
Amora melangkah ke dalam gedung yang menjulang tinggi, penuh dengan kaca dan besi, menghirup udara dingin pagi yang masih segar. Ini adalah hari yang penuh harapan, namun juga penuh kekhawatiran. Setelah melalui minggu-minggu ketidaknyamanan dan tekanan di pekerjaan lama yang menekannya, Amora memutuskan bahwa dia tak lagi akan membiarkan dirinya terjebak dalam lingkungan yang meresahkan itu. Hari itu, dengan langkah berani, dia akan mengakhiri babak hidupnya yang buruk dan membuka pintu ke petualangan baru yang menunggunya.
Sebagai seorang wanita biasa dengan rambut cokelatnya yang tergerai indah dan mata berkilau, Amora berharap untuk menemukan pekerjaan yang akan memberinya kedamaian dan kebebasan dari atasannya yang mengganggunya. Hari itu adalah saat berani, dan dia merasa semacam kebahagiaan dalam langkah-langkahnya menuju gedung industri Giovanni yang megah.
Gedung itu menjulang tinggi seperti peninggalan masa depan, menaungi ratusan karyawan yang bekerja di dalamnya. Amora tiba di resepsionis dengan perasaan yang campur aduk. Dia menyebutkan namanya dengan canggung kepada petugas resepsionis yang ramah dan memberitahu bahwa dia telah dijadwalkan untuk wawancara hari itu.
Tiba-tiba, suasana menjadi hening ketika pintu lift terbuka. Dari dalamnya, seorang pria tampan dengan rambut hitam yang teratur dan mata yang tajam melangkah keluar. Dia mengenakan setelan bisnis yang rapi, dan setiap langkahnya penuh percaya diri.
"Selamat pagi. Saya Reymond Giovanni, CEO Industri Giovanni," ujarnya dengan suara yang tenang namun penuh wibawa.
Amora tersenyum dengan gugup. "Selamat pagi, Pak Giovanni. Saya Amora Christabel."
Reymond melihatnya sejenak, seolah-olah dia sedang menilai Amora dengan teliti. "Saya sudah mendengar banyak hal baik tentang Anda. Saya berharap Anda akan menjadi aset berharga bagi perusahaan kami."
Amora mengangguk sambil menjawab, "Saya akan melakukan yang terbaik, Pak Giovanni."
Reymond mengundangnya untuk duduk di depan meja besar yang terbuat dari kayu mahoni yang mewah. "Baiklah, mari kita mulai. Anda akan menjadi sekretaris pribadi saya. Tugas Anda akan mencakup mengatur jadwal saya, menjawab panggilan telepon, dan menangani tugas administratif lainnya."
Amora menjawab, "Saya siap untuk belajar dan bekerja keras, Pak Giovanni."
Reymond menatapnya dengan serius. "Saya harap Anda bisa beradaptasi dengan cepat. Perusahaan ini memiliki standar yang tinggi, dan saya tak mentolerir ketidakprofesionalan."
Mereka melanjutkan berbicara tentang tugas dan tanggung jawab Amora di perusahaan Giovanni, dan dia mencatat dengan seksama setiap petunjuk yang diberikan oleh Reymond. Meskipun dia merasa tegang, dia juga merasa semakin percaya diri karena sikap profesional Reymond yang dapat diandalkan.
Amora terkesiap oleh kehadiran pria ini. Dia memiliki pesona yang tak tertahankan, bahkan dalam ketegasannya yang terpancar begitu jelas. Sementara Amora menyadari bahwa dia adalah bosnya, perasaan campur aduk bergejolak di dalam dirinya.
Reymond melihatnya sejenak, seolah-olah dia sedang menilai Amora dengan teliti. "Amora Christabel, saya sudah mendengar banyak hal baik tentang Anda. Saya berharap Anda akan menjadi aset berharga bagi perusahaan kami," katanya dengan tegas.
Amora tersenyum dengan hati yang berdebar. Dia merasa bahwa hari itu adalah awal yang baru. Pertemuan tak terduga ini telah membuka pintu ke dalam kisah cinta dan petualangan yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Setelah pertemuan mereka selesai, Reymond berdiri. "Saya akan menunjukkan Anda ke kantor Anda dan memberi Anda tur singkat tentang kantor ini."
Amora mengangguk dan mengikuti Reymond keluar dari ruangan. Dia tahu bahwa pekerjaan barunya ini akan menjadi tantangan yang besar, tetapi dia merasa bahwa dia siap menghadapinya. Dalam beberapa menit, dia akan memasuki dunia baru yang sepenuhnya berbeda, dan petualangan baru dalam hidupnya akan dimulai.