The New Life of the Former Selfish Emperor's

The New Life of the Former Selfish Emperor's
VOL. 1 CH. 6 : - PENAKLUK PAHLAWAN -



Dalam sekejap setelah menerima serangan dari sihir bintang di jarak menengah, Rey mulai serius dalam kontak jarak dekatnya.


Sihir bintang milik miyuto tidak bisa menghentikan laju dirinya. ketika Sihir bintang diarahkan pada jarak menengah, rey dengan sigam menangkis setiap serangan itu menggunakan Sihir bayangan miliknya.


Karena serangan jarak menengah tidak berhasil, kini miyuto harus bersiap dalam kontak langsung di jarak dekat.


Ketika jarak mulai saling berhadapan, Ayunan pedang tidak bisa lagi dihentikan.


Gerakan pedang milik rey terlalu cepat dan terlalu sulit untuk di prediksi arahnya.


Miyuto Yang dengan sekuat tenaga hanya bisa menerima dan menangkis setiap serangan itu Yang diarahkan kepada dirinya.


" !!!!!! "


Saat celah mulai berhasil di lihat, Miyuto dengan sigap langsung mengayunkan pedangnya untuk diarahkan kepada kaisar jahat.


" !!!!! "


Rey sepertinya sudah mengetahui hal itu, meski ia tahu bahwa itu adalah celah tampakmya ada sesuatu Yang ia rencanakan darinya.


" hup!!!!! "


saat ayunan pedang hendak mengenai dirinya dari celah kosong tersebut, dengan sigap rey malah menahan serangan itu secara tidak terduga.


rey menahan ayunan pedang itu hanya menggunakan tangannya.


ketika melihat hal tersebut, sontak miyuto langsung di buat terkejut akan tindakannya.


Rey sekali lagi hanya menunjukkan ekspresi anehnya kepada miyuto, ia seakan mengatakan bahwa " Aku tidak selemah itu " kepada miyuto saat ia melihat celah dirinya.


" boooooo "


sontak saat rey memegang pedang miyuto dan menahannya cukup kuat, itu menjadi kesempatan Yang tidak dapat terhindarkan.


Dengan sebelah tangan kosongnya Yang membuang senjata katana, rey mulai mempersiapkan serangannya kepada miyuto pada jarak dekat.


Rey mulai menyiapkan Kepalan tangannya.


sebuah kepalan tangan untuk mengakhiri duel dengan seorang pahlawan.


" Terima ini!!!!! "


_Rey.


Rey mulai memukul Miyuto dari arah perutnya dengan cukup serius.


Miyuto Yang menerima pukulan itu tidak bisa menangkisnya karena kedua tangannya menempel pada pedang.


" !!!!!! "


" Brugggg!!!! "


Pukulan Rey terlihat cukup bertenaga, Meskipun tubuhnya tidak sesuai dengan dampak serangan tetapi ia bisa melakukannya dengan mudah.


tubuh miyuto mulai terlepar dengan cukup kuat setelah menerima serangan.


tubuhnya mulai terbentur di penghalang sihir selama menabrak tembok Yang cukup kuat.


" Uhkkk........ Si-sialan "


_Miyuto.


Miyuto kini terlihat tidak berdaya lagi.


setelah terlempar dengan cukup kuat oleh satu pukulan saja, hal itu cukup berdampak kepada dirinya sekarang.


Pukulan dari rey lebih kuat dari yg ia bayangkan, dengan terkena satu pukulannya saja hal itu langsung membuat miyuto tidak memiliki kekuatan untuk berdiri.


" phak phak phak "


Rey kini mulai melangkah maju untuk mendekati lawannya yang sedang tidak berdaya.


Ia dengan memegang pedang ertugrul kini mulai mendekati miyuto untuk mendeklarasikan kemenagan.


" !!!!!!! " Ertugrul kini mulai di arahkan ke leher miyuto setelah ia kalah dalam duel melelahkan.


Rey dengan wajahnya Yang sudah kembali normal mulai memberikan senyuman Yang ramah dan menatap miyuto dengan penuh binar.


" Apakah Sekarang kau susah mengakui kekalahanmu, Pahlawan Bintang "


_Rey.


dengan wajahnya yang terlihat cukup senang, rey mulai mengatakan kalimat tersebut kepada miyuto.


Miyuto entah bagaimana mulai menelam ludahnya, ia sebenarnya tidak bisa menyangkan akan dikalahkan dengan cara Yang cukup memalukan.


sekilas melihat tatapan mata milik rey Yang cukup familiar, sebuah ingatan aneh entah bagaimana masuk kekepalanya seakan memberikan sebuah kalimat Yang sangat nostalgia.


sebuah nostalgia dari ingatan seseorang Yang berkaitan dengan Rey sekarang.


" Sekali lagi Kau mengalahkanku dengan cara yang tidak biasa, Aku benar-benar kalah sekarang...... Rey "


_Miyuto.


Sebuah kata secara tidak sadar terucap dari mulut miyuto tanpa ia kehendaki sekarang.


Kalimat itu muncul secara tiba-tiba setelah Menerima ingatan dan nostalgia yg tidak disengaja.


Rey sekali lagi mulai menunjukkan ekspresi senangnya kepada seseorang. ia seperti sudah Lama menantikannya meskipun orang itu tidak ada sekarang.


" Aku tidak akan pernah mengalah kepadamu apapun Yang terjadi.


meskipun kau sudah tidak ada saat ini, dan hanya berhubungan dengan seseorang secara tidak langsung bukan berarti aku akana ragu kepadamu.


hanya kaulah Yang benar-benar kusebut sebagai Teman baikku, Harist "


_Rey.


