The Blue Cristal Stories

The Blue Cristal Stories
Eps.7 **Sungai**



"Baiklah kak!"Siya menyetujui permintaan kakak tersebut.


'Bagus,ternyata mudah juga merayu anak ini'gumam Kakak tersebut.


"Tapi..."


"Tapi apa dek?"Kakak itu bertanya maksud perkataan Siya.


"Tapi... apa disana ada air?"Tanya Siya.


"Ya pasti adalah dek namanya juga sungai"Jawab Kakak tersebut.


"Ada pohon nggak disana?"Tanya Siya


"Ada"Jawab kakak tersebut.


"Ada ikan nggak?"Tanya Siya.


"nggak tau kakak"Jawab Kakak tersebut.


"Ada....."ucap siya yang belum selesai mengatakan perkataannya karena dipotong oleh kakak tersebut yang mulai kesal banyak pertanyaan yang tidak masuk akal yang dilontarkan dari mulut Siya.


"Sebaiknya kita segera kesana sebelum disana ramai"Ajak kakak tersebut.


"Iya,sabar napa jadi orang aku kan masih kecil!"Gerutu Siya terhadap kakak yang ada dihadapannya tersebut.


Mereka akhirnya pergi kesingai tersebut.Ditengah perjalanan Siya melihat bunga yang sangat indah yang berwarna merah bagaikan darah dan seluruh bagian tanamannya dari akar,batang,daun,dan bunganya memiliki duri halus yang terdapat racun yang sangat berbahaya.


Siya berlari pergi meninggalkan kakak tersebut untuk mengambil bunga tersebut.


Kakak itu yang melihat berlari langsung mengejar Siya.Dihadapan bunga itu Siya langsung memetiknya satu tanpa curiga sama sekali.Dan memberikannya ke kakak.


Kakak tersebut tidak ingin mengambil bunga itu karena ia tau bunga tersebut beracun,tapi hal tersebut membuat Siya kecewa dan sedih yang membuat hati kakak tersebut luluh melihat muka imut Siya,dan akhirnya menerima bunga yang diberikan Siya.


Setelah itu Siya memohon kepada kakak itu agar diperbolehkan pergi sebentar karena ia melihat buah yang terlihat sangat enak di balik pepohonan yang ditunjukkan Siya.


"Kakak boleh nggak aku pergi sebentar kesana!"tanya Siya ke kakak itu.


"Memang kau ingin kesana buat apa?"tanya kakak tersebut yang curiga terhadap Siya.


"Aku mau mengambil buah di balik beberapa pohon itu!"Jawab Siya sambil menunjukkan dan memperlihatkan muka yang imutnya.


"Tapi..."


"Baiklah kau boleh kesana,tapi jangan lama lama kita harus kesungai!"Jawab kakak tersebut yang akhirnya memperbolehkan Siya pergi.


Siya langsung berlari pergi setelah mendengan kakak tersebut memperbolehkannya pergi.


"hehehe,kakak itu bodoh atau gimana sih,masa di bohongin anak kecil aja mau"Siya tertawa karena kebohongannya berhasil sambil berlari melarikan diri dari kakak yang berusaha menculik Siya.


"Jangan anggap aku remah kak,mana ada orang tiba tiba ngajak anak ke sungai sebelum bertanya tentang asal usulnya,kalau mau menculik anak harusnya lebih natural lagi dong,kau pikir anak kecil mudah dibohongin!"Gumam Siya sambil terus berlari ketempat awal ia berpisah dengan kak kia.


Setelah Siya sampai ketempat yang ia tuju,terdapat seseorang yang sedang terlihat kebingungan sambil berjalan tanpa tujuan.Ternyata orang tersebut tak lain adalah kak kia itu sendiri.Siya yang melihat kak kia yang kebingungan itu berencana mengagetkan kak kia dari belakang.


Setelah Siya bersiap siap dan meloncat,tiba tiba kak Kia memalingkan wajahnya kearah siya,Siya yang kaget langsung pura pura menghampiri kak kia dengan santai.Kak kia yang melihat Siya dihadapannya langsung memeluknya dan bertanya dari mana saja Siya.


"Siya!Dari mana saja kau,kakak cari cari kau tidak ada!"Kak kia langsung memeluk dan memarahinya.


"Tolong lepaskan dulu kak,aku nggak bisa bernapas.Nggak kok kak,tadi aku cuma jalan jalan saja karena bosan."Jawab Siya yang berbohong kepada kak Kia karena takut ia khawatir kepadanya.


"Kenapa kau tak bilang dulu ke kakak kalau mau pergi!"Ucap kak kia yang masih khawatir.


"Kan kakak sendiri yang ninggalin aku sendiri disini,apa kak kia lupa?"tanya balik siya terhadap kaka kia.


"Iya kakak yang salah,srkarang apa kau terluka?"tanya kak kia sambil memeriksa tubuh siya apa terdapat luka ditubuhnya.


"Aku tidak terluka kok,sekarang mau ngapain kita kak?"


"Sekarang kita naik kuda dan langsung pulang saja sekarang langit juga mulai gelap!"Ucap kak kia sambil mengajak Siya ketempat ditaruhnya kuda mereka tadi.


Setelah sampai mereka segera naik ke kuda tersebut dan berjalan pulang ke kastil.


"Aku bingung ngapain coba tadi pencuri ini tidak mengambil kuda ini,kan bisa dijual dan jadi mendapat uang tambahan."Gumam Siya sambil terus menaiki kuda kearah luar hutan dan setengah jam kemudian mereka sampai kekastil.


Ternyata Ayah mereka telah menunggu.setelah sampai ke dalam kastil ayah mereka bertanya kepada mereka apakah hari ini menyenangkan.


"Kia!,Siya!,apa hari pertama keluar dari kastil menyenangkan?"


"Sangat...,lain kali kami boleh pergi keluar lagi yah!"Ucap Siya yang langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan ayahnya kepada mereka.


"Baiklah kalau begitu segera kekamar dan bersihkan tubuh kalian dulu baru kita makan bersama.Dan boleh aja kalian pergi lagi tapi izin dulu setiap ingin pergi keluar kastil kepada ayah!"Ucap Khun dengan tegas kepada kedua anaknya.


Mereka berdua segera pergi kekamar masing masing setelah perbincangan mereka dan ayahnya selesai.