The Memory

The Memory
Ulang Tahun Ayla



"Acara selanjutnya adalah acara yang kita nanti-nanti yaitu tiup lilin. Hadirin sekalian inilah dia Tuan Reyno Wijaya Rahardian dan Nyonya Daniah Anastasya. Saya selaku MC memberikan hormat kepada tuan dan nyonya" ucap seorang MC.


Reyno dan Daniah datang menghampiri Ayla. "Berdo'a dulu sayang.. " bisik Daniah kepada putrinya. Ayla hanya tersenyum.


"Ok. Kita hitung ya. Dalam hitungan ke -3 baru tiup lilin" ucap seorang MC tersebut.


"Pa Ma kita tiup sama-sama yaaah..! "


"Baiklah, putri papa yang cantik" sahut Reyno.


"1...2...3"


Ayla dan orang tua akhirnya tiup lilin bersamaan.


"Yee.. " sorak seluruh para tamu undangan dengan disertai tepuk tangan yang riuh.


"Selamat ulang tahun yah sayangnya papa dan mama.. " ucap Reyno dan Daniah bersamaan.


"Selamat ulang tahun adik kesayannganku" suara seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Ayla. Dia adalah anak sulung dari Reyno dan Daniah, kakak dari Ayla. Wajahnya mirip dengan Reyno. Tidak hanya wajah, rambut dan matanya juga. Rumbutnya berwarna cokelat terang sedangkan matanya berwarna abu-abu. Kulitnya putih seperti orang Eropa.


Berbeda dengan Ayla. Dia memiliki rambut berwarna hitam pekat dan memiliki warna mata cokelat terang. Paras cantik ibunya menurun kepadanya.


"Kak.. " Ayla akan kehadiran kakaknya. Kakanya bilang kepadanya kalau dia tidak bisa hadir di acara ulang tahunnya dengam alasan merawat Grand Ma yang sedang sakit di luar negri. "Aku merindukanmu kak" katanya kemudian berhambur memeluk kakanya.


"Aku juga" sahut Al.


Kini giliran acara potong kue. Sebenarnya Ayla enggan memotong kuenya, karena dia suka dengan hiasan kuenya. Dia tak ingin merusaknya. Kue yang berukuran besar dan berbentuk lingkaran dengan dua tingkat. Berbagai hiasan warna-warni. Salah stu terdapat tulisan di kue itu HAPPY BIRTHDAY AYLA AGNES RAHARDIAN ke-13.


"Ayla kakak ada surprise untukmu! " kata Al kepada Ayla.


"Apa kak? " tanya Ayla dengan semangat. Dia berpikir tentang surprise.


Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata Ayla. Ayla merasa kaget.


"Hayooo tebak siapa ini....! " kata Al.


" Emmmm sapa yaa" tanya Ayla sambil meraba-raba tangan seseorang yang menutupi matanya. "Haiisss... kak. Kakak kan tau kalau aku tak suka ditutup matanya" jawab Ayla dengan sedikit kesal.


"Eittsss.... jangan marah! Putri papa kan pintar. Kalau jawaban Ayla benar maka Ayla akan lihat siapa dia" jawab Reyno. Sedangkan Daniah dan Al cekikikan melihat wajah Ayla yang sudah menahan rasa kesalnya.


Akhirnya Ayla menjawab nama-nama orang yang dia kenal. Mulai dari teman-temannya hingga saudara-saudaranya. Tapi NIHIL, jawabannya semua salah. Akhirnya dia jengkel. Saking jengkelnya dia menyebutkan nama para pembantu, penjaga dan supir di rumahnya. Sedangkan kakak, papa, mama dan orang yang menutup matanya menahan tawa. Akhitnya dia buka secara paksa.


"Haduuhhh... siapa sih? " dia menoleh ke belakang. Dan betapa terkejutnya dia siapa yang ada di belakangnya. "Grand Ma??"


"Selamat ulang tahun ya cucu grand ma yang paling cantik" memeluk Ayla. "Ayla sudah melupakan grand ma ya? Masak Ayla sama sekali tak mengenali grand ma? " tanga Laurent kepada cucunya, Ayla. Dia adalah Ibunya Reyno Wijaya Rahardian, papanya Ayla.


"Bukan begitu, katanya grand ma sakit jadi Ayla pikir mana mungkin grand ma kesini" jawab Ayla.


"Lagian sih grand ma masih awet muda. Jarang ada kerutan di wajah dan tanga grand ma. Jadi Ayla juga bingung, Ya kan dek? " tanya Al.


"Iya. Yang dikatakan kakak benar. Kok bisa ya grand ma masih awet muda? bagi donkk rahasianya? " tanya Ayla.


"Ada deeh.. " jawab Laurent dengan gaya centilnya. Semua orang tertawa bahagia. Laurent telah memutuskan untuk tinggal di sini bersama anak dan cucunya.