The Perfect Love

The Perfect Love
Berangkat ke pesantren



Hari hari Aisyah dilalui di rumah dengan menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke pesantren. Hari Minggu pun tiba, keluarga Aisyah sedang bersiap untuk pergi mengantarkan Aisyah ke pesantren. mereka bersiap siap dari pagi karena memang perjalanan menuju ke kota B cukup jauh hampir menempuh jarak sekitar 3 jam perjalanan. setelah bersiap siap mereka langsung menaiki mobil yang sudah ketinggalan zaman. Meskipun begitu,mobil itu milik pribadi dan masih bisa di gunakan.


di sepanjang perjalanan Aisyah terus saja memeluk uminya seperti enggan berpisah dengan uminya walaupun itu untuk menuntut ilmu.


"Aisyah pasti kangen sama umi,sama Abi" kata Aisyah dengan sendu nya,karena ini adalah untuk yang pertama kalinya Aisyah berpisah dengan keluarganya.


"umi sama Abi juga pasti kangen sama kakak. Tapi kakak gak boleh patah semangat sayang, meskipun kamu jauh dari kami tpi percayalah kami akan selalu mendukungmu" kata umi menyemangati Aisyah.


"bener tuh kak" tambah Abi


"iya umi,Abi makasih ya udah nyemangatin Aisyah" kata Aisyah


"iya sama sama sayang....kamu mendingan tidur perjalanan masih jauh loh..tuh adek kamu aja udah tidur kayaknya." perintah ini


"iya si adek dari berangkat juga udah tidur dia mhh..." terang Abi karena Adnan duduk di sebelah kursi kemudi,sedangkan Aisyah dan uminya duduk di kursi penumpang karena kemauan Aisyah tak ingin jauh dari uminya.


"kalau gitu Aisyah tidur ya umi,Abi..." Aisyah minta izin karena sudah ngantuk.


"iya sayang". jawab umi.


setelah itu Aisyah terlelap,,tak lama uminya juga menyusul Aisyah ke alam mimpi sambil memeluk Puteri nya itu....dan Abi hanya fokus mengemudi.


tiga jam berlalu akhirnya mereka sampai di pesantren.


"eh,,udah sampai ya bi...." kata umi yang baru bangun sambil clingak clinguk melihat sekeliling.


"udah dong mi....udah dari tadi Abi nungguin umi" jawab Abi yang bohong,Abi memang seneng kalau ngerjain umi.


"ih ya ampuuuun abii....kenapa gak bangunin umi sih...maaf ya udah buat Abi nunggu dan maaf juga karena gak nemenin Abi di sepanjang perjalanan ..Abi pasti boring plus capek yaaa..nanti kalau sampe rumah umi pijitin Abi deh.." kata umi panjang lebar karena merasa bersalah.


"ih ya ampuuuun umiii....Abi kan cuman bohongin umi....hahahhahahahaha" candaan Abi yang meniru gaya umi tadi.


"Abi nyebelin ih"..ketus umi


"maaf umiii....hanya bercanda" kata Abi yang memang suka bercanda meskipun umurnya sudah tua.


"kebiasaan hmm" kesal umi


"hehe....tpi jdi kan nanti mijitin" kata Abi dengan wajah tak berdosa nya.


"GAK" umi memalingkan wajahnya dari Abi


"ih segitunya ke Abi" goda umi


"bodo" umi yang terus kesal langsung membangunkan anak anaknya untuk segera turun...


"kak bangun kak udah sampe" umi membangunkan Aisyah.


karena merasa pundaknya ada yang nepuk nepuk Aisyah mengerjapkan matanya terbangun"sudah sampai ya umi" kata Aisyah sambil mengucek ngucek matanya


"iyaaa ayo turun,bangunin adek kamu tuh .." pinta umi


"iya umiii" jawab Aisyah


"dek bangun dek udah nyampe.." Aisyah menepuk nepuk pundak Adnan agar Adnan bangun...


Adnan terbangun dan mengucek matanya..


"hoaaaaammmm....udah sampe ya kak" tanya Adnan yang masih ngucek matanya.


"udahh ayo turuuun" paksa Aisyah


"iya iyaaa" Adnan pasrah...padahal dia masih ngantuk.


sesampainya di depan rumah yang lumayan besar,rumah pemilik pesantren tersebut,mereka mengucapkan salam


"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..." salam mereka serentak.


yang ada di dalam rumah tersebut membuka pintu dan menjawab salam..


"waalaikumussalaam warahmatullah...." jawab yang membukakan pintu


"eeeeh pak ru'yat ya.....mari,mari...masuk" ajak yang membukakan pintu yang memang sudah mengenal abinya Aisyah.


"iya....ayo mi,anak anak masuk .." ajak abinya Aisyah


"iya ayok..." jawab umi


mereka beriringan masuk ke dalam rumah ,,


"abii ada pak ru'yat beserta istri dan anak-anaknya" kata yang tdi membukakan pintu yg ternyata adalah ustadzah Halimah,istrinya ustadz Zainal.


"eeeh masyaallah...pak ru'yat gimana kabarnya pak.." sapa ustadz Zainal sambil memeluk dan menyalami abinya Aisyah yang memang ustadz ru'yat dan abinya Aisyah sudah sangat akrab karena dulunya kakak Aisyah pun mondok di pesantren ini.


