
sorenya liana pun meminta izin kepada neneknya.
"nek aku boleh gak pergi ke taman hiburan sama Teman-teman?", tanya liana
"boleh kok, tapi pulangnya jangan terlalu malam, kan gak baik anak gadis pulang terlalu malam", jawab neneknya
"ok bos hahaha...
liana dan teman-temannya pun sampai di taman hiburan, tapi mereka terkejut melihat sarah dan teman-temannya ada di taman hiburan. bukan hanya itu alex beserta teman-temannya juga ada di sana.
"kenapa sih kita harus ketemu cewek sombong itu lagi", kesal bella
"iya benar, sepertinya dunia ini memang sempit buktinya kemana kita pergi selalu ada dia", balas rosela
"udah lah gak usah dipikirkan kita disini kan untuk bersenang-senang, anggap aja mereka semua cuma angin lalu", ujar liana
"ya udah ayo.... (serentak keduanya)
liana dan temannya pun melanjutkan perjalanan mencari permainan apa yg akan dimainkan. sedangkan alex pun melihat mereka berjalan sambil menjauh dari tempatnya berada. dia pun mengikuti liana dan temannya sambil disusul oleh sarah.
"waaaah kayaknya seru deh", ucap liana melihat rollercoaster
"apa kau mau naik itu", tanya rosela
"iya aku mau", jawab liana
"baiklah kalau gitu ayo kita beli tiketnya", ujar bella
saat mereka sedang mengantri tiket, sarah juga ingin naik dan mengajak alex. awalnya alex gak mau karena dia takut ketinggian, tapi kalau dia menolak nanti dikira cowok pengecut. akhirnya dia pun mau dan menaiki rollercoaster itu.
"haaaaaaaa seru banget!", ujar liana takjub karena baru kali ini dia bermain rollercoaster, dulu dia tidak pernah mau naik itu. dia hanya merasa sedih saat melihat anak lain bersama dengan kedua orang tuanya. hal itu yg membuatnya tidak mau naik, tapi sekarang dia punya sahabat yg selalu ada menemaninya.
setelah selesai bermain rollercoaster, mereka lanjut ke tempat rumah hantu. saat mau masuk sarah menghentikan mereka.
"tunggu, waaah ternyata kalian ada disini juga", ucap sarah
"yaaaa dia lagi....
"kenapa gak suka ketemu gue....
"gimana kalau kita masuk sama-sama", kata dery
"bener tu, kalau ramai begini kan seru. gimana alex kau mau gak", balas gani
"ya udah ayo", kata alex
"kalian semua mau kan?,", tanya gani
"mau ayo", jawab bella dan rosela
"mau dong", jawab sarah dan temannya
saat mereka mulai masuk ke dalam, liana tampak ketakutan. alex melihat itu dan mulai berjalan di belakangnya, untuk memastikan keadaannya. saat mereka ingin masuk lorong, Tiba-tiba lampu padam membuat merek semua panik dan ketakutan. alex dan liana terpisah dari rombongan, mereka berdua masuk ke arah kanan dan rombonganny ke kiri.
saat lampu sudah menyala, liana dan alex terkejut karena mereka tidak tau kalau sudah terpisah dari rombongan.
"aduh yg lain mana ya pasti tadi aku salah masuk lorong", ujar liana takut
"kamu gak usah takut, aku akan mencari jalan keluarnya", kata alex
"oh iya sebelumnya kita tidak pernah kenalan, cuma berpapasan sebentar saja. kenalkan aku liana", kata liana mengulurkan tangannya
"aku alex", jawabnya dingin
Tiba-tiba kaki liana terpeleset dan akan jatuh, untung alex langsung menangkapnya. liana pun jatuh kepelukan alex, mereka saling bertatapan satu sama lain. lama mereka bertatapan hingga suara teman-temannya menyadarkan mereka berdua dan langsung melepaskan pelukannya. sedangkan teman-temannya masih mencari mereka berdua.
