The Magic Of The Witch

The Magic Of The Witch
Chapter 20 : Buku The World Of Animal



Suasana malam mencekam dengan disinari lampu kuning yang menerangi kamar 020 itu,


"bagaimana cerita sebenarnya grifin?" Tanya profesor boby dari ras sihir firedan.


"Aku hanya melihat jiny dan arina masuk kedalam kamar 020, dan setelah itu role menghilang jadi aku berniat mencari role dikamar mereka". Jawab grifin.


"Tapi kenapa kamu harus mencarinya dikamar mereka bukan dikamar yang lain?" Tanya profesor tria sambil berjalan mendekat kearah grifin.


"Karena hanya zia yang bisa akrab dengan role dibanding yang lain" jawabnya lalu melangkahkan kaki memasuki kamarku.


Semua mata tertuju pada grifin yang sedang menggerakkan tangannya untuk menyentuh sebuah darah berwarna hitam diatas lantai.


"profesor bukannya ini darah dari manusia setengah kuda?" Tanyanya. Profesor tria dan profesor boby berjalan kearah grifin.


"sepertinya profesor abdyan tahu sesuatu" ucap profesor boby. Sebuah cahaya putihpun hadir dikamar itu, pertanda  kehadiran profesor zardam,


"profesor" sapa mereka dengan hormat.


"Bagaimana cerita sebenarnya?" Tanyanya. Profesor boby berjalan kearah grifin dan menyentuh darah hitam itu seraya membawanya ke profesor zardam.


"Pergi ke profesor abdyan tria, lalu bawa darah hitam ini kepadanya" perintah profesor zardam.


"Dan untuk kalian para murid, kembali kekamar kalian lalu tidur karena besok pembelajaran akan dilanjutkan." Ucapnya lagi sebelum menghilang dari kamar 020 tersebut.


"Bagaimana anak itu bisa tahu kalau ada darah dilantai kamar zia?" Tanya profesor zardam kepada seorang wanita yang tak lain adalah tria. Mata birunya bercahaya dengan terang sambil melintasi ruang asrama seraya menuju keruangan khusus profesor abdyan.


"Saya juga tidak tahu profesor", jawab tria yang kemudian merubah kembali mata biru itu menjadi hitam.


Seorang pria berkaki kuda dan berbadan manusia tengah membaca buku disebuah perpustakaan didalam ruangannya. 


"Permisi profesor abdyan" ucap tria.


Terlihar seorang wanita sedang berdiri dibalik lemari perpustakaan sambil membaca buku berjudul the world of animal, dengan rambut hitam terurai sebahu dan pakaian tidur yang tak asing dimata tria.


"Ziana?" Panggil tria.


"Ah profesor" jawabku.


"Kenapa kamu disini?" Tanya tria sambil berjalan kearahku.


"Tadi profesor abdyan datang ke kamar dengan wujud jiny dan arina, katanya biar murid-murid lain tidak curiga, profesor zardam juga tahu, jadi dia membantu profesor abdyan untuk merubah dirinya menjadi jiny dan arina". Jawabku yang disambut dengan kebingungan oleh profesor tria karena tak tahu apa yang sedang terjadi.


"Baiklah kalau begitu, sepertinya aku harus kembali kekamar profesor, terimakasih atas pinjaman bukunya" pamitku seraya menundukkan kepala kearah profesor abdyan.


"Zia," panggilnya.


"ia prof". "Ini bukunya, dan pelajari buku ini dengan baik" ucapnya lalu memberikan buku berjudul the world of animal itu kepadaku.


" Taaapii". Ucapku bimbang,


" Tidak apa, profesor zardam juga menyuruhku untuk memberikan buku ini kepadamu". Jawabnya lagi.


"Baiklah, terima kasih profesor" seruku seraya berpamitan dan meninggalkan ruangan  profesor abdyan bersama tria.


Ketukan jari profesor tria terdengar, buku the world of animal itu menghilang.


"Aku sudah menyimpan buku itu dilemarimu" ucapnya kemudian berubah menjadi vairy kecil dan mengubah dirinya agar tidak terlihat oleh siapapun selain diriku. 


Anak tangga asramapun perlahan mulai ku naiki satu persatu dan kamar 020 terbuka disaat itu.


"Ah maaf" jawabku singkat sambil memperhatikan dengan perlahan apakah mereka telah melupakan kejadian menghilangnya aku atau tidak.


"Sepertinya profesor zardam telah merubah pemikiran mereka" ucap tria yang sedang terbang disampingku.


 


"Baiklah nyonya, aku harus pergi" ucapnya lalu menghilang dengan cepat.


**


"Aku tahu kamu akan datang kesini tria" ucap profesor zardam.


"Aku sengaja merubah profesor abdyan agar tak ada yang curiga dengan alasanku memberi buku the world of animal itu kepadanya" ucap profesor zardam lagi.


"Aku faham soal itu tuan, tapi kenapa?" Tanya tria.


"Sepertinya ada beberapa orang digitovornia yang sudah mulai berkhianat untuk membantu pemulihan drakon". Ucapnya sambil berjalan kearah jendela kaca di gitovornia school.


"Apakah kekhawatiran tuan tentang kehidupan baru the lion selama ini akan terjadi karena zia mengingat sedikit demi sedikit kenangan itu?" Tanya tria.


"Ia, kamu benar tria, waktunya tak akan lama, karena ingatan zia ternyata hadir lebih cepat dari dugaanku" jawabnya.


"persiapkan dirimu, dan tetap perhatikan zia dalam masa pembelajaran" serunya lagi sambil memutar balikkan badan dan duduk diatas kursi berwarna hitam kesilveran itu.


***


"Selamat pagi anak-anak?" Ucap seorang profesor dengan kulit hijau yang menghiasi tubuhnya, bisikan dari murid lain terutama berta dan teman sekamarnya tentang kehidupan bangsa ork terdengar bergema didalam ruangan bertemakan hijau yang dikelilingi pohon tinggi didalam kelas tersebut. Profesor marta tersenyum kearah kami


"sepertinya masih banyak yang belum tahu alasan dan maksud keberadaan kami di gitovornia ini!" Ucapnya sambil mengambil senjata yang terlihat seperti sebuah taring panjang dan melemparkannya kearah berta dan seorang murid perempuan bernama keyla.


"Kenapa anda memberikan taring kotor ini kepadaku?" Tanya berta yang membuat muka profesor marta berubah merah dan dengan cepat kembali ke warna aslinya.


"Bangsa ork adalah bangsa yang memiliki kekuatan fisik sama dengan bargedan dan vampire, namun teknik pertahanan kita masing-masing mempunyai perbedaan. Aku tahu nona berta adalah murid terbaik sebelum fight nya dengan nona zia, jadi pertahanan fisiknya bisa menandingi kekuatan fisik dari nona keyla dari ras ork. Aku sengaja memberikan alat perang ras ork kepada mereka, agar kita bisa melihat dimana perbedaan teknik pertempuran dan pertahanan dari ke 3 ras penjaga digitovornia." Ucapnya.


"Bagaimana nona berta? Apakah mau memperlihatkan kekuatan fisiknya kepada teman-teman lain ataukah akan sy gantikan dengan nona zia atau teman-teman lain dari vampire dan bargedan?" Tanya prof berta yang kemudian disambung oleh berta dengan perkataan bahwa dia akan menerima fight dari prof marta melawan keyla seorang murid dengan tubuh yang tinggi seperti berta.


"Baiklah, bagaimana dengan Keyla?" Tanya profesor marta,


"ia prof" jawabnya lembut. Senyuman berta mulai terlihat dan dia berkata bahwa ia akan membuktikan bahwa dirinya lebih kuat dari siapapun diantara para murid baru seangkatannya.


"Bagaimana prof? Apakah akan dimulai sekarang" tanya berta sambil berdiri memperlihatkan ketidaksabaran nya untuk memulai pertandingan.


"Sabar nona berta, saya akan menyampaikan beberapa tehnik khusus ras ork kecil seperti kami kepada kalian. Yang pertama, teknik kami sangat melekat dengan kelincahan fisik ketika menyerang. Jadi, nona berta harus dengan cepat menangkap pergerakan keyla." Ucapnya seraya tersenyum.


"Yang kedua, kami bisa..", "sudahlah, tak perlu dijelaskan panjang lebar, aku pasti mengerti ketika sudah bertarung dengannya" jawab berta sambil memotong pembicaraan profesor marta.


"Ah baiklah, sepertinya nona berta sudah tak sabar untuk memulai pertandingan ini" jawab prof marta sambil membuka tirai hijau dibelakang tempat ia berdiri.


Sebuah lapangan dengan bentuk seperti ring tinju terlihat, empat huah lampu putih menyinari tempat tersebut.


"Masuklah nona berta, dan perhatikan dengan cepat langkah keyla ketika mendekatimu, karena bisa saja taring itu menancap dengan cepat tanpa sepengetahuan mu". Jawabnya seraya memanggil keyla untuk memasuki ring milik ras ork tersebut.


"Teman-teman yang lain bisa melihat pertandingan dari jarak dekat" serunya sambil berjalan masuk kedalam ring tersebut.


"Pertandingan ini akan aku buat menjadi lima sesi, siapa yang bisa menang 3 sesi maka dialah pemenangnya" ucap prof tria.


"Pertandingan akan dimulai. Satu, dua, ti...ga" *Triing, pertandingan dalam ring itupun dimulai.