
"Malam yang indah" gumam Ara. Sejak kecil dia slalu senang memandang langit. Langit gelap yang di hiasi bulan dan berbagai bintang yang indah. Suara ombak dan hembusan angin malam tak membuatnya beranjak sama sekali. Dia melihat sesekali bendera berlambang tengkorak yang berkibar di kapal ini. Ya, itulah lambang bendera kapal The Darkness. Siapapun yang melihat kapal ini mereka akan ketakutan karna sekelompok perompak inilah yang paling di takuti di berbagai penjuru.
Flashback on
"Taraaa.. ini dia yang aku mau tunjukkan ke kamu. Baguskan? " tanya Carissa sambil menujukkan sesuatu ke Ara.
"Waah..bagus Ris" sahut Ara
"Ngomong-ngomong ini hasil karyaku sendiri loh. Gimana? kamu suka nggak? " tanya Carissa.
"Suka Ris, suka banget! " jawab Ara
"Ini untukmu" menyerahkan ke Ara. "Dan ini untukku. Gelang ini sebagai tanda persahabatan kita" tersenyum tulus ke Ara.
"Trima kasih Ris"
"Ara berjanjilah kepadaku".
"Berjanji? berjanji tentang apa? " Dia merasa heran dan bingung berjanji untuk apa. karna selama ini Carissa tak pernah memintanya untuk berjanji.
"Berjanjilah kalau apapun keadaanya kau akan tetap menjadi sahabat ku. Dan jika kita kelak berpisah jangan pernah kau lupakan aku" pinta Carissa sambil matanya berkaca-kaca. Ara hanya tersenyum menanggapi permintaan Carissa.
"Tanpa kau menyuruhku dalam hatiku aku sudah berjanji Ris kalau aku akan tetap menjadi sahabatmu walau bagaimana keadaannya nanti. Dan aku juga berjanji tidak akan mengianatimu Ris. Tapii.. kenapa kau memintaku berjanji seperti itu? Apa kau tidak percaya kepadaku?"
"Bukan begitu.!! Aku slalu percaya kok sama kamu" jawab Carissa dengan senyum.
"Yasudah kalau gitu aku kembali dulu ke kamarku yaa.! "membalas senyuman Carissa. Tanpa menjawab Carissa hanya mengangguk pelan. Dan Ara beranjak dan membuka pintu. Tapi dia tak sengaja menabrak tubuh seseorang setelah menutup pintu.
Bruuk.. "Aduhh.." terjatuh. Sontak dia kaget siapa yang dia tabrak. Dia adalah ayahnya Carissa, Mr. jack. Kapten dari The Darkness. Tubuhnya tinggi dan kekar. Dia berkumis dan matanya berwarna coklat muda. Rambutnya sama seperti Carissa yaitu hitam bergelombang. Seperti perompak pada umumnya, matanya di tutup sebelah, entah kenapa. Seketika dia langsung bersimbuh di kakinya.
"Menyingkir di hadapanku.!!" tatapanya dingin seperti pisau yang ingin menusuk tubuh Ara. Seketika Ara merasa ketakutan, karena dia tau sekecil apapu kesalahannya dia akan tetap dihukum oleh laki-laki di hadapannya ini. Dia juga teringat kalau dia pernah dicabuk 100x karena tidak sengaja menabraknya. Dia tidak ingin dihukum lagi karena masih merasakan trauma akan hukumannya yang terakhir kali. Dan secepatnya dia langsung beranjak dari hadapan dari Mr. jack sebelum dia mengulang perkataannya danemberinya sebuah hukuman lagi
Flashback off
"Ara, disini kau rupanya nak" sapa ibu Ara dari belakang.
"Eh ibu ternyata belum tidur juga? "
"Belum sayang... Hmmm ternyata anak ibu ini semakin lama semakin cantik yaa" Deliah mencubit pipi Ara karena gemas.
"Aduuhh sakit buu.. Ibu maah bisa aja deh. Emang iya aku cantik? "
"Semua wanita itu pasti cantik sayang" jawab Deliah lembut.
"Ohh begitu..!! Bu? Bolehkah aku tanya sesuatu? "
"Hmm. Tanya saja" jawabnya santai sambil membelai rambut Ara.
"Apa ibu sayang kepadaku? "tanya Ara.
Seketika tangannya berhenti. Dia menatap putri angkatnya itu. kemudian dia memeluk Ara. " Ibu sangat sayaaaang banget sama Ara. Ara tau? Ibu sayang sama Ara melebihi menyayangi nyawa ibu sendiri. Ibu sudah menganggapmu sebagai anak kandung ibu sendiri nak..!! Ibu ingin melihat Ara bahagia selalu. Jika Ara menangis hati ibu terasa sakit".
Mendengar kata-kata itu seketika Ara meneteskan air mata di pelukan ibunya. Dia sudah tau kalau dia bukanlah putri kandung Deliah. Dan dia merasa beruntung karena yang mengangkatnya menjadi anak adalah seorang wanita yang berhati lembut. Selama ini dia selalu mendapat hinaan anak haram. Tetapi di mata Deliah dia adalah anaknya.
"Hari sudah mulai larut malam. Sebaiknya kita segera tidur ya!" ajak Deliah kepada Ara.