya menatap cuek malas berdepat dengannya.
"Siapa dia Lyzz??" Tanya Chyn pelan.
"Dia..."
"Yang telah menolongmu dari racun burung iblis" ucap pria itu memotong ucapan ku sebelumnya.
Akupun menatapnya sebal.
"Ya dia memang menyelamatkan kita...tapi sifatnya itu begitu menyebalkan" ucapku bagai curahan hati pada Chyn.
"Sebenarnya apa saja yang telah terjadi pada kita??terakhir kali yang aku ingat,aku dikerumuni burung burung aneh dan semua seketika menjadi gelap" ucap Chyn terlihat penasaran.
"Itulah yang namanya burung iblis" ucap pria tadi menyela aku yang ingin menjawab.
"Sebenarnya burung iblis itu makhluk apa?? Kenapa ia bisa begitu berbahaya bagi manusia??dan kenapa hanya ada disini??" Tanyaku penasaran.
"Mereka adalah sejenis iblis, makhluk yang terbentuk dari magis hitam para penyihir.Iblis bukan hanya berbentuk burung,ada beberapa hewan lain yang merupakan makhluk iblis.Meraka bukan hanya ada di disini,tapi juga tersebar di beberapa bagian lain yang memiliki magis hitam kuat,karna magis hitam itulah yang menarik mereka.Tentang kerajaan Barat..sebenarnya mulai ada beberapa makhluk iblis yang masuk kesana,tapi disana magis hitam sangat lemah,sehingga makhluk iblis itu memutuskan untuk tak jadi menetap.Makhluk iblis itu bagai parasit,mereka datang dan merusak,selain itu magis hitam dalam tubuh mereka kadang memiliki efek racun bagi manusia,sehingga dapat sangat berbahaya." Jelas pria itu panjang lebar.
"Hebat..kau sepertinya sangat paham tentang mahkluk itu" ucap Chyn memuji.
"Aku hanya terlalu penasaran sehingga menggali cukup banyak informasi tentang mahkluk laknat itu" Jawab pria itu cuek.
"Baik lah...sudah cukup bahasan tentang mahkluk iblis itu...sekarang..kembali ke tujuan awal kita Chyn..dan untuk itu...sepertinya aku butuh bantuanmu lagi.." ucapku sembari menatap pria itu penuh harap.
"Heh..lihat pada akhirnya kau menbutuhkanku.." responsnya sinis.
"Hey..aku tak pernah bilang tak membutuhkan mu"Balasku menahan kekesalan.
"Seterah..." ucap pria itu malas.
"Ck...baiklah baiklah...maaf maaf...sekarang kami sangat membutuhkan bantuanmu tuan..." ucapku sedikit memohon.
pria itu menatapku datar
"Lihat kata ‘maaf’ itu sepertinya terlalu banyak dalam kamus mu" ucapnya kemudian.
"Kakak..berhenti membuat kesal kakak itu..." ucap sesosok gadis yang baru datang dari bagian belakang gubuk yang kami tempati saat ini.
"Ku rasa kita memang harus menolong mereka...terlebih mereka sangat minim pengetahuan tentang makhluk iblis..bisa sangat berbahaya bagi mereka jika bertemu makhluk itu lagi tanpa kita" ucap gadis itu membuatku tersenyum cerah.
‘Baiklah...kakaknya susah..mari kita ambil adiknya’ batinku senang
"Nah...adikmu saja berpikir baik..jadi..bagaimana???kalian akan membantu kami bukan??" Tanyaku lagi dengan tatapan penuh harap yang kubuat semenyedihkan mungkin.
Nampaknya pria itu mulai meluluh dan membuang napas kasar.
"Baiklah..."
‘Aha...ahirnya pria keras itu menyetujui nya..’ batinku begitu senang.
"Terimakasih..aku berjanji kalian takkan pernah menyesal pernah membantu kami.." ucapku yakin, yang hanya ditanggapi tatapan malas dari pria itu.
"Sekarang...kita harus berkenalan..tak mungkin kan kita terus seperti ini??" Ucapku sedikit canggung.
"Aku Bella Anastasia,kakak bisa panggil aku Ella" Ucap si gadis yang mengaku bernama Bella.
"Baiklah Ella...namamu persis seperti dirimu..cantik.." ucapku memuji, bukan bermaksud pura pura manis atau apa,tapi aku benar benar memujinya,Bella memang sangat cantik seperti namanya.
Bella\~Cantik
"Aku Elyzza Ceroline,kau bisa memanggilku Lyzza atau Lyzz.." sambungku memperkenalkan diri.
