
setelah mereka berhasil menyelesaikan ujian pertama ruang yg tadinya pengadilan berubah menjadi putih kembali dan terlihat pintu keluar disana. setelah mereka keluar para guru dan kelompok lainnya berkumpul untuk mendengar pengumuman apakah mereka lulus atau tidak.
"baiklah anak-anak ujian pertama kalian sudah selesai dan kini saatnya untuk mengetahui apakah kalian lulus atau tidak. sayangnya cuma ada enam kelompok yg berhasil lulus ujian. saya akan mengumumkannya sekarang beserta peringkat kelompok yg sesuai dengan penilaian para guru.
setelah guru mengumumkan peringkat enam, lima, empat dan tiga kini saatnya untuk mengumumkan peringkat kedua dan ke satu.
"peringkat kedua jatuh kepada kelompok saraaah! dan peringkat pertama diraih oleh kelompok lianaaa! selamat untuk ke enam kelompok kalian lulus ujian pertama. sedangkan untuk kelompok yg tidak lulus, jangan bersedih tahun depan kalian bisa ikut lagi dan tetap semangat.
mendengar pengumuman tersebut sarah sangat marah, dia tidak Terima berada di urutan kedua. walaupun dia merupakan keluarga tersakti no dua, tapi dia tidak ingin jadi yg kedua di dalam ujian. apalagi yg mendapatkannya adalah liana yg dia anggap sebagai musuhnya. sedangkan kelompok liana, mereka tidak menyangka bisa mendapatkan peringkat tertinggi. tapi untuk alex itu sudah biasa baginya, karena dia sudah beberapa kali mendapatkan peringkat tertinggi.
"ini tidak adil!, kenapa aku selalu menjadi yg kedua. aku tidak akan membiarkan liana menjadi yg pertama di ujian kedua maupun ketiga", ucap sarah kesal
"kau benar kita harus menyusun rencana, agar kelompok liana tidak lulus di ujian kedua", balas hani
"tapi tidak apa-apa jika kelompok liana tidak lulus, bagaimana dengan alex?", tanya karin
"aku tidak peduli, karena aku juga tidak suka lagi dengan alex. dia hanya anak yg sok hebat karena dia dari keluarga no pertama. sekarang aku akan menghancurkan mereka semua....
sedangkan samuel dan teman-temannya terlihat senang mendengar bahwa kelompok liana mendapatkan peringkat tertinggi.
disitu tidak sengaja samuel melihat sarah yg pergi sambil dengan muka yang marah. dia curiga kalau sarah akan melakukan sesuatu, tapi untuk sekarang dia tidak memperdulikan nya karena dia sangat lelah dan ingin segera istirahat.
"waaah aku tidak menyangka kelompok kita di urutan pertama", ucap bella
"iya kau benar, baru kali ini kita mendapatkan nilai yg bagus. padahal sebelumnya nilai kita sangat buruk untuk pelajaran, tapi ini malah bagus", ujar rosela
"itu artinya kalian ada kemajuan dan aku sangat senang jika kelompok kita bisa lulus. aku gak sabar untuk bisa menyelesaikan ujian dengan cepat, agar aku bisa kembali ke dunia rose gold dan bertarung melawan bibiku", ucap liana semangat
"baiklah semuanya, sekarang waktunya bagi kalian untuk istirahat. kalian akan mendapatkan no kamar di notif HP, waktu kalian disini masih ada tiga hari. nikmatilah waktu itu dengan baik, setelah itu kita akan kembali ke sekolah dan melanjutkan pelajaran untuk ujian kedua.
para guru pun pergi beserta semua murid.
*ting..... *suara notif HP pun berbunyi
"no kamarnya udah di kirim, lebih baik sekarang kita segera mencari kamar untuk istirahat", ajak liana
"ya udah, ayo....
setelah mereka menemukan kamar, mereka pun segera istirahat.
"lia, gimana kalau besok kita camping di hutan. di belakang rumah sarah kan ada hutan, kita camping di sana aja. siapa tau di sana ada peri atau binatang fantasi lainnya. ", ucap bella
"hei bella kamu gak salah, di bumi mana ada hewan fantasi. aku gak percaya itu kan cuma ada di dunia lain, kamu ini ada-ada saja", ejek rosela
"iiih kamu mah gak percaya sama aku, kalian tau gak dulu waktu aku masih kecil. aku pernah melihat rubah ekor sembilan di dalam hutan. waktu itu aku dan kedua orang tua ku pergi untuk camping bersama. saat aku ingin pergi mengambil air di sungai,tiba-tiba aku melihat rubah itu dan sembunyi di balik semak-semak. tapi gara-gara orang tua ku memanggilku dia jadi pergi dan setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. jadi aku penasaran apa yang aku lihat itu nyata atau tidak. ", jawab bella
"kalau gitu kita ke hutan aja besok, aku jadi penasaran untuk melihatnya", kata rosela
"katanya tadi gak percaya, kok tiba-tiba mau di ajak ke hutan", goda bella
"iya-iya mulanya aku memang gak percaya, tapi karena kamu pernah melihatnya. aku jadi mulai percaya kalau rubah ekor sembilan itu benar-benar ada", ucap rosela
"ya udah kalo gitu besok kita jadi ke hutan kan?", kata liana
"hmmm", ucap bella dan rosela bersamaan
keesokan harinya....
"kalian udah siap, barang yang diperlukan udah di taroh dalam tas", kata bella
"semuanya udah beres, tadi juga aku udah minta izin sama nenek kalo kita bertiga mau camping. kata nenek boleh,tapi kita harus waspada dan Hati-hati. kita kan gak tau kalo di dalam hutan itu ada binatang buas, jadi kita harus selalu waspada. tapi kalian tenang aja kalo ada apa-apa,aku akan segera hubungi nenek", jawab liana
"hmm oke", ucap bella
"kalo gitu kita berangkat aja, yuk", ajak rosela
ketika mereka ingin memasuki hutan, mereka melihat tiga orang pria yg mendahului mereka di depan. ternyata itu adalah alex dan teman-temannya.
"eeh tunggu, kalian lihat tu kok kayak kenal ya", kata bella
"bukannya itu alex dan teman-temannya ya", ucap liana
"iya bener, mereka mau ngapain masuk ke dalam hutan", ujar rosela
"mungkin mereka pengen Camping juga di dalam hutan, liat aja mereka bawa tas khusus camping sama kayak kita", kata bella
"mungkin aja ya, ya udah kita lanjut jalan aja", ajak rosela
sesampainya mereka di dekat sungai, mereka mulai memasang tenda untuk tempat tidur. setelah selesai memasang tenda, mereka mulai mencari ranting-ranting pohon untuk membuat api unggun. setelah itu menangkap ikan untuk makan siang. saat itu tiba-tiba mereka tidak sengaja melihat rubah ekor sembilan, rosela yang melihat itu ternganga karena tidak percaya apa yang dia lihat. mereka bertiga langsung bersembunyi di balik semak-semak.
"tuh kan apa yang aku bilang, kalo rubah ekor sembilan itu memang ada", bisik bella
"iya ya ternyata benar, aku sampai gak bisa berkata-kata", kata rosela
"kenapa aku merasa kalo rubah itu sama dengan rubah yang aku lihat di dunia rose gold", ucap liana heran
"mungkin rubah itu adalah rubah yang sama waktu kamu melihatnya di dunia rose gold", jawab bella
liana pun mulai memperhatikan rubah itu dengan seksama dan dia menemukan bekas luka di keningnya sama dengan rubah yang dia tolong dari perangkap hewan.