
Semakin hari keadaan Chassionia semakin buruk.Ronald semakin menggila dengan kekuasaan nya.
Kesombongan, Kerakusannya, membuat rakyat begitu membencinya.
Pemberontakkan terjadi dimana mana,sedikit lagi...Chassionia bisa hancur.
Melihatnya Lyzza menjadi sangat sedih,
meski tak seorang rakyatpun tau ada darah Chairys yang mengalir di dalam dirinya,tapi ia merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan buruk kerajaannya ini.
sampai, suatu malam ia bermimpi,
ibunnya sang ratu yang telah tiada tiba tiba datang memeluknya sembari menangis.
” Lyzza..putriku..."
” selamatkan kerajaan kita ini nak.."
” jangan biarkan..Chassionia kita hancur..”
Ucap sang ratu dalam mimpinya itu.
Semenjak mimpi itu, Lyzza sering sekali melamun,pikirannya melayang mencari cara untuk bisa memenuhi permintaan sang ibunda.
Pada tiga hari berikutnya mimpi aneh kembali masuk kedalam tidurnya.
" gulungan...cari gulungan itu..dan ambil hak mu sebagai putri Chassionia..gulungan itu berisi kebenaran tentang kepercayaan putri tengah..selamatkan kerajaan dan keluarga kita..selamatkan Lyzza..kau harapan terakhir yang dimiliki Chassionia...” tak ada sosok siapapun, hanya gambaran sebuah gulungan kertas kuno dan teriakan aneh itu.
Lyzza terbangun seketika,peluh memenuhi tubuhnya..
"Apa..ini.."
"Kenapa aku??kenapa??" Lirihnya
Keesokan harinya,
Lyzza mulai mencari informasi tentang gulungan yang ia lihat di dalam mimpi itu,ia menjelajahi hampir seluruh perpustakaan di desa terpencilnya sampai pusat kota.
”ini yang terakhir..kalau tak ada disini..aku harus cari dimana lagi..” lirih Lyzza dihadapan sebuah perpustakaan.
Dengan penuh harap, Lyzza melangkahkan kakinya memasuki perpustakaan itu.
Pandangannya menyusuri setiap rak di perpustakaan itu,sampai pandangannya menangkap rak paling pojok yang berisi banyak gulungan gulungan aneh,seketika bibir indahnya pun membentuk sabit sempurna.
Ia mulai menggeledah setiap gulungan itu dengan bersemangat.
Jam jam berlalu...
Gulungan yang ia cari belum juga ia temukan.
” Ini gulungan terakhir..”
Dan....
”Bukan??”
Lyzzapun terduduk lemas diantara tumpukan gulungan yang berantakan.
“Kau mencari apa gadis??” Ucap seseorang tiba tiba,membuat Lyzza tersentak kaget.
Lyzzapun menengok dan melihat seorang kakek,menghampirinya.
“Aku penjaga perpustakaan ini selama kurang lebih 15 tahun..mungkin aku bisa membantumu menemukan apa yang kau cari"
Ucapnya lagi
"Hmnt...benarkah kakek bisa membantuku..??aku perlu mencari sebuah gulungan secepatnya.." jawab Lyzza sedikit ragu.
"Apa tak ada diantara tumpukkan gulungan itu??" Tanyanya melirik tumpukkan gulungan disamping Lyzza.
Lyzzapun menggeleng
“Seperti apa bentuk gulungan yang kau cari, bisa katakan padaku??” Tanya kakek itu lagi.
”Ya..tentu saja..”
” Gulungan itu berwarna kebiruan dengan ukiran rose lambang seorang putri Chassionia pada kayu penyangganya,dipinggirnya ada sedikit rumbai berwarna emas yang terlihat sangat indah" ucap Lyzza menjelaskan
Mendengar penjelasan Lyzza, mata kakek itu membulat seketika, nampaknya ia cukup terkejut dengan apa yang Lyzza cari.
” Untuk apa kau mencarinya gadis?? Gulungan itu adalah sebuah gulungan rahasia..” ucapnya kemudian
“Rahasia?? Tapi kakek mengetahui nya bukan??” Balas Lyzza berusaha mengorek informasi
” ya..tapi aku sudah bersumpah tak akan pernah memberikan gulungan itu pada orang lain kecuali seorang putri Chassionia” jawab kakek itu tegas
Lyzza pun terdiam,” haruskah aku memberitahunya" batin Lyzza ragu
" sekarang pulanglah gadis, kau takkan menemukan gulungan itu disini" ucap Kakek itu mengusir Lyzza.
” Kakek...bagaimana kalau gadis dihadapan kakek ini adalah putri Chassionia,apa kakek akan percaya??" Ucap Lyzza ragu
Seketika kakek itu melirik Lyzza tajam
" jangan coba coba berbohong!!” Bentak kakek itu membuat Lyzza tersentak
" a…aku tak berbohong..kakek…ini buktinya.." ucap Lyzza lalu menunjukkan sebuah tanda lahir di lengannya,hanya keluarga Chairys yang memiliki tanda lahir itu.
”a..apa ini??bukankah Chassionia kini tidak memiliki seorangpun putri??” Bingungnya.
