The Story Of The Princess

The Story Of The Princess
Bebas sebagai budak



“ Ctras…ctras…” terdengar cambukkan tanpa ampun yang menghujam sorang gadis cantik berkulit putih bersih, menggema diruang singgasana sang Raja Cassionia.


“Ayah..kumohon..hentikkan..” lirih gadis itu tak tahan lagi dengan rasa perih dan sakit yang diakibatkan cambukkan sang raja atau mungkin dengan berat hatiku katakan..ia adalah ayahnya.


Ya..yang dicambuk sang raja itu adalah putri Ellyzzabeth atau lebih mudah dipanggil Lyzza,putri kandunganya sendiri.


”a..ayah..a..ampuni aku..” lirih Lyzza lagi terbata bata karna kondisi nya yang sudah sangat parah.


Meski begitu, Ronald sang raja terus saja menghujani Lyzza dengan pecutan tanpa ampun tak mempedulikan rintihan putrinya yang hampir sekarat itu,


sampai tiba tiba seseorang menahan pecut yang hampir saja mengenai pipi mulus Lyzza dengan tangan kosongnya.


”Ayah...hentikkan ini...Lyzza hanya ingin melihat dunia luar seperti para gadis pada umumnya,kenapa ayah sampai akan membunuh nya seperti ini..” ucap pemuda gagah nan tampan yang merupakan pangeran Philips kakak dari Lyzza.


Melihat pembelaan kakaknya, Lyzzapun tersenyum samar,hatinya bersyukur masih ada keluarga yang mau membelanya dari ke tidak adilan kepercayaan konyol tentang putri tengah pembawa sial itu.


”apa apaan ini Philips..kau seorang putra mahkota yang pastinya tau peraturan keluarga Chairys tentang seorang putri yang terlahir ditengah saudara lelakinya..harus diapakan dia kau pasti tau bukan?!! Dan..dia..telah berkali kali kabur dari istana membawa kesialan itu!!Tak sepantasnya kau melakukan hal memalukan dengan melindunginya seperti ini!!” Marah sang raja Ronald


”aku tau semua itu ayah..aku tau..tapi seumur hidupku aku takkan pernah menerima ataupun membenarkan peraturan macam itu!!” Balas Philips tak kalah marah.


“Lihatlah putrimu ini ayah..dia putrimu..terlahir dari rahim ibu ratu istri sah mu..dia selalu disiksa, selalu dikurung, diasingkan..padahal ia sendiri tak tau apa salahnya..ia hanya terlahir begitu saja..tak tau apa apa..”


”cobalah ayah pikir..memangnya dia bisa memilih, ingin menjadi anak tengah, terakhir atau pertama..tidakk bukan, tidakk ia tak bisa memilih!!” Ucap Philips panjang lebar meluapkan emosinya, yang malah tak dipedulikan sang ayah dan justru kembali ingin mencambuk Lyzza.


Lagi lagi Philips menahan cambuk itu mengenai pipi adik tercintanya dengan menggenggam tali cambuk sang raja sampai darah segar kini mengalir deras dari garis luka yang diciptakan cambuk itu.


Hal itu tak hanya sekali tapi berkali kali,membuat Lizza menangis histeris melihat luka cambuk yang dalam berada di telapak tangan sang kakak.


”sudah kakak..hentikan..biar aku yang menanggung nya ini salahku bukan salah kakak..” ucapnya tak tega lagi


”tidak!!aku tak kan membiarkan kepercayaan konyol itu terus menyiksamu!!” Tegas Philips sembari menatap garang sang ayah


”Baiklah jika itu mau mu!!”


ucap raja Ronald lalu tersenyum miring


”pengawal!!” Panggilnya kemudian.


Tak lama dua orang pengawal pun datang memenuhi panggilan sang raja.


”ayah...apa yang akan kau lakukan!!” Bentak Philips sembari memasang badan berupaya melindungi Lyzza dari apa yang ayahnya akan lakukan.


”kau memaksaku melakukannya!!” Ucap raja Ronald balik membentak lalu melirik dua pengawal dihadapannya


” jual gadis pembawa sial ini sebagai budak di daerah yang jauh!! Dan ingatt..jangan sampai ada yang percaya kalau dia adalah bagian dari keluarga Chairys!!,karna dia memang bukan Chairys!!” Titah mutlak itu keluar dari mulut Ronald tanpa perasaan.


