The Blue Cristal Stories

The Blue Cristal Stories
Eps.5 ***Latihan***



Keesokkan harinya,siya bangun dan berjalan jalan disekitar kastil,dan ia melihat kak kia berlatih pedang dengan ayah ditempat latihan yang biasa kak kia berlatih.Siya duduk didekat tempat latihan tersebut sambil mengamati mereka berlatih.


Setelah beberapa lama,


"Kia!,kita istirahat dulu baru kita lanjutkan latihannya lagi"


"Baik ayah"jawab kak kia.Mereka berhenti latihan dan beristirahat,kak kia yang melihat siya yang sedang duduk menghampirinya.


"Siya,apa yang kau lakukan dan sejak kapan kau disini?"tanya kak kia.


"Hmm,sekitar setengah jam yang lalu,Aku kesini cuma mau lihat kak dan ayah berlatih."Jawab siya.


"Oh iya,kak!"ucap siya dengan nada penuh harapan.


"Ada apa?"tanya kak kia yang bingung dengan ekspresi siya yang seperti ingin meminta hal yang sulit.


"Boleh tidak,aku latihan sama kakak!"berharap


"Latihan?,latihan apa?"


"Semuanya,dari pedang,panah,semuanya deh."


"Tolong!"


"Huhhh,yasudah kalau itu yang kau inginkan,tapi kalau kau nggak tahan bilang ya,aku nggak bisa memaksamu."


"Baik kakakku yang baik,yang keren,tampan."ucap siya sambil tersenyum


"Apa?"tanya kak kia yang malu saat dipuji siya,dan lucu melihat ekspresi siya.


"Nggak kok,hehe."


"Jadi kapan kau ingin mulai latihannya?"tanya kak kia.


"Ehh,ada siya!"ucap Khun yang sedang berjalan mendekati mereka berdua.


"Yah,siya ingin berlatih bersamaku katanya."jelas kia kepada Khun.


"Berlatih apa?"Tanya Khun.


"Semuanya!"Jawab siya tegas.


"Apa kau tidak takut kalau nanti terluka?"tanya Khun.


"Tidak!"jawab siya.


"Apa yang membuatmu bersikeras ingin berlatih?"


"Agar aku bisa ngelindungi kakak sama ayah nanti"Jawab siya dengan rasa percaya diri.


"Hahaha,lucu sekali.Baiklah kapan ingin mulai?"Tanya khun.


"Baiklah,kalau begitu,nanti sore kak kia akan memberikan pelajaran dasar teknik memanah,bisakan kia kau bantu adikmu ini?"jelas Khun sambil melirik ke kak kia.


"Baik ayah!"jawab kak kia.


****


Setelah sore hari siya datang menemui kakaknya untuk diajarkan memanah,ia tak sabar untuk segera belajar memanah.Ia membayangkan jika dia akan menjadi pemanah yang hebat dan handal.


"kakak,kakak kapan latihannya"Rengek Siya sambil menarik tangan kak Kia.


"Iya ya! jangan tarik tarik,nanti tangan kakak putus gimana,mau tanggung jawab siya?"


"Yaelah kakak nggak mungkin tangan mungil ini bisa mutusin tangan kakak yang sangat kuat ini."Ucap siya sambil melepaskan tangannya dari tangan kak Kia.


Mereka menuju ruang latihan,setelah sampai mereka mengambil peralatan yang dibutuhkan untuk memanah dan kak kia mengajarkan teknik dasar memanah kepada Siya,setelah selesai memberikan contoh dan teknik kak Kia menyuruh Siya mempraktekkannya.Ia sangat terkejut ketika melihat Siya langsung berhasil tanpa kesalahan apapun pada praktek pertamanya.


'Anak ini hebat juga langsung bisa mempraktekkannya dalam sekali coba' Gumam kak Kia yang kagum dengan kecepatan belajar Siya.


"Bagaimana kak? Apa ada yang salah?"Tanya Siya tentang apa yang dilakukannya.


"Bagus,malah bisa dibilang melebihi ekspektasiku."Jawab kak Kia.


"Beneran kak!"Ucap Siya yang senang apa dilakukannya sesuai yang diharapkannya.


"Sekarang,kita lanjut ketahap selanjutnya"Ucap kak kia.


"Asyikk"Kata Siya.


Mereka latihan memanah sampai seminggu.Seminggu kemudian kak kia mengetes apa yang diajarkannya kepada Siya.Ternyata Siya bisa menguasai seluruh teknik memanah dalam jangka waktu kurang dari seminggu.


"Hmmm."


"Gimana kak,lulus nggak aku?"Tanya Siya ragu.


"Tenanglah kau lulus kok,bisa dibilang sempurna."Ucap kak Kia sambil tersenyum.


"Aaa." Siya sangat senang akhirnya ia bisa memanah.


"Oke,selanjutnya Minggu depan kita latihan berburuh langsung dihutan meski kau masih kecil tapi aku sudah yakin kau bisa."Ucap kak Kia.


"Benarkah kak!"Ucap Siya dengan penuh harapan.


"Iyaaa,tapi kita harus minta izin dulu dengan ayah,jika ia membolehkan kita akan pergi,tapi..."ucap kak kia.


"Tapi apa kak!?"Tanya Siya yang bingung.


"Tapi.. jika ayah nggak membolehkan kita tidak jadi keluar dan hanya latihan didalam kastil ini."jelas kak kia kepada siya,yang membuat Siya agak sedih mendengarnya.


"Tenanglah,Kitakan belum tau keputusan ayah gimana?"