THE SIX 2

THE SIX 2
TS2 |•| Putus?!



"Oke Earth gue paham arah pembicaraan kita" ucap Afika sembari menatap jalanan di depannya.


"Kita putus" lanjut Afika menekankan kata terakhirnya sembari mengapa intens Earth yang sedang menatap pemandangan malam di depan.


Earth yang mendengar kalimat itu bagai jatuh dari tebing wkwk.. Kok aing ketawa yah? ini sedih kan? hehehe..


"Mudah mudahan ini sekedar mimpi" batin Earth yang memang hanya emosi tadi dan sekarang berharap semua hanyalah mimpi baginya.


"Terserah loh, tapi gue tetap antar loh sekarang pulang" ucap Earth dingin tanpa menatap Afika dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Selama perjalanan Afika dan Earth hanya diam membisu tanpa suara tentunya.


Sesampainya di apartemen Afika, dia hendak turun dari mobil Earth. Tapi tangannya di hadang olehnya.


"Ini hp loh" ucapnya dan langsung di ambil Afika dan meninggalkannya di dalam mobil. Setelah Afika masuk di apartemennya.


"Bodoh.. bodoh! bodoh!!!!!!!" ucap Earth yang makin lama makin tinggi volumenya sembari memukul kepalanya di setir mobilnya.


Ting...


'Earth.. makasih kebahagiannya selama 1 tahun lebih ini, yah... gua tau ending dari hubungan kita bakalan seperti ini, tapi percayalah di hati gue masih ada loh.. belum ada yang menggantikan loh. Tapi Earth, maaf gua gak bisa balik lagi sama loh. Kita mungkin hanya akan menjadi teman aja. Makasih lagi selama setahun ini dengan gue yang keras kepala, maaf juga atas kekecewaan yang gue buat. Afika'


Pesan itu membuat Earth hanya menangis sejadi jadinya di dalam mobil.


Dan Afika di dalam kamar mandi juga nangis sejadi jadinya karena kehilangan sosok yang selama ini menjadi sumber kebahagiaan dan cintanya.


🌞🌞🌞🌞🌞


Afika yang setiap paginya pergi ke sekolah dengan semangat 45 dan cerianya kini sudah hilang. Kembali ke Afika yang dulu, yang dingin, cuek, dan mode sombong. Afika berjalan dengan tangan yang terlipat di dadanya dan wajah yang menunjukkan ekspresi sombong.


Semua teman sekolah yang lewat dan menyapanya tidak di balas oleh Afika, perubahan itu menjadi tanda tanya besar bagi semua teman sekolahnya.


Seperti biasa Afika sudah ditunggu oleh 2 malaikat tak bersayap hiya hiya..


"Fika napa tuh???" Bisik Zahra ke Misbah yang tidak di jawab Misbah dan pergi mendekati Afika.


Ting..


Zahra mendapat pesan dari seseorang yang membuatnya terkejut dengan apa yang dibacanya. Dengan sigap Zahra menarik Misbah dan menuntutnya untuk membacanya.


Misbah sama terkejutnya seperti Zahra tadi, tapi dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya menjadi tenang.


Misbah dan Zahra kini sudah duduk di depan Afika dan menatap intens sahabatnya itu.


"Ikut gue" perintah Zahra kepada kedua sahabatnya itu. Afika tidak bergerak dari tempatnya sama sekali, karena keras kepalanya itu, Misbah dengan kasar menarik Afika untuk mengikutinya.


Mereka sekarang sudah berada di rooftop..


Afika masih dengan bingungnya menatap kedua sahabatnya itu yang sedang duduk di sofa rooftop sembari mengenal snack yang sempat di beli mereka.


"Kalian ngapain ajak gue kesini?" tanya Afika dengan mode dinginnya sembari melipat kedua tangan di dadanya.


Misbah dan Zahra menatap satu sama lain dan kembali menatap intens Afika, mereka mendekatinya.


"Jangan pendam sama dari kami Ifa.. Kami siap memdengarkanmu" Misbah mengucapkan nya dengan lembut dan serius.


Mendengar perkataan sahabatnya itu, mata Afika sudah berkaca kaca dan akhirnya... menangis. Dia menangis sejadi jadinya di pelukan kedua sahabatnya itu.


Setelah beberapa menit, Afika kini sudah tenang dan sedang menatap pemandangan sekolahnya dari Rooftop.


"Jadi kenapa kalian bisa putus??" tanya Zahra to the point.


Dan Afika menceritakan kepada mereka dengan detail dan yang mendengarkannya mendengar dengan seksama