"Aku Chynra Valerie, panggil saja Chyn.." ucap Chyn ikut memperkenalkan dirinya.
Ella pun nampak tersenyum manis
"Nama kalian sangat indah kakak..." ucapnya sopan.
"Hmnt...Ella..bisa perkenalkan pria menyebalkan itu" pintaku sembari melirik jengkel pria yang sedari tadi hanya sibuk dengan buku ditangannya saja.
Ella nampak menggeleng pelan ketika melihat kakaknya itu
"Maaf...ia memang sepeti ini..dan sangat sulit mengubahnya lebih baik meski sedikit.." ucap Ella dengan senyum getir ya
"Namanya Arthur Cony, panggil saja Arthur..sikapnya memang sangat menjengkelkan...tapi akan selalu menjadi kakak terbaik untuk ku" ucap Ella dengan lembut, terlihat bulir kasih sayang di tatapan matanya itu.
Seketika aku ikut merasa kan haru yang sama, kalimat ahir Ella,membuatku teringat akan Kak Philips...yang dulu selalu menemani dan menolongku..
"Kak...aku rindu..." batinku sendu.
"Kak Lyzz...ada apa??" Tanya Ella yang seperti nya menyadari tatapan sendu ku tadi.
"Ti..tidak...aku hanya merindukan kakak ku.." jawabku jujur.
"Jadi kakak juga memiliki seorang kakak??" Tanya Ella yang membuatku tersenyum pilu.
"Ya...harusnya begitu..sudahlah kumohon jangan bahas ini...hal itu hanya akan membuatku sedih..." pintaku padanya karna memang benar aku paling sensitif jika ditanya tentang ‘keluarga’ apalagi seorang kakak.
"Oh..baiklah..maaf kan aku.." ucap Ella merasa bersalah.
"Tak apa...sekarang...apa kalian bisa menjelaskan tentang tempat ini lebih jelas..??" Pinta ku pada kakak beradik itu.
"Apa urusanmu dengan tempat ini??" Ucap Arthur malah balik tanya.
Akupun menghela napas kasar,sangat sulit terhindar dari emosi ketika harus berbicara dengan manusia satu ini,
"Karna aku perlu mencari seseorang.." jawab ku menahan kesal.
"Apa hubungannya mencari orang dengan tempat ini??" Tanyanya lagi yang membuatku tambah naik pitam.
"Hubungannya adalah aku mencari orang itu ditempat ini,itu berarti aku harus paham tentang tempat ini,agar aku bisa lebih mudah menemukannya.." jawabku sedikit tinggi karna emosi yang tak sedikit lagi bisa meledak.
"Oh.."
Hey...apa katanya barusan???!!
’Oh’ ?!hebat...pria ini sebenarnya sedang mengerjaiku atau apa.
Saat emosi ku akan meledak,tiba tiba...
"Kakak!!" Panggil Ella dengan pandangan memperingatkan kepada kakaknya itu.
Lihat...bukan hanya aku yang kesal dengan ucapan nya itu.
"Baiklah...tapi sebenarnya siapa yang kalian cari??" Tanya pria itu serius pada ahirnya.
Sebelum menjawab aku menghela napas panjang,mencoba menghilangkan emosi yang memuncak tadi.
"Hanry Raymond" jawabku kemudian.
Arthur nampak menaikkan sebelah alisnya
"Kenapa??" Tanyaku bingung dengan ekspresi Arthur itu.
"Ada urusan apa kau mencari pangeran Hanry??" Tanyanya membuatku sedikit bingung.
Hah..pangeran??
Hanry seorang pangeran??atau manusia menyebalkan ini telah salah orang.
"Ku rasa kau salah..Hanry yang kucari bukanlah seorang pangeran.." ucapku meski ragu.
"Hanry Raymond"
"Jika nama itu yang kakak cari disini maka daftar utamanya adalah sesosok pangeran ke dua kerajaan Angelonia.." ucap Ella menyakinkan.
Dan..kini aku tak dapat menyembunyikan keterkejutan ku lagi..
Bagaimana tidak,
Setahuku selama berteman dengannya dulu, Hanry adalah seorang pria biasa yang sedang pergi berburu.Kami selalu bertemu di hutan belakang istana ketika aku mencoba kabur dari tempat penuh kekejaman itu.Selama ini aku berpikir,kalau Hanry hanyalah penduduk desa kecil yang tak jauh dari hutan belantara itu.Tak ku sangka posisinya jauh dari pada yang ku kira.
"Pa..pangeran???ia seorang pangeran??" Tanyaku pelan yang entah bermaksud pada siapa.
Love dan komennya dong...mari ramaikan novel ini...^^
@purple_twilight