The Power Of Light

The Power Of Light
Episode 6



setelah selesai pembagian kelompok liana dan juga teman-temannya pergi ke rumah liana.


"waaah rumah kamu besar sekali ya, aku sampai gak nyangka", ucap bella takjub


"iya benar, aku baru pertama kali melihat rumah semewah ini", balas rosela


"kalian ini terlalu memuji rumah ku, ini adalah rumah kedua orang tuaku jika mereka tinggal di bumi...


"jadi kamu dan kedua orang tua mu sering ke bumi?", tanya bella


"iya benar, dulu waktu aku kecil, ayah dan ibu selalu mengajak ku ke sini. agar aku bisa mengenal dunia lain....


"jadi karena itu kau terlihat seperti orang yang berasal dari bumi, padahal kau berasal dari dunia lain.....


"sehingga kita tidak menyangka kau adalah putri dari Kerajaan rose gold", jawab rosela


"ya begitulah, orang tua ku sengaja melakukan itu semua karena mereka tau suatu saat nanti akan dibutuhkan....


saat mereka sedang asyik mengobrol, nenek liana datang dan bergabung dengan mereka.


"waaah sepertinya kalian sangat akrab, dilihat dari obrolan kalian yang seru....


"iya itu benar kepala sekolah, walaupun kami baru berteman beberapa bulan. kita sudah seperti saudara...


"itu bagus, saya senang mendengarnya. kalian lanjutkan saja, saya mau ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman. kasihan kalau tamu gak di beri cemilan atau minuman. apalagi itu teman kita sendiri kan?


"iya benar nek, mau aku bantu...


"udah gak usah kamu ngobrol aja sama mereka, kalau gitu nenek tinggal ya....


"hmmmm


setelah Elisa pergi mereka pun melanjutkan obrolannya. tak lama ponsel mereka berbunyi dan ternyata itu adalah notif pesan tugas dari bu villa. saat pembagian tugas mereka harus menyelesaikan tiga macam ujian. ujian pertama adalah keadilan, mereka akan di uji dengan menjadi hakim untuk menyelesaikan masalah. ujian kedua adalah kekuatan, mereka harus mencari kristal suci yg sudah di sembunyikan oleh para guru. ujian ketiga adalah kerja sama, mereka harus membantu Orang-orang yg ada di dunia lain untuk membuat acara festival masing-masing dunia. tapi mereka tidak di beri tau apa saja tugas mereka, yg mereka tau adalah ujian pertama itu keadilan, ujian kedua itu kekuatan dan ujian terakhir itu kerja sama.


"besok kita disuruh untuk kumpul di aula sekolah dan akan diumumkan apa saja tugas kita", ujar liana


"berarti besok kita harus bisa lulus ujian pertama", ujar rosela


"mhhhh, mereka mengangguk bersamaan


keesokan harinya semua murid berkumpul di aula dan kepala sekolah pun mulai berbicara.


"selamat pagi semuanya, hari ini adalah ujian pertama kalian semua. kalian harus pergi ke rumah tuan philip, yg tak lain rumah ayah dari seorang siswi sekolah kita yaitu sarah karena ujian itu akan diadakan di rumah sarah. kalian mengerti semuanya!


"mengertiiii!


"baiklah silakan kalian segera menuju ke sana dan kami sudah menyiapkan mobil untuk masing-masing kelompok....


sarah yg mendengar itu sangat senang karena dia bisa memamerkan rumahnya yg mewah.


semuanya pun mulai mencari di mana mobil mereka, mereka melihat logo kelompok masing-masing. logo kelompok liana adalah rose gold, setelah semuanya menemukan masing-masing mobil. semuanya langsung berangkat menuju kediaman sarah.akhirnya mereka pun sampai di rumah sarah.


"waaah rumah sarah sangat besar dan mewah ya. iya benar tak heran jika keluarganya berasal di urutan nomor 2. benar-benar mewah sekali, baru kali ini aku melihat rumah seperti istana", ujar beberapa murid


"semua murid terlihat takjub dengan rumah sarah, padahal menurut ku ini tidak terlalu besar daripada rumah liana", ucap bella


"iya benar, mereka belum melihat rumah liana yg sangat besar dan mewah dan mungkin ukurannya berhektar-hektar", balas rosela


"sudah-sudah, lebih baik kita masuk", ujar liana


sarah yg melihat para murid takjub pun merasa sangat senang, karena dia bisa menunjukkan rumahnya yg mewah.


semua kelompok mulai masuk satu persatu, dan giliran kelompok liana yg akan masuk.


