The New Life of the Former Selfish Emperor's

The New Life of the Former Selfish Emperor's
VOL. 1 CH. 4 : - DUEL -



" ......... " bersiap untuk melakukan duel penentuan.


Ketika miyuto menolak untuk tunduk kepada diriku dan menolak tawaran dari kami, aku sejujurnya bisa memahami itu bahwa itu adalah sesuatu Yang mencurigakan.


Sebenarnya aku bisa saja menggunakan Cara kekerasan untuk membuatnya tunduk dan patuh terhadap diriku, tetapi hal itu akan menimbulkan efek samping dimana diriku bisa saja terkena kebenciannya.


Untuk bisa menghindari hal itu dan juga membuat Miyuto berada di pihakku tanpa harus menggunakan kekerasan, maka aku mengusulkan duel ini sebagai penentu akhirnya.


dan hal positifnya bahwa miyuto menerima duel ini begitu saja tanpa mencurigai kami mengenai duel tersebut.


hal itu mungkin dikarenakan sebuah janji dimana kebebasan dapat tercapai dan pintu untuk keluar ada di depan mata.


Aku cukup serius untuk hal itu, dan memberikan kebebasan kepada dirinya jika ia memenangkan duel ini dan memberinya hak untuk kembali ke masyarakat permukaan.


tetapi sesuai dengan itu, Keturunanku Edhin sepertinya masih menentang hal tersebut.


bisa dimengerti bahwa seseorang mengeluarkan Banyak uang untuk membeli hak seseorang di pelelangan, tetapi untuk melepaskan mereka? apakah itu adalah hal Yang wajar.


Sejujurnya uang bukanlah hal Yang sulit, Keluarga Rosklaver bisa menghasilkan itu dengan mudah dan tanpa ada halangan apapun.


ia menjadi semakin bingung dengan pemikiran diriku, tetapi untuk seorang keturunan Yang bahkan tidak mengenal leluhurnya sendiri. bisa dikatakan ia cukup " Dangkal " dalam pengalaman tersebut.


tanpa basa basi, kami mulai mempersiapkan ruangan khusus untuk duel tersebut.


sesuai dengan apa Yang ku tahu, sihir modern sangat berbeda dengan sihir kuno dalam penggunaan.


Ruangan Introgasi dengan cukup mudah berubah menjadi arena bertarung hanya dengan beberapa tombol Yang digunakan.


Sihir pelindung kini telah terpasang di seluruh arena bertarung, hal ini untuk meminimalisir terjadinya kerusakan di kediaman ini.


Edhin Yang tidak perlu ikut campur kini mulai meninggalkan diriku menuju ke luar arena untuk menyaksikan pertarungan ini.


bagaimanpun meski ia menggantikan diriku melawan anak muda itu, kemenangannya tidak akan pasti.


Berada di arena bertarung bersama anak muda itu untuk langsung melakukan duel kami disini.


anak muda itu terlihat cukup terkejut saat ini, hal itu karena.


" Jangan Salah faham........ Meskipun Tubuh ini terlihat cukup kecil bagiku, tetapi aku tidak akan mudah dikalahkan oleh seorang pemula sepertimu ...... dan juga "


_Rey.


" .......... " melempar sesuatu kepada anak muda itu.


" !!!!! " menangkap benda itu.


" Pedang ini!? "


_Miyuto.


" Ërtugrūl, Pedang Dunia Yang dapat membelah Batas Dimensi "


_Rey.


Memberikan sebuah pedang kepada anak muda itu.


Bagi sebagian orang Yang pernah mendengar nama pedang tersebut, Ërtugrūl mungkin adalah sebuah harta karun yang akan terus mereka cari meski berada di ujung dunia sekalipun.


hal itu dikarenakan aku menyembunyikannya sepanjang waktu, sampai pada titik dimana aku bisa merasakan kematian menjempit diriku.


" !!!!!! "


anak muda itu terlihat cukup terpukau dengan pedang Yang ku berikan tersebut.


Dengan Usia hampir Ratusan tahun dan terkurung di dalam ruang dimensi milikku, tidak heran mengapa pedang itu masih terlihat cukup indah dan bersinar bagaikan sebuah permata di Padang tandus.


Anak muda itu sangat kagum dengan bilah dari pedang tersebut, Yang seakan memantulakn bayangan dirinya di balik pedang itu.


tetapi ada sesuatu Yang lain Yang sepertinya cukup membuat anak muda itu merasa tertarik kepada pedang tersebut.


" Sebuah Perasaan Yang Cukup Nostalgia, bukankah begitu.......... Asal kau tau, pedang itu tidak pernah dinodai oleh darah manusia sekalipun.


yah, meskipun pemilik pedang itu dulunya adalah orang bodoh yang ku kenal di masa lalu....... tetapi pedang itu akan tetap mengenali pemiliknya meskipun telah Lama berlalu.


bukankah begitu, Pahlawan Bintang "


_Rey.


" Pahlawan Bintang? "


_Miyuto.


Menjelaskan sedikit mengenai Pedang itu dan juga pemilik sebelumnya.


Meskipun pedang itu terlihat cukup hebat menurut legenda bagi orang-orang di Zaman modern, tetapi sejujurnya bagiku pedang itu tidak lebih dari seonggok besi yang tidak bisa digunakan kapanpun.


Pemilik Dari pedang itu sebelumnya juga merupakan Si Pahlawan Bintang, Tetapi bagiku ia hanyalah kenalan bodoh dan ceroboh Yang pernah menjadi temanku ( H).


" !!!!! "


" Jika Kau menyerahkan pedang Ini kepadaku, lalu apa senjata Yang akan kau gunakan untuk duel ini!? "


_Miyuto.


Mulai menyadari sesuatu.


mendengar pernyataan dari anak muda itu, tampaknya ia cukup sadar akan sesuatu.


Meskipun ia tau bahwa aku sengaja menyerahkan pedang legendaris itu kepada dirinya tetapi, Ia memperhatikan diriku Yang bahkan tidak terlihat menggunakan senjata apapun.


Ini mungkin sebagai sebuah kekhawatiran kecil, karena seseorang Yang memegang senjata harus menentukan senjata milik lawan Yang akan ia hadapi.


" Kau tidak perlu khawatir akan hal itu, Bahkan tanpa senjata apapun. aku bisa melawanmu meski kau menggunakan Pedang Hebat itu.


itu karena......... Akulan Senjata Tersebut "


_Rey.


" Apa!!!! "


_Miyuto.


bersambung.......