Lyzzapun menghela napas dalam, ia mulai menceritakan kehidupan pahitnya lengkap dengan tujuannya mencari gulungan itu.
Kakek itu mendengarkan Lyzza dengan seksama, dari raut wajahnya ia terlihat sangat terkejut.
“Aku tak menyangka, yang mulia raja sekejam itu.” Ucapnya sendu
” ayah memang sangat kejam..ia harus segera dihentikan..oleh karena itu..beritahu aku dimana gulungan itu kakek.." pinta Lyzza penuh harap
"Gulungan itu ada di perpustakaan istana akan sangat sulit memasukinya tanpa izin khusus…" jawab kakek itu.
"Apa kakek bisa membantuku memasukinya??" Tanya Lyzza lagi
" Tidak, tapi peta ini mungkin bisa.." jawab kakek itu sembari memberikan segulung kertas.
”Ini sebuah peta jalan rahasia melalui perpustakaan itu..mungkin bisa membantumu.." lanjutnya.
Lyzzapun tersenyum senang
"Baiklah kek…terimakasih banyak..aku akan pergi hari ini juga..sekali lagi terimakasih.." ucap Lyzza sangat bahagia lalu bergegas pergi mempersiapkan penyusupannya.
-Ellyzzabeth Victory Yoriza Chairys-
Akhirnya,malam ini aku memulai penyusupan ku kedalam perpustakaan istana.
Aku tak sendiri,malam ini aku mengajak salah satu sahabat bandit ku bernama Chyn dia anggota DarkBlue yang paling akrab denganku,dan satu satunya yang mengetahui segala sesuatu tentang jati diriku,karena itulah aku memutuskan untuk meminta bantuannya menemaniku menyusup dan mencari gulungan itu malam ini.
” Kau siap Chyn??” Tanyaku bersemangat,kini kami sudah ada didepan pintu rahasia dipeta itu.
” Tentu..aku selalu siap.." jawab Chyn.
lalu kamipun mulai memasuki pintu itu dengan hati hati.
Berbagai rintangan kami hadapi,mulai dari api menyembur, sampai pedang melayang, semua itu adalah jebakan magis yang kuat.
Aku dan Chyn cukup kesulitan menghadapinya,beruntung,kami sama sama menguasai magis dengan tingkatan sedang yang jika digabungkan menjadi cukup kuat untuk memusnahkan jebakan itu.
"Chyn...awass!!” Teriakku ketika sebuah tombak hampir saja mengenai kepala Chyn.
"Oh astaga...yang satu ini cukup mengejutkan" ucapnya dengan tangan mengelus dada dan sebelahnya menahan tombak yang hampir mencelakainya itu.
Aku tersenyum melihatnya.
"Kita harus lebih hati hati!" Ucapku yang diangguki Chyn
kamipun terus melanjutkan perjalanan menyusuri lorong jalan rahasia itu.
"Sreet...” “ah..” tiba tiba saja sebuah pisau muncul dari dinding lorong itu menggores lenganku.
“ Lyzza,jangan berjalan terlalu kepinggir,jalan ditengah lebih aman” ucap Chyn sembari menarikku segera menjauhi pisau itu.
Belum sempat ringisanku dari luka itu selesai,tiba tiba duri duri tajam muncul bertebaran di tengah tengah jalan yang akan kami lewati.
"Ku rasa dalam hal ini rumus berjalan ditengah lebih aman tidak berlaku" ucap ku menatap Chyn tak berdaya.
"Baiklah...Lizz..kau siap terbang seperti burung??" Tanya Chyn dengan senyum khasnya.
”tentu…” jawabku
Chynpun mulai mengucapkan mantranya dan…kami pun mulai melayang..
"Heyy..ini berhasil..." ucapnya tak percaya
"Apa ini pertama kali kau melakukannya??" Tanyaku ragu
"Oh..tidak..aku memiliki firasat buruk tentang ini" batinku
"Ya...aku baru mempelajarinya pagi ini.." jawab Chyn senang
"E...apa kau yakin kita akan aman melewati duri duri itu dengan aman menggunakan mantra ini??" Tanyaku takut
"Hmnt...kita tak kan tau jika kita tak mencobanya.." jawabnya lalu menarik tanganku terbang melewati duri duri tajam itu.
"Heyy..Chyn..ini menyeramkan...!!" Teriakku takut
Berbeda denganku yang ketakutan,Chyn malah tertawa lepas ia terlihat sangat bahagia.
"Aaaaa.....brukk" baiklah,firasatku benar,mantra itu masih lemah dan tiba tiba saja menghilang sihirnya,membuat kami terjatuh seketika.Beruntung,kami sudah melewati duri duri tajam tadi,sehingga kami tak terjatuh diatas duri duri mengerikan itu.
"Kau harus melatih nya lebih giat lagi Chyn.." ucapku sembari memijat mijat pelan punggungku yang terasa sakit.
"Hehehe...kau benar" jawab Chyn terkekeh pelan.
…
…
…
Setia terus sampai tamat ya guys..^^
Jangan lupa tinggalkan jejak...!!
@purple_twilight