
Rembulan terlihat begitu cerah malam ini,pasalnya malam ini adalah yang disebut sebut ‘Glod Moon’ sebuah siklus yang rutin terjadi setiap tahun diChassionia.
Malam ini aku dan Chyn sudah mempersiapkan segala keperluan kami untuk pergi mencari ‘Hanry’ kenalan lama ku yang kupikir ia bisa membaca keseluruhan tulisan gulungan rahasia yang kemarin kami temukan.
"Baiklah, semua sudah siap Chyn??" Tanyaku memastikan pada Chyn yang terlihat baru selesai memasukkan beberapa barang kedalam tas nya.
"Sudah..sekarang kita harus mulai perjalanan dari arah mana??" Jawab Chyn lalu balik bertanya sembari memandang bingung ke jalan setapak dihadapan kami.
Mendengarnya, akupun tersenyum penuh makna.
"Aku tidak tau...tapi kalung ini yang akan membawa kita menemui Hanry" Jawabku sembari menunjukkan kalung magis pemberian Hanry dengan yakin.
Seketika pandangan Chyn berubah sedikit cemas.
"Hmnt..kau yakin Lizz??" Tanyanya ragu
"Entahlah..tapi seperti katamu..kita coba saja.." jawabku membuat wajah Chyn makin terlihat cemas.
Dan...."Prakkk"
aku membanting kalung itu kearah batu dan seketika permata indahnya pecah menjadi beberapa bagian, dan masing masing bagian itu mengeluarkan cahaya berwarna merah delima.
Cahaya itu mengudara dan semakin lama cahaya itu membentuk sebuah lubang di udara.
Perlahan lubang itu mulai menyedot ku masuk kedalamnya, tak lupa aku segera menarik tangan Chyn agar ia ikut bersamaku.
Beberapa saat kemudian, kami dimuntahkan oleh lubang merah itu.
"Aaaaaaaa...."
Sontak kami berteriak histeris, sebab kini kami berada dikentinggian dan akan terjatuh mengenaskan.
"Chyn...gunakan mantra melayang mu...!!!" Pintaku pada Chyn yang entah dapat didengarnya atau tidak, karna angin diatas sini cukup kencang.
Bibir Chyn nampak mengucapkan mantra, tapi..tak terjadi apapun.
"Aku tak bisa memakai mantra yang baru kupelajari dalam kondisi panik seperti ini Lyzz.." Ucap Chyn dengan wajah tak berdaya.
Baiklah..kini aku hanya bisa berharap landasan dibawah sana cukup empuk agar tubuh kecil kami ini tidak hancur.
Daratan mulai terlihat, aku tak berani lagi membuka mata, kini mataku terpejam sempurna.
Dan...."Brukk"
Tunggu...ini tidak sesakit yang kukira.
apa jangan jangan aku langsung mati, sehingga tak berlama lama mendapat rasa sakit??
Berbagai pertanyaan aneh muncul di kepalaku, tapi sampai kini aku belum berani membuka mata.
"Kau mau terpejam berapa lama hah?? Apa sampai aku mencicipi bibir indah mu itu???" Ucap seorang lelaki tiba tiba.
Hey...suara siapa itu??malaikat maut?? Apa? Jelas tidak mungkin!! mana ada sejarahnya malaikat maut berpikiran mesum seperti tadi.
Batinku meracau.
Karna penasaran,akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka mata.
Dan..."Heyyy..siapa kau???" Tanyaku kaget pada seorang pria yang kini berposisi membopong ku.
Aku berusaha turun agar terlepas dari pelukan pria ini, tapi tunggu..hah!!kami kini berada di atas seokor kuda terbang..atau lebih tepatnya seekor pegasus,dan pegasus ini sedang terbang diketinggian.
Sontak aku kaget dan malah memeluk pria asing itu erat.
"Nah...!!kau takut?! Dasar tak tau terima kasih sudah ditolong malah membentak!!" Kesal pria itu.
"Em...maaf..tadikan aku tidak tau kalau kau telah menolongku.." Balasku sedikit tak enak hati.
Pria itu hanya menanggapi dengan wajah juteknya.
"Hey...tunggu..dimana Chyn..??" Tanyaku kaget karna baru teringat akan Chyn yang tadi bersamaku.
"Chyn??" Pria itu malah balik tanya,sepertinya ia bingung siapa itu ‘Chyn’.
"Chyn...temanku...gadis yang juga terjatuh bersamaku.." ucapku menjelaskan.
"Ouh..maksudmu wanita itu.." Jawabnya sembari melirik ke belakang.
Akupun mengikuti arah pandangannya, dan kulihat Chyn yang tak sadarkan diri diperlukan seorang gadis yang juga menaiki seekor pegasus.
Melihatnya akupun menghempas napas lega.