"Alhamdulillah tadz...ana baik..pak ustadz gimana?"..abinya Aisyah menyapa balik


"Syukron Alhamdulillah...mari....mari duduk.." jawab ustadz..


mereka duduk di sofa,, ustadzah Halimah menyuguhkan minuman dan makanan kecil di meja.


"mari di minum...seadanya.hehe" tawar ustadzah ramah


"aduuuuh ibu ustazah... terimakasih maaf merepotkan..." kata umi yang merasa merepotkan..


"tidak apa Bu Aini....malahan saya senang kedatangan keluarga Bu Aini...." jawab ustadzah dengan sangat ramah dan di balas dengan senyuman dari uminya Aini..


"baiklah pak ustadz....maksud dari kedatangan kami kesini adalah untuk menitipkan anak perempuan kami yang ini" abinya Aisyah memulai percakapan sambil menunjuk Aisyah...


"Aisyah sudah lulus dari sekolah SMA dan ingin melanjutkan studinya di sini sambil mondok,,, tujuannya ingin menambah wawasan tentang agama dan membentuk karakter menjadi seorang yang lebih mandiri" sambung abinya Aisyah


"oh jadi begitu.....tapikan pak ru'yat tahu di pondok ini para santri tidak di perkenankan untuk membawa hp ataupun alat komunikasi lainnya sedangkan Aisyah yang ingin melanjutkan kuliah dan pasti nantinya akan sangat membutuhkan alat alat tersebut" jelas pak ustadz


"saya mohon kesediaan anda untuk menerima anak saya tadz" kata Abi Aisyah


"hmmm baiklah,,untuk alat komunikasi dan informasi harus di pegang oleh pihak pesantren jika tidak sedang di butuhkan agar tidak menggangu belajar di pesantren ini..." jelas ustadz


"iya ustadz terimakasih,,,saya janji hal yang bisa mengganggu prose belajar di pesantren tidak akan terjadi.." kata abinya Aisyah


"baiklah...." kata ustadz


tidak terasa mereka ngobrol...waktu sudah menunjukkan waktu Dzuhur...para lelaki bergegas pergi ke masjid untuk shalat berjamaah,,,sedangkan para perempuan shalat berjamaah di rumahnya ustadz Zainal.


usai shalat berjamaah keluarga Aisyah berpamitan untuk segera pulang...mengingat,perjalanan yang cukup jauh jdi mereka memutuskan untuk segera pulang.


"ustadz saya percayakan Puteri saya pada ustadz....saya yakin ustadz akan mendidik Puteri saya dengan sangat baik....jika dia melakukan kesalahan...maka jangan segan segan untuk menghukum nya" jelas pak ru'yat


"iya pak ru'yat...itu sudah kewajiban saya sebagai pemimpin pondok pesantren ini." jawab pak ustadz


"saya lega mendengar nya....kalau begitu kami pamit dulu" pamit pak ru'yat


"apa tidak sebaiknya nginep saja disini pak ru'yat" tawar pak ustadz


"tidak.... terimakasih...besok saya harus ngajar di sekolah pak ustadz" pak ru'yat menolak secara halus karena memang dia harus menjalankan tugas nya sebagai guru di sekolah.


"baiklah kalau begitu....lain kali pak ru'yat nginep disini ya" jawab pak ustadz


"insyaallah ustadz...." kata pak ru'yat


"kalau begitu kami semua berangkat sekarang" sambung pak ru'yat sambil memeluk dan menyalami ustadz Zainal


"iya hati hati...dan sering seringlah mampir kesini" kata pak ustadz


"insyaallah tadz...." kata pak ru'yat yang di balas senyuman oleh pak ustadz


"kak Abi,umi,dan adek pukang dulu ya....nurut sama pak ustadz...jangan nakal" nasihat Abi sambil memeluk Puteri nya.


"iya abii hati hati ....Abi jaga kesehatan yaa.." Aisyah mengeratkan pelukannya....ingin sekali ia menangis tapi tetap dia tahan


hingga Abi pun melepaskan pelukannya dan di gantikan oleh umi...umi memeluk Puteri nya sangat erat dengan menangis tersedu-sedu hingga Aisyah pun yang tadinya tangisan ia tahan jdi lolos begitu saja...


"huhuhuhu .... belajar yang baik ya nak,umi percaya sama kamu" kata di sela sela tangisannya


"iya umii... Aisyah gak akan kecewain Abi dan umi" Aisyah menyeka air matanya dan melepaskan pelukan uminya.


"aku pasti kangen kamu kak" kata Adnan sambil memeluk kakaknya


"kakak juga pasti kangen sama kamu dek....jagain Abi sama umi ya..jangan nakal" kata Aisyah melepaskan pelukannya


"iya kak....di rumah pasti semakin sepi hmm.." kata Adnan


"iyaaa" kata Aisyah


"ya udah kalau gitu kami pergi ya.. assalamualaikum!" kata Abi dan langsung memasuki mobilnya


"waalaikumussalaam...hati hati" jawab Aisyah bersama sama dengan ustadz dan ustadzah.


"iyaa" jawab Abi dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.