Rey mulai mengatakan apa Yang ingin ia katakan.


Meskipun Yang ia hadapi bukanlah hariat dan hanya perantara semata, itu tidak mengurungkan niatnya untuk menang.


Hubungan Harist dan Miyuto secara tidak langsung tersebut baginya sudah cukup sebagai hiburan untuk dirinya sendiri.


ia juga mengui sesuatu bahwa hanya Harist Yang benar-benar ia anggap sebagai teman baiknya meskipun saat ini ia sudah tidak ada.


" Sekarang aku sudah mengalahkanmu.


apakah kau siap untuk tunduk kepadaku!? Pahlawan Bintang Miyuto "


_Rey.


Setelah selelsai dengan nostalgianya, rey kini mulai berbali lagi. ia saat ini mengatakan kalimat itu untuk miyuto sang pahlawan bintang saat ini.


Miyuto mulai kembali menelan ludahnya lagi.


meski ia sulit mengakuinya, tetapi ia jelas harus memberikan jawaban kepada Rey sekarang.


" Janji adalah janji......


Karena anda sudah mengalahkan saya sekarang, maka sebagai pahlawan bintang seperti Yang anda katakan bahwa saya Akan tunduk kepada anda "


_Miyuto.


dengan nada halus miyuto mengatakan jawabannya kepada rey dalam kalimat Yang formal.


" Hoho..... itu adalah sesuatu Yang ingin ku dengar darimu......


Mohon bantuannya, Miyuto "


_Rey.


Mendengar jawaban dari miyuto, rey akhirnya cukup senang.


Karena telah dikalahkan sekarang, sesuai dengan janjinya maka Miyuto sebagai pahlawan bintang akan tunduk kepada rey sekarang.


Pertarungan kini telah selesai. persetujuan telah didapatkan sekarang..........


...°...


...°...


...°...


...°°...


...- AFTER BATTLE -...


" Eh....... A-anda Me-melemah!? "


_Miyuto.


" Itu mungkin sulit Dipercaya Tapi Itulah Kenyataannya "


_Rey.


Setelah pertarungan tersebut usai, Miyuto Yang telah kalah dalam duel kini telah resmi tunduk kepada rey sebagai Bawahannya.


Ini terlihat seperti cara kuno Yang tidak pernah tercatat, tetapi untuk bisa Membuat Seorang pahlawan memiliki majikan maka Ia harus melakukan sumpah setia kepada dirinya.


setelah semua prosedur telah usai dan Miyuto telah resmi menjadi bawahan pelindungnya, Rey mulai memberikan Ingatan dari Harist melalui Pedang Ertugrul.


Entah mengapa Miyuto menerima semua informasi tersebut dengan mudah tanpa mengalami masalah aapun, hal ini seakan menandakan bahwa Mereka mungkin adalah Orang dengan jiwa Yang sama seperti Yang ia Prediksi sebelumnya.


Saat menerima Ingatan dari Harist sebagai pahlawan bintang sebelumnya, Entah bagaimana Miyuto sedikit merasa kesal dengan keadaannya.


Sifat dari Harist Yang tidak ingin kalah dari Rey tampaknya telah beresonansi dengan baik sehingga membuatnya agak sedikit kesal dengan rey Yang tetap berada diatas dirinya.


Rey sudah memprediksi akan hal itu, ia Tidak terkejut sama sekali jika Jiwa Harist dan Miyuto adalah Orang Yang sama.


Tetapi baginya itu bukanlah hal penting, karena ia juga cukup senang bisa mempercayai Miyuto dalam Hal keamanan pada dirinya sendiri.


" Silahkan Saja jika kau ingin tertawa jika mendengar keadaanku sekarang........


Aku telah kehilangan 98% dari kekuatanku Yang sebenarnya.....


Sekarang aku sedang kembali pada kondisi terlemahku saat ini, Jadi aku harap kau bisa melindungiku jika terjadi sesuatu Yang tidak ku inginkan "


_Rey.


" Baik....... Aku mengerti apa peranku sekarang.


Aku hanya perlu melindungimu jika sesuati di luar dugaan terjadi bukan!


Tetapi aku hanya tidak habis pikir.


Kupikir Dengan 2% Kekuatanmu saat ini, kau sudah cukup kuat untuk melindungi dirimu sendiri dari ancaman "


_Miyuto.


" Jangan Anggap Ini sesuatu Yang enteng.......


Pahlawan Itu sedikit berbeda dari beberapa pahlawan Yang pernah ku hadapi.


dia bukan hanya Bisa mematahkan setiap Sihir yang ku gunakan, Tetapi juga Berhasil membunuhku di saat terakhir.


Mengingatnya sudah membuatku trauma hingga saat ini, Tetapi aku hanya sedikit beruntung memberikannya kutukan terakhir "


_Rey.


" Seorang Raja Iblis mengutuk pahlawan!? justru saya pikir anda-lah Yang jauh lebih menakutkan disini.


tetapi baiklah, Sebagai Salah satu dari Ke empat pahlawan Yang tersisa. aku dengan sepenuh hati akan melindungi tuanku yang Manja ini "


_Miyuto.


" Terima kasih atas hal itu....... tapi tolong jangan anggap aku seperti anak kecil lagi, Aku hanya Terjebak ditubuh kecil ini "


_Rey.


" Bukankah itu sama Saja, Tuan muda kecil "


_Miyuto.


" Tsk....... Sialan Kau Miyuto!!!! "


_Rey.