"sekarang giliran kita ayo masuk", ujar alex


semuanya mengangguk.


ketika mereka masuk semuanya jadi putih dan tak lama langsung berubah menjadi ruangan pengadilan. mereka semua terkejut dan heran ketika seorang Jaksa berbicara kepada mereka.


"silakan para hakim untuk bisa memulai pembukaan pengadilan hari ini, "ujar sang Jaksa


liana dan yg lainnya pun mulai mengerti dan mengikuti arahan dari Jaksa. alex pun memberi isyarat kepada liana untuk memulai pembukaan pengadilan.


"baiklah untuk pengadilan hari ini bisa kita mulai dan kepada penuntut dipersilakan untuk menjelaskan kejadian....


"begini, waktu saya di toko anak ini tiba-tiba mengambil roti dan saya langsung mengejarnya. saya ingin anak ini dipenjara agar tidak terulang lagi kejadian pencurian ini. dia pantas untuk berada di dalam penjara!", ucapnya marah


sedangkan gadis kecil itu hanya bisa diam dan menangis.


"saya ingin agar hakim mengambil keputusan untuk memenjarakannya....


lalu semua orang yg ada di pengadilan tersebut setuju dengan ibu itu.


"bagaimana ini, sepertinya kita harus berdiskusi untuk bisa menyelesaikan masalah ini", ujar alex


"kami ingin meminta waktu sebentar, agar kami bisa berdiskusi dan mengambil keputusan untuk masalah ini, ujar rosela


mereka semua setuju dan liana beserta lainnya pun mulai berdiskusi.


"bagaimana ini , apa yg harus kita lakukan?", ucap dery bingung


"kalian ingat yg dikatakan oleh bu sari, kita harus bisa adil dalam mengambil keputusan", ucap liana


"coba kalian baca kertas ini, disini tertulis kalau masih banyak warga yg mengalami kelaparan dan kehausan. padahal pemerintah sudah memberikan bantuan bagi orang yg tidak mampu, tapi bagaimana masih ada yg kelaparan. ini sangat aneh....


"ini berarti bantuan itu tidak sampai kepada mereka yg membutuhkan. Jangan-jangan bantuan itu di ambil oleh pihak yg tidak bertanggung jawab sehingga mereka tidak tau jika ada bantuan dari pemerintah selama tiga tahun. dan mereka tidak mau menerima fakir miskin itu untuk bekerja", ujar alex


"berarti kita bisa mengambil keputusan dari bukti-bukti yg ada", ucap bella


gadis kecil yg terlihat sedih sudah pasrah jika dia akan dimasukkan ke dalam penjara.


"baiklah semuanya, kami sudah mengambil keputusan. keputusan tersebut adalah anak kecil ini tidak bisa di penjara", ucap liana


gadis kecil itu pun terkejut atas apa yg dia dengar karena selama ini tidak ada yg membelanya, jadi dia pikir hakim akan memutuskan untuk memenjarakannya. semua orang yg berada disitu pun terkejut dan tidak setuju atas keputusan para hakim.


"apa-apaan ini kalian tidak bisa seperti itu, anak ini harus di penjara. dia masih kecil saja sudah berani mencuri apalagi kalau sudah dewasa mau jadi apa dia!"ucap Ibu itu sangat marah


"tenang semuanya, kami belum selesai berbicara. ini semua juga kesalahan para warga, kalian mau memberitahu jika mendapat bantuan dari pemerintah bagi fakir miskin", ucap gani


semua orang langsung terdiam mendengar penjelasan hakim.


"kalian sengaja tidak memberitahu mereka yg susah tentang bantuan dari pemerintah. bahkan kalian semua tidak mau menerima mereka untuk bekerja di toko kalian", ujar liana


"anak ini tidak bisa dipenjara dia masih terlalu kecil, tapi sebagai hukuman karena dia telah mencuri izinkan dia untuk bekerja ketika dia dewasa dan bisa membayar roti tersebut. sedangkan untuk semua warga kalian akan kami adukan pada pemerintah atas pertanggungjawaban kalian atas apa yg kalian lakukan selama tiga tahun ini", ucap alex


"dengan diambilnya keputusan, kami menutup persidangan ini", ucap liana


ketukan palu pun terdengar tiga kali yg artinya pengadilan pun ditutup.