
~***Almerdword***~
meisyapun menghampiri anak tersebut dengan rasa bingung
"hei nak,bagaimana adik bisa ada di hutan ini,apakah kau tersesat"tanya Meisya
anak itu hanya menggelengkan kepalanya
"jadi kenapa kau ada di hutan?"tanya Meisya lagi
anak itupun menggelengkan kepalanya lagi
"apa ada yang kau ingat,seperti tinggal dimana,siapa orang tuamu,atau klanmu atau siapa namamu dek?"tanya Meisya memastikan.
anak itu hanya mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi bingung.
'kelihatannya anak ini lupa ingatan.dilihat lihat.dia menggunakan pakaian yang asing,dan ada yang aneh dari anak ini,serasa ada aura yang sangat kuat didalam dirinya.'
'sebaiknya dia dibawa ke tuan saja,untuk memastikan dari mana ia berasal'gumam Meisya sambil melihat anat tersebut.
"baiklah,dek ayo ikut kakak ke luar dari hutan ini,disini berbahaya kalau adek tetap di hutan."ajak Meisya
anak itu mengangguk,mereka pun keluar dari hutan tersebut,dan berjalan ketempat tuan meisya berada.setelah sampai mereka langsung menghadap tuan meisya yang sebenarnya adalah seorang ketua klan dari salah satu kaum elf bernama Khun kezume.dia adalah seorang ketua yang sangat rendah hati dan baik.
dan Meisya memberi hormat kepada tuan.
"sudah kubilangkan Meisya,kau tak perlu memberi hormat kepadaku.kau sudah kuanggap adikku sendiri."
"maaf tuan,saya merasa tak enak jika tidak memberi hormat kepada tuan."jawab Meisya yang merasa agak sungkan dan juga tercampur rasa senang dan malu.
"siapa anak yang kau bawa ini?"tanya Khun sambil melihat anak itu dari singgasananya.
"saya menemukan anak ini dari hutan ketika saya mengambil tanaman obat yang tuan suruh."jelas Meisya
"kenapa kau bawa anak ini kemari?"tanya Khun
"saya membawa anak ini kehadapan tuan karena kelihatannya anak ini lupa ingatan karena ketika saya tanya,ia berasal dari mana dan siapa namanya,ia tak menjawab tidak tau."Meisya menjelaskan apa yang diketahuinya tentang anak ini.
"jadi maksud kamu,anak ini tak tau soal siapa dirinya,dan bagaimana ia bisa ada dihutan tersebut?"ucap Khun sambil mengawasi anak tersebut.
"Benar tuan,selain itu.Anak ini seperti ada aura yang sangat besar di tubuhnya, padahal dia masih berumur sekitar 5 tahun."jelas Meisya dengan muka curiga.
"apakah kau takut Meisya? dengan anak yang masih berumur sekitar 5 tahun."tanya Khun sambil tersenyum.
"saya bukan takut,tapi saya khawatir.jika anak ini bisa membahayakan penduduk disini."jelas Meisya dengan nada yang agak tidak setuju.
"hahaha, tenanglah Meisya.anak ini tak memiliki niat jahat,dia masih sangat polos, kelihatannya dia belum tau apa apa, karena lupa."terang Khun sambil tertawa dan langsung berubah nada dengan serius.
"Maaf!,tuan ingin mengadopsi anak ini?, apakah tidak terlalu cepