The Last Vampire

The Last Vampire
pelatihan jurus baru



~Latihan untuk misi penting


Keesokan harinya saat masih pagi buta, tim Letnan Zora berkumpul di tempat terbuka dalam hutan untuk berlatih, "Selamat pagi semuanya! Pagi yang sangat cerah untuk latihan.. Ayo semangat!" Letnan Zora sangat antusias dan semangat, "pagi yang cerah jidat kau, bahkan matahari belum muncul" geming Uzui dengan mata yang masih mengantuk.


"biar kujelaskan apa itu jurus yang akan kita pelajari dan juga jurus yang dipakai para petinggi militer..


Sword animal pada dasarnya dahulu bukanlah kekuatan supernatural, ini sama saja dengan seni bela diri yang mencontoh gerakan hewan dalam bertahan hidup di alam, namun suatu hari jendral terdahulu menemukan catatan cara untuk menggunakan kemampuan hewan yang tak dimiliki manusia secara utuh, caranya adalah dengan membuat kontrak dengan roh hewan dan mewarisi kemampuanya.. Sampai disini ada yang mau bertanya?" Letnan Zora mulai terlihat seperti guru, Hide salah satu anggotanya mengangkat tangan "Letnan,, bagaimana cara kita membuat kontrak itu?" tanya Hide,


"pertama tama larilah sepuluh putaran dan kembali kehadapanku!"


Jawab Letnan Zora, "apa? Apa apaan woy! Bahkan nyawaku belum terkumpul" Uzui menyangkal, "itu si wajar, karena biasanya kau belum bangun jam segini" timpal Yuuki


"dasar bocah pemalas! Seratus tahunpun tak akan cukup untukmu agar menjadi lebih kuat jika kerjamu hanya malas malasan bodoh!" jawab letnan dengan nada tinggi, "apa masalahmu kampret! Oke, jangankan sepuluh putaran, dua kali lipatnya pun aku sanggup!"


Uzui membalas dengan nada tinggi pula, akhirnya mereka berdebat, Hide dan Lisa berusaha melerai sedangkan yuuki yang sudah biasa dengan sifat Uzui hanya tersenyum.


Setelah berdebat lama akhirnya mereka selesai, "baiklah sekarang mulai larinya! Khusus untuk Uzui kau dua puluh putaran!" perintah letnan Zora, "baiklah biar kubuktikan!".


Mereka bertempatpun mulai berlari, setelah beberapa menit Hide, Lisa dan Yuuki menyelesaikan sepuluh putaran mereka dan Uzui masih harus menyelesaikan beberapa putaran lagi walau pada akhirnya ia menyelesaikan hanya dengan perbedaan waktu dua menit dari teman temanya yang berlari dengan putaran lebih sedikit.


Matahari mulai terbit, mereka melanjutkan kelatihan berikutnya, "aku terkesan padamu bocah pemalas! Ternyata kemampuan fisik dan kecepatanmu lumayan juga" teriak Letnan Zora, "tentu saja kau harus terkejut! Jadi apa selanjutnya hah?!" tanya Uzui dengan sedikit berteriak, "oke sekarang kita main petak umpet!" jawab letnan Zora, "apa apaan woy, kita mau latihan!" timpal Uzui,


"ini juga termasuk latihan bodoh!" letnan membalas, "apa maksud dari petak umpet, letnan?" Lisa akhirnya bertanya, sedari tadi ia hanya mengikuti dan menyimak, "akhirnya kau berbicara juga Lisa, tapi itu bagus aku lebih suka bocah pendiam daripada yang seperti Uzui"


"haaaah?! Apa kau bilang?! Lebih baik cepat kau jelaskan pada kami apa maksudnya petak umpet" Uzui menimpal, "baiklah, begini.. Ini bukan sekadar petak umpet, aku akan bersembunyi di dalam hutan dan aku mau kalian mencariku dengan menggunakan seluruh indra kalian, baik itu penciuman, pendengaran, atau bahkan feeling, tujuannya adalah agar indra kalian nantinya bisa menopang kekuatan dari roh hewan yang terikat kontrak dengan kalian" perjelas Letnan Zora, "baiklah kita mulai saja hitunglah sepuluh detik dan aku akan berssmbunyi, ingat bekerja samalah sebagai tim!"


"sebenarnya kami tak hebat, kau yang payah hari ini" timpal Lisa


"ya benar kata gadis dingin itu! Pada dasarnya hanya aku yang hebat disini, dan sekarang kau benar benar payah" sambung Uzui


"apa? Kau hebat? Setiap pagi bahkan aku yang selalu buat sarapan dan kau bilang kau hebat?" timpal Yuuki, "itu memang sudah jadi tugas perempuan!" jawab Uzui


"setidaknya bantulah aku di dapur!"


"sudah sudah, jangan bawa masalah rumah tangga saat kalian latihan" timpal Letnan Zora


"ini bukan masalah rumah tangga!" jawab Uzui dam Yuuki serentak.


"oke sekarang beri aku waktu satu kedipan mata untuk bersembunyi lagi, aku akan mulai serius"


"kau yakin hanya satu kedipan mata?" timpal Hide, lalu secara tak sengaja mereka bertempat berkedip secara bersamaan dan seketika letnan Zora menghilang dengan meninggalkan sebuah catatan kecil yang bertuliskan "temukan aku sebelum waktu makan siang, jika gagal traktirlah aku, Uzui bodoh akan memimpin"


"waktu makan siang masih sekitar lima jam, dia benar benar meremehkanku, sial!" tanggapan Uzui saat membaca tulisan tersebut "jadi kita cari kemana, uzui?" tanya Hide, "baiklah, kita lurus, aku mencium bau amis dari sana", mereka akhirnya masuk kedalam hutan dengan mengikuti Uzui, setelah masuk kehutan cukup dalam "aku melihat seperti melihat gua di depan sana" kata Lisa


"ya, aku juga mencium beberapa bau amis dari sana" jawab Yuuki


"baiklah kita kesana! Ada bau amis atau bau tak enak berarti ada letnan!" tanggapi Uzui, mereka akhirnya masuk lebih dalam lagi ke hutan dan menemukan sebuah gua, "kita masuk?" tanya Hide, "tentu saja!" teriak Uzui dan merekapun masuk kedalam gua tersebut, semakin dalam mereka masuk bau amis nya makin terasa, Uzui sangat yakin sudah dekat dengan Letnan dan waktu makan siang juga masih lama, namun setelah masuk sangat dalam mereka melihat beruang yang sedang tertidur dengan kepala dan tulang ikan berserakan di sekitarnya, "ehhh? Apaa? Sepertinya aku salah orang hehe, ayo keluar sebelum beruang itu bangun"