The Power Comes From Sky

The Power Comes From Sky
Prolog



Dulu dunia dipenuhi peperangan, bangsa-bangsa, suku, ras, kerajaan-kerajaan, kaum-kaum saling berperang dalam menandingi kekuatan serta mengambil haknya. Mereka berperang, bertarung mati-matian hingga mengorbankan nyawanya. Sehingga itu membuat suatu kehilangan bagi orang-orang yang ditinggalkannya. Rasa sedih, sakit, menyayat hati, tangisan, penyeselan, kekecewaan menghampiri.


Melihat dunia yang sudah fana selama lebih dari ribuan tahun, justru merusak keindahannya. Tempat yang semula damai menjadi suram, orang-orang yang terdiri dari rakyat jelata, prajurit, serta pejuang tak sanggup dan tak ingin merasakan ini lagi. Hingga mereka memohon dan berdoa pada dewa untuk tempat yang lebih baik, hingga suatu ketika ada sekeumpulan manusia terang benderang dari atas langit, mereka menyebutnya orang-orang bulan yang turun ke bumi. Namun mereka hanya mengangkat para pejuang yang mampu bertempur, entah apa alasannya? Justru ini membuat penasaran.


Mereka terbang ke atas langit dengan ribuan jumlahnya, orang-orang itu meninggalkan orang-orang yang dicintainya entah keluarga, teman, orang-orang terdekat dan dikenalnya. Fenomena itu disebut kejadian pengangkatan langit. Hingga tertulis dalam sastra kuno, yaitu para mereka terangkat dari orang-orang misterius bercahaya dan dibawa menembus langit. Sastra tersebut ditulis oleh orang yang masih belum diketahui identitasnya.


Cerita itu memang menjadi hal yang cukup bisa mengisi kepercayaan sebagian orang akan tentang hal yang berkaitan dengan orang-orang bulan. Seorang wanita yang sangat cantik yang mencintai tuan samurai itu, selalu melihat ke arah bulan, berharap dia kembali, dia ingin dibawa bersamanya ke bulan. Wanita itu terus memohon dan berdoa namun tak ada pengaruh apa pun. Sampai hingga dia tua dan tak mempunyai pasangan.


Orang-orang bulan hidup secara suci, tak ada yang namanya kesedihan, kesukaran, kesakitan, kesulitan, penderitaan. Di sana adanya kebahagiaan, orang-orang menganggap kehidupan mereka stabil, kehidupan yang amat jauh berbeda dengan di bumi. Orang-orang bulan sebelumnya adalah malaikat, mereka juga ahli dalam bertempur. Kemudian mereka pindah ke bulan dan hidup di sana. Sampai suatu ketika hidup berdampingan dengan para manusia. Yang ingin kehidupan damai tanpa perasaan emosi yang bercampur aduk. Sebagian manusia dari mereka adalah orang-orang yang kehilangan dan sebagiannya lagi adalah orang yang tak ingin melihat penderitaan di dunia ini, sebelum dia melihatnya atau mengalaminya. Para manusia tetap saja masih bertempur dan menghancurkan bangunan-bangunan dan menimbulkan kesedihan yang tiada tara. Bahkan kesulitan yang terus bertanding membuat tertekan, emosional satu sama lain. Hal inilah yang tak disukai oleh orang-orang bulan dan mereka justru menghindarinya. Dunia sudah hancur, namun tidak sepenuhnya. Kebaikan dan keburukan bercampuk aduk di bumi ini.