The Perfect Love

The Perfect Love
Bimbang



suara ketukan pintu mengagetkan seorang gadis yang duduk termenung di atas kasur menghadap jendela yang menampakkan hujan di sore hari..


"tok tok tok, assalamualaikum ka Aisyah...ka.." salam Adnan adiknya Aisyah yang mengetuk pintu kamar aisyah, memang di keluarga ini salam sudah menjadi bagian yang harus diucapkan ketika memasuki ruangan atau bertemu seseorang karena memang sudah seharusnya kan..


"waalaikumussalaam... sebentar" jawab Aisyah sambil berjalan ke arah pintu. Setelah sampai di pintu dia langsung membuka pintunya "ada apa dek" Aisyah melipat kedua tangannya di depan dada dan menyenderkan tubuhnya ke pintu.


" ka Aisyah umi meminta ka Aisyah untuk ke dapur" ucap adnan


"iyaa" setelah itu Adnan kembali nonton bersama abinya di ruang tv yang memang sebelumnya dia sedang menonton TV, sedangkan Aisyah bergegas pergi ke dapur menemui uminya.Aisyah melihat uminya sedang masak untuk makan malam dan dia langsung mengambil pisau untuk memotong sayuran yang ada di depannya. Aisyah memang sudah tidak perlu di beritahu untuk apa dia di panggil uminya. sudah kebiasaannya membantu uminya bertempur dengan peralatan masak serta peralatan rumah lainnya.terkadang uminya hanya perlu duduk manis tanpa mengkhawatirkan yang lainnya karena ada putrinya yang menyayangi nya dan mencintainya.mereka berdua masak sambil bercakap-cakap dengan akrab nya.


"apa rencana kakak setelah ini,ka?" umi memulai percakapan dengan menanyakan rencana yang akan di lakukan oleh Aisyah ke depan nya,ya memang Aisyah baru keluar dari sekolah menengah atas dan dia sedang bimbang untuk melanjutkan studinya kemana. Sebenarnya Aisyah berencana untuk ikut beasiswa kuliah di luar negeri tetapi abinya tidak mengizinkan nya karena khawatir pada Aisyah jika harus pergi terlalu jauh.


" Aisyah belum tahu umii, Aisyah bingung" jawab Aisyah dengan bimbang nya


" kalau kakak kekeh mau kuliah di luar negeri,mending ikut abang aja ka..jadi umi sama Abi tidak terlalu khawatir kakak pergi terlalu jauh kan ada Abang yang jagain" tawar umi pada Aisyah, memang kakaknya Aisyah yang sering di panggil Abang itu sedang melanjutkan studi s2 nya di Kairo Mesir,sudah hampir 3 tahun abangnya Aisyah di sana tapi Aisyah ingin kuliah di Amerika.


"tidak,kan Abang disananya hanya tinggal setahun lagi jadi gak bisa jagain kakak nantinya" suara Abi yang tiba tiba muncul di dapur dan langsung duduk di meja makan. abinya Aisyah hanyalah seorang guru di sekolah swasta tetapi biaya tidak menghalanginya untuk pendidikan anaknya. dia berusaha mati matian untuk istri dan anak anak nya. Ditambah kecerdasan anak anaknya yang tidak diragukan lagi, universitas manapun pasti memberikan beasiswa untuk anak anaknya itu.


" kakak kalau mau lanjut ke kota B aja disana sekalian mondok di pesantren milik temen Abi,kan double tuh...agamanya dapet umumnya juga dapet iya gak mi?" lanjut Abi memberikan usul kepada putrinya dan di balas senyuman oleh umi


" mmmmmh Aisyah fikir fikir dulu ya bi" jawab Aisyah.


makanan pun sudah siap,umi dan Aisyah menata nya di meja makan setelah itu mereka pun duduk di kursi masing masing.


"dek ayo makan" kata Aisyah memanggil Adnan yang masih fokus nonton di ruang tv yang memang tidak jauh dari dapur karena rumahnya Aisyah memanglah sederhana dan minimalis. Adnan bergegas ke dapur


"waaah masak apa mi? kayaknya enak nih" ucap adnan sambil tersenyum melihat makanan di depan matanya.


"sudah ayo duduk" jawab umi menyuruh puteranya duduk


keluarga sederhana nan harmonis ini menyantap makanan dengan tenang dan tidak bersuara.


Setelah selesai makan Abi dan Adnan kembali ke kamarnya masing masing untuk bersiap siap pergi ke masjid karena sudah mulai adzan Maghrib, sedangkan umi dan Aisyah membereskan meja makan yang selesai digunakan. Aisyah mengambil piring dan gelas yang kotor untuk dicuci,sedangkan umi memasukan sisa makanan ke dalam kulkas untuk di hangatkan kembali agar tidak mubazir dan merapikan meja makan.


" gak papa umii..biar Aisyah aja" kata Aisyah sambil mencuci piringnya


" gak papa umi aja biar capat,udah maghrib juga" kata umi masih dengan kegiatannya


" umi kakak, Abi sama adek mau ke masjid dulu ya.. assalamualaikum" Abi berpamitan kepada umi dan Aisyah


" waalaikumussalaam" umi dan Aisyah berbarengan menjawab salam. "hati hati ya" tambah umi dan di angguki oleh Abi dan Adnan. selesai membereskan meja makan, umi dan Aisyah mengambil air wudhu dan bergegas ke mushalla keluarga yang ada di rumah sederhana itu untuk berjamaah shalat Maghrib. tak lupa mereka memanjatkan doa kepada Tuhan yang maha esa. Aisyah berdoa untuk dihilangkan rasa kebimbangan di dalam hatinya itu. selesai shalat dan berdoa mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Lantunan merdu Aisyah dan uminya menembus dinding rumah sederhana itu dan menembus langit yang mulai redup, Mega merah sudah mulai menghilang dan mulai gelap.aduhai indahnya......