"Huh...ku kira ia telah terjatuh.." ucapku entah bermaksud pada siapa.
Sampai didaratan pria itu langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan ku turun ke daratan.
"Baiklah...bisa beritahu aku dimana ini???" Tanyaku bingung ketika melihat sekitar.
"Ini Angelonia kerajaan Utara" Jawab pria itu cuek.
Akupun melotot kaget,astaga..aku tak berpikir akan pergi sejauh ini...
"Ada apa??" Tanya pria itu mungkin karna melihat mimik kaget setengah mati ku.
"A..aku tak menyangka akan pergi sejauh ini.." Jawabku masih syok.
Wajarlah kalau aku begini,
seumur umur aku hanya pernah pergi keperbatasan kerajaan tapi tak pernah keluar dari batas kerajaan Chassionia yang merupakan kerajaan Barat.
Tapi...apa ini??kini tiba tiba aku berada di kerajaan Utara...ini gila..!!bagaimana aku pulang nanti...
Pria itu nampak tersenyum sinis.
"Aku kira kau penyusup yang menggunakan batu dimensi ilegal untuk masuk ke kerajaan ini" Ucapnya masih dengan senyum sinisnya.
Akupun menatapnya kesal
"Apa?!Penyusup?! Hey...aku menggunakan batu itu hanya karna ingin mencari seseorang...tapi aku tak pernah menyangka kalau aku bisa terlempar sangat jauh seperti ini..dan bahkan aku tak tau orang yang kucari ada disini atau tidak" Jawabku kesal
Lagi lagi pria itu hanya tersenyum sinis.
" Sebuah batu dimensi, jika ia diminta menjadi penunjuk jalan maka ia takkan mungkin salah" Ucap pria itu membuatku sedikit berpikir tenang.
Ya..paling tidak aku punya kemungkinan besar untuk bisa menemui Hanry di disini.
Tak lama dalam keadaan diam membisu, seekor pegasus lain datang, dan nampaknya ini pegasus yang tadi Chyn naiki bersama seorang gadis muda, sepertinya ia lebih muda dari ku beberapa tahun.
"Kakak...bagaimana dengan kakak ini...ia belum juga sadar sedari tadi.." Ucap gadis itu pada pria yang ada di sampingku sembari melihat pada Chyn yang terkulai lemah.
Melihat kondisi Chyn, aku segera berlari menghampirinya.
"Astaga...apa yang telah terjadi padanya..??" Tanyaku panik pada gadis itu.
"Tadi beberapa burung iblis mencoba menyerangnya, sehingga ia jadi seperti ini, beruntung aku bisa membawanya kabur dari burung burung iblis itu" Jawab si gadis sedikit lesu.
"Bu..burung iblis??" Tanyaku tak paham.
Hey...Chassionia memang negri magis, tapi beru kali ini aku mendengar ada yang namanya burung iblis.
"Kau tak tahu burung iblis??!sebenarnya dari mana kau berasal??" Tanya pria tadi tiba tiba.
"Aku berasal dari Chassionia kerajaan Barat" jawabku masih fokus pada Chyn.
"Pantas...kau begitu bodoh tentang magis.." Ucap pria itu membuatku melotot tajam.
"Hey...jaga mulut anda tuan..!!!kau tadi bukan hanya menghina ku tapi juga seluruh kerajaan Barat!!!" Bentak ku tak terima kerajaan ku di rendahkan,hasrat seorang putri Chassionia berkobar didalam hatiku.
Pria itu hanya menatap malas
"Kakak...tenanglah..kakakku ini memang begitu..mulutnya sangat sulit dijaga.." Ucap gadis tadi yang sepertinya adik dari pria menyebalkan ini.
Akupun menghela napas kasar,berharap bisa menghinlangkan emosi di kepalaku karna bagaimanapun mereka telah membantuku dan mungkin seterusnya pun begitu,hanya mereka yang kupunya sekarang,aku tak boleh menimbulkan masalah yang membuatku kehilangan mereka,pertolongan mereka saat ini sangatlah dibutuhkan.
"Maaf kan aku..."
"Sekarang...bagaimana kita menyembuhkan Chyn??" Tanyaku lemah melihat kondisi Chyn.
tiba tiba pria itu menghampiri Chyn dan membopongnya.
"Ikuti aku!!" Titah mutlak pria itu sembari terus berjalan kearah sebuah gubuk ditengah padang rumput.
Aku menatapnya ragu, tapi adiknya merangkulku dengan tatapan yang mengatakan kalau aku harus percaya pada mereka, dan itu benar, aku tak punya pilihan lain selain percaya dengan kakak beradik ini.
.....
.....
.....
Penasaran???
Terus pantengin sampai tamat....
@Ellyzzabethvictoryyorizachairys