"kamu gak papa", tanya alex
"aku gak papa kok tadi lantainya agak licin, makasih ya udah nolongin aku", jawab liana
"aduh ada dimana alex dan liana ya", kata dery khawatir
"liana kamu dimana!", teriak rosela
akhirnya mereka pun bertemu di luar.
"alex kalian gak papa kan?", tanya gani
"kami gak papa kok, tadi cuma tersesat sebentar", jawab alex
"beneran gak papa?hei cewek caper lo ngapain aja tadi saat sama alex, tadi pasti kamu cari kesempatan kan untuk dekat sama alex...
"dengar ya sarah liana itu bukan cewek kayak lo yg suka cari kesempatan dalam kesempitan...
"ah udah lah ngaku aja ya gak sarah", ejek karin
"bener tu apa kata sarah, lo gak usah ngeles", balas hani
"udah ya sarah cukup!lo selalu saja berpikir yg bukan-bukan tentang orang", ujar alex
"tau, bilang aja lo cemburu kan kalo alex deket liana", bela dery
"udah lah lebih baik kalian pulang aja", ucap gani
"alex lo itu kenapa sih semenjak ada cewek ini lo berubah", ujar sarah kesal
"bukan aku yg berubah tapi kamu, saat kita masih kecil kamu itu gak kayak sekarang. kamu seperti sarah yg gak ku kenal", ucap alex
sarah pun semakin kesal dengan perilaku alex yg terus menyalahkannya. sedangkan liana mengajak teman-temannya untuk pulang karena sudah larut malam. dia takut kalo neneknya mencarinya karena di sudah janji untuk tidak pulang terlalu malam.
"rosela, bella kayaknya udah larut malam, kita pulang aja yuk?", ajak liana
"ya udah ayo....
"dery, gani ayo kita pulang", kata alex
"ayo....
"alex tunguiiiin!", kejar sarah
besoknya seperti biasa liana masuk sekolah dan belajar seperti biasa. hari demi hari berlalu hingga perkembangan liana menguasai kekuatannya semakin cepat. setelah liana bisa mengendalikan kekuatannya, walaupun belum sepenuhnya. tapi dia sudah bisa mengendalikannya tidak seperti waktu itu. hingga tiba saatnya kedatangan tiga murid baru dari Jepang dan masuk ke kelas liana. ternyata salah satu dari murid baru itu merupakan cucu dari sahabat neneknya liana.
"eh dengar-dengar hari ini sekolah kita kedatangan murid baru dari Jepang lo. iya katanya mereka itu sangat tampan, sebentar lagi mereka akan sampai. aku harus terlihat cantik di depan para cogan itu.....
"liana kamu tau gak, kalau sekolah kita kedatangan murid baru dari Jepang", kata rosela
"sudah, tadi nenek sempat bilang dan katanya salah satu dari mereka merupakan cucu dari sahabat nenek", ucap liana
"waaah bagus dong kalau begitu, kita bisa kenalan sama mereka. katanya mereka sangat tampan", ujar bella
"kalau cogan aja kalian cepet, tapi kalau belajar kalian mengeluh", ujar liana menggoda
"iiih apaan sih gak gitu la kita cuman bosan aja kalau belajar, tapi karena mereka masuk ke kelas kita aku jadi semakin semangat untuk belajar. aku bisa memandang wajah mereka sepuasnya.....
tak berapa lama mereka pun sampai dan masuk ke kelas liana. banyak murid cewek yg takjub melihat mereka semua, membuat kelas bising.
"dengar semuanya kita kedatangan murid baru dari Jepang, ibu minta tolong agar kalian bisa berteman dengan mereka. silakan perkenalkan nama kalian masing-masing. mereka pun mulai memperkenalkan diri.
"kenalkan namaku angga...
kenalkan namaku samuel...
kenalkan namaku bara...
setelah mereka memperkenalkan diri masing-masing, ibu guru menyuruh mereka duduk dan memulai pelajaran mengajar.