THE CEO'S SECRET

THE CEO'S SECRET
PROLOG



PROLOG


Dalam ruangan itu


dia bersandar di samping bak mandi yang berisi air berwarna merah darah.


Dalam pelukannya, dia memeluk seseorang dengan erat, air mata kesedihan mengalir dari matanya sambil merintih dalam harapannya.


Suasana terasa tegang, dan wanita-wanita di sekitarnya berusaha tersenyum meskipun rasa sakit yang mendalam yang mereka rasakan.


Dengan kata-kata terakhir yang terucap, wanita itu menutup matanya, meninggalkan dunia ini.


Dia merasa sepertinya semuanya runtuh di sekitarnya. Dengan ragu, dia mengucapkan janji terakhir,


Dalam momen yang mencekam, dia berteriak dengan lantang, "Tidak!" Suaranya penuh rasa sakit, gemetar seiring guncangan emosional yang menderanya.


Dia terus-menerus merayu, memohon agar mata indah yang terpejam itu bisa kembali terbuka,


ketika suara sirene ambulance semakin dekat di latar belakang.


Namun, di tengah kepanikannya, dia tak mampu melihat atau mendengar apapun selain dari wanita yang tak sadarkan diri yang tetap dalam pelukannya.


Dalam sekejap, ia menyadari bahwa mungkin sudah terlambat untuk menyelamatkannya.