The Magic Of The Witch

The Magic Of The Witch
Chapter 16 : Pembelajaran Tingkat I Ras Vampire



Pembelajaran pertama pun dimulai, profesor daran perlahan menjelaskan tentang tujuan mereka memberikan pembelajaran mengenai tata cara perlindungan diri dari ras vampir yang berbeda dengan pembelajaran keluarga bargedan dari ras sihir.


"Perlu kalian ketahui, pertahanan diri tidak hanya dipelajari oleh ras sihir dari keluarga bargedan, namun ada ilmu lain yang bisa dipelajari dengan mudah oleh orang-orang terpilih seperti kalian diras khusus yaitu ras vampir. Sebelumya kalian telah diperkenalkan dengan berbagai macam peralatan pendukung yang bisa dipakai oleh pemula dalam melakukan penyelamatan diri. Pertama yaitu pedang kecil yang diperuntukkan sebagai alat pembantu jika musuh sedang membawa senjata yang sama, kedua adalah pisau kecil bagi pemula yang dimaksudkan untuk menyelamatkan diri jika musuh menyerang pada jarak yang dekat dengan peralatan yang sama dan yang ke tiga yaitu kekuatan pertahanan fisik saat kita berhadapan langsung dengan mereka, terutama dari ras khusus seperti ras vampir." Ucapnya seraya berjalan menelusuri barisan kami. Tiba-tiba ia menengok kearah kanan dan melemparkan 3 buah pisau kecil yang saat itu menancap ditanah tepat didepan 3 orang wanita berpakaian hitam dan memakai rok hitam panjang.


"Mengapa kalian terlambat?" Tanya profesor daran.


"aku sangat membenci seseorang yang dengan sengaja memperlambat dirinya ketika pembelajaran ku akan dimulai". Ucapnya seraya berjalan mendekati 3 wanita yang ternyata adalah berta, deice dan lola.


"brian, bawakan aku pakaian mereka bertiga" suruh profesor daran seraya berhenti didepan 3 orang wanita dan bertanya tentang alasan mengapa berta dan teman sekamarnya datang terlambat.


"Maa..maaf profesor, berta sedang sakit jadi kita harus mengoleskan obat pereda nyeri pada benjolan yang ada ditubuhnya."


"Benjolan? Dimana benjolan yang kalian maksud? Dia tidak punya benjolan" jawab prof daran.


"Ah bagaimana bisa benjolannya hilang?" Tanya lola.


"Ini pasti ulah si murid baru" jawab berta seraya melirik tajam kearahku. Sementara itu seorang pria dari ras campuran dibarisan sedang berdiri menatap kearah berta dengan tangan yang seolah-olah sedang menggerakkan sesuatu dan wajah yang seakan-akan merasa bahagia.


"Berdiri dibarisanmu dan ikuti pembelajaran dengan baik". Ucap prof daran seraya berjalan melanjutkan pembelajaran.


"Baiklah, sekarang keluarkan pedang kecil yang telah diberikan oleh brian kepada kalian".


Suruh nya. Pedangpun satu persatu mulai mengeluarkan bunyi khasnya karena bersentuhan dengan sarung pedang. Berwarna putih dan terlihat sangan tajam.


"Ini pedang asli?" Tanyaku kepada tio yang sedang menatap kearahku dan berdiri tepat disamping kananku.


"Kenapa? Kamu takut?" Tanya zian yang saat itu berada dibarisan sebelah kiri.


"tidak, aku hanya bertanya" jawabku cuek.


Profesor daran mulai menunjukkan tata cara memegang pedang dengan baik dan menyuruh kami untuk mengikuti gerakan pemula yang ia peragakan.


"Brian dan seyra" panggilnya.


"Coba perlihatkan cara menyerang tingkat pertama dikelas 1 ini".


Tanpa percakapan lebih kedua senior itu berjalan dan memulai langkah pertama dalam memegang pedang dan mengayunkannya dengan lincah sampai mataku tak berhenti menatap kearah mereka.


"Perlambat gerakan kalian, dan setiap murid mengikuti mereka dengan gerakan yang sama" seru prof daran seraya berjalan kesebuah pohon dan memperhatikan setiap pergerakan kami.


Berta, jiny dan empat orang murid baru saat itu terlihat sangat mudah dan lincah menggerakkan pedang milik ras vampir.


Zianpun terlihat cepat mengerti gerakan brian dan seyra.


"Mengapa ini begitu sulit?" Tanyaku dalam hati.


"Ah mengapa susah sekali" ucap tio yang saat itu juga mengeluh capek dan haus karena cuaca yang mulai menerangi tempat pembelajaran. Tangan mulai ku gerakkan kembali dan mataku perlahan ku fokuskan pada gerakan tangan seyra. Tiba-tiba sebuah gambar dan tulisan terlintas dibenakku, terlihat seorang wanita tak asing sedang berdiri memperagakan gerakan pemula dari sebuah buku berjudul the master of vampire, kepala mulai kugoyangkan secara perlahan, penglihatan ku mulai menjadi buram dan perlahan kembali terang, seluruh gerakan itu seketika terasa mudah dan tanganku mulai kugerakkan dengan lincah bersama pedang kecil itu.


"Sepertinya dia mulai mengerti?" Ucap profesor daran kepada seorang wanita yang tiba-tiba hadir disebelahnya menggunakan pakaian berwarna putih.


"Tapi bagaimana dia bisa dengan cepat mempelajari gerakan pemula itu? Seperti cerita yang beredar disini, penyihir zianastasya tak pernah ikut pembelajaran di ras sihir apalagi ras vampir. Iakan profesor triana? Tanyanya seraya melirik kearah tria berdiri.


"Aku juga tidak tahu keseluruhan cerita sebenarnya" jawab tria kemudian berjalan meninggalkan profesor daran.


"Mengapa kamu kesini?" Tanya profesor daran yang kemudian membuat tria memberhentikan langkah kakinya.


"aku hanya ingin melihat pembelajaran disini" jawabnya seraya menghilang.


"Baiklah, pembelajaran awalnya sudah selesai, sekarang brian dan seyra akan melakukan cara menyelamatkan diri menggunakan pedang kecil dengan gerakan pemula tadi". Ucapnya sambil berjalan kearah kami dan mengedipkan matanya kearahku yang sedang mencoba menjelaskan cara menggerakkan pedang kepada tio.


"Apa dia mengedipkan matanya kearahku?" Tanya tio bahagia dengan pipinya yang perlahan memerah.


"Tak, tak, tak" suara pedang terdengar, satu gerakan pemula yang lincah dengan cepat selesai.


"Bagaimana? Apa ada yang bisa mengikuti gerakan itu?" Tanyanya.


"Saya profesor, bersama murid baru" teriak berta yang kemudian mengagetkan ku serta membuat jiny dan arina menengok dengan raut wajah kaget seolah-olah tak ingin aku melakukan gerakan tersebut.


"Saya saja yang akan menemani berta profesor, karena ia masih murid baru yang mungkin belum faham dengan gerakannya" teriak jiny seraya mengangkat tangannya.


"Sepertinya dia sudah faham dengan gerakannya" jawab berta dengan tatapan tajamnya kearah jiny.


"Tapi saya lebih faham gerakannya prof" jawab jiny lagi sehingga membuat seorang pria bernama grifin menyela perdebatan itu.


"Bagaimana kalau ditanyakan kepada murid baru, apakah dia siap atau tidak?" Ucapnya yang ternyata seorang pria dari ras campuran.


"Bagaimana ziana?" Tanya profesor daran yang membuat brian dan seyra saling bertatapan seraya berkata


"apakah dia adalah anak yang disebut-sebut sebagai jelmaan penyihir zianastasya?" Tanya seyra yang kemudian tak dijawab oleh brian. Dengan menarik nafas panjang dan tak ingin membuat jiny ikut dalam masalah kejadian semalam akhirnya akupun menjawab


"Ia, aku akan mencobanya profesor" jawabku seraya menatap dengan senyuman kearah jiny dan arina.


"hey apa kamu tidak takut melakukan fight bersama berta?" tanya tio dengan raut wajah seolah-olah takut dengannya.


"memangnya kenapa? kitakan dalam proses pembelajaran!" jawabku.


"berta itu dari ras sihir bargedan dan dia tidak pernah memaafkan lawannya". ucap tio kemudian mengarahkan pandangannya kearah berta yang saat itu sedang berjalan menuju kearahku.


"dia kemari," ucapnya lagi seraya berdiri menatap kearah profesor daran.


"Sepertinya cuaca hari ini cerah seperti tadi malam" ucap berta dengan senyuman menyeringai seraya berjalan kedepan untuk memulai fight denganku.


"hati-hati zia," ucap tio saat aku berjalan mengikuti berta kedepan.