
setelah kourin dihukum cambuk, kourin tidak beranjak dari sel dan harus menunggu sampai beberapa hari untuk hukumannya selesai. Raiden yang telah selesai memberikan makanan kekourin langsung ingin pamit untuk pergi.
"kourin, aku pergi dulu. Ini sudah kelamaan, mungkin sudah sore". usul Raiden sambil merapikan serpihan nasi disel dengan cermat.
"ya, hati hati kak. tapi, besok kakak kesini lagi kan?". usul kourin sambil berharap kepada kakaknya dengan mata berbinar binar.
"ya, aku kesini lagi". ucap Raiden sambil tersenyum hangat dan mengelus kepala kourin.
"oke! hati hati ya!". ucap kourin sambil melambaikan jari karena tangannya yang terantai.
Raiden pergi dengan senyuman yang hangat, dan kourin menatapnya dan lama kelamaan punggungnya tidak terlihat lagi, setelah itu kourin berubah. senyuman yang manis itu berubah jadi tangisan. Isak tangis yang tertahan, membuat dada kourin sesak. Dia pun mulai mengambil nafas panjang agar tidak terdengar oleh seseorang. Kini kourin merasakan hawa dingin dan tidak melihat siapapun, ruangan yang kosong, gelap, bahkan sudah bukan layaknya untuk ditinggali. Kourin yang agak ketakutan tapi mulai berfikir, cara agar dia tidak akan bisa tertindas lagi dan lagi.
"aku harus pergi dari sini, dan aku tidak boleh terus menerus dibully tanpa sebab yang jelas. tapi, aku harus mencari informasi tentang ibu ku!". ucap kourin dengan tekad yang kuat untuk mencari ibunya yang menghilang. Juga dia ingin agar orang lain melihatnya seperti putri yang bermartabat.
"kenapa mereka semua menganggap rambutku ini adalah kutukan, hanya karena berwarna putih". ucap kourin sambil menatap rambut panjangnya dengan serius.
"tapi, sebelum itu aku harus keluar dengan selamat". ucap kourin dengan emosi yang kuat.
Selama disel tidak ada satupun yang kourin lihat selain tikus dan sarang laba-laba. Raiden tidak datang untuk menepati janjinya, bahkan kurungan kourin tambah lama. Hawa yang dingin dan lembab, membuat kourin agak sedikit terkena flu.
(ha..syim!) flu.
"huaaaaa!! berapa lama lagi ini! aku sudah kehabisan tenaga! kak Raiden... juga belum datang dua hari ini". ucap kourin sambil menanggahkan kepalanya ka atas saking depresinya.
*kau tidak akan bisa keluar dengan otak kecilmu itu*. ucap seseorang ditelinga kourin.
"siapa!". ucap kourin menengok kanan kirinya.
"kau siapa? lagipula kita tidak kenal, dan kamu beraninya mengatakan aku bodoh! dasar orang aneh!". ucap kourin dengan emosional dan nada yang mengejeknya.
*kau! sudah aku tolong dan ini balasanmu". ucap orang itu dengan lantang dan kesal.
"kau datang dan pergi seperti jin bagaimana bisa aku tidak mengatakan kau aneh!". ucap kourin dengan kesal.
"sekarang katakan kau siapa?! kenapa kau bisa menyembuhkan aku. Juga kenapa aku merasa kau seperti didalam tubuhku!". ucap kourin bertanya kepadanya.
*hah? bisa kau bertanya satu persatu?*. ucap orang itu dengan bingung dan ngeselin.
*kalau aku boleh bertanya... apakah kamu- *.
ucapnya terputus.
(klak) suara langkah kaki.
*ada yang mendengarkan, hati hati*. ucap orang itu dengan nada yang serius.
"siapa! tidak perlu menguping". ucap kourin dengan mata yang tertuju dan hati hati.
Tiba-tiba sosok laki laki keluar dari persembunyiannya dan melangkah dalam kegelapan, suara langkah yang begitu kuat, badan yang begitu tegap, dan rambut yang terurai.
"siapa kamu?!". ucap kourin bertanya kepadanya.
selesai.