”Ayah….!!!” Bentak Philips tak terima dengan titah sang ayah.


”Philips..selama ini ayah memilih untuk menyembunyikannya..tidak membuangnya karna masih memikirkan perasaan mu dan ibumu..tapi kini ibumu sudah tiada,dan si pembawa sial ini mulai memperburuk pikiranmu, jadi kurasa lebih baik sekarang ia segera di buang dari keluarga ini!!” Ucap Ronald, membuat Lyzza yang kini sudah diseret paksa dua pengawal tambah terisak.


”Kejam..kejam..ibu..ayah sangat kejam..” rintihnya di dalam hati.


Philips berupaya merebut Lyzza dari genggaman dua pengawal itu,tapi sihir tidur yang diberikan sang raja membuatnya tak sadarkan diri seketika.


….


….


….


Kini,Lizza hanya bisa terduduk lemas di sebuah kereta kuda dengan tangan dan kaki terikat tali magis.entah mau dibawa kemana dirinya ini,ia sudah tak mau tau, paling tidak mungkin diluar sana ia bisa lebih bebas meskipun menyandang gelar seorang ‘budak’ .


”hey..aku seorang budak sekarang??atau lebih tepatnya putri yang dibuang menjadi budak karna terlahir menjadi putri ditengah pangeran??haha..lucu sekali hidupku ini..” batin Lyzza meratapi hidupnya yang sangat kejam.


-Ellyzzabeth Victory Yoriza ‘Chairys’??-


Perjalanan yang begitu panjang itu hanya diiringi ketukan dari sepatu dua kuda yang mengangkut kereta ini,diikuti dua kuda lain yang nampaknya ditunggangi dua orang pengawal yang tadi mendapat titah dari sang raja.


Berjam jam perjalanan dengan posisi yang tak dapat bergerak membuat bandan ku yang masih berlumuran luka pecutan itu menjadi semakin sakit sakitan.Beruntung ditengah perjalanan ada seorang pengawal yang sepertinya tak tega pada tuan putrinya dan ahirnya melepas tali magis yang mengikat kedua tanganku.


”aku tau kau takkan kabur tuan putri..karna ini mungkin lebih baik dari pada kau terus disiksa yang mulia raja” ucap pengawal itu lalu pergi kembali menunggangi kudanya.


Ya..ucapannya benar..aku takkan kabur..karna mungkin menjadi budak, sekarang adalah jalan terbaik untuk bisa kabur dari siksaan kejam ayahku itu.


Pada keesokan harinya,ditengah hari akhirnya kereta itu berhenti,kini kami telah sampai ditempat tujuan,tempat dimana aku akan dijual dan hilang sudah gelarku yang tabu sebagai seorang putri itu.


Beberapa saat setelah kereta berhenti, dua pengawal itu pun masuk untuk membawaku keluar dengan sedikit kasar agar terlihat bahwa aku hanyalah rakyat biasa,tak lebih.


”maafkan kami tuan putri..kami tak bisa melanggar titah yang mulia raja..” bisik salah satu pengawal itu.


Mendengarnya,aku pun tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban bahwa aku mengerti itu.


Dua pengawal itu terus pura pura menyeretku paksa sampai ke sebuah gubuk yang terlihat tua.Tentu mereka membawaku kesini bukan tanpa alasan,tapi karna inilah tempat jual beli budak yang katanya paling ramai di minati didaerah ini,mereka pikir mungkin hidupku akan lebih baik jika segera menemukan 'tuan', dan aku hanya menurut saja, mendapat perlakuan baik dari mereka saja aku patut bersyukur, tak tau diri namanya kalau aku malah meminta yang tidak tidak.


Masuk ke gubuk tua itu,nampak seorang pria paruh baya menyambut kami dengan senyumnya yang menurutku menyeramkan,ia bahkan memandangku dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti santapan lezat, “hiii..mengerikan..” batinku risih dengan tatapan itu.


”Apa gadis budak ini akan dijual tuan tuan??”


Tanya pria itu masih dengan senyum menyeramkannya.


….


....


Yuk yuk yuk..tinggalkan jejaknya biar author baru ini lebih bersemangat:)


@purple_twilight


# tugas kursus fantasi barat Novel Toon:)


aku gk tau ya..menurut editor ini bisa disebut fantasi barat atau enggak..tapi ini yang aku bisa..minta ma‘lumnya lah ya kak..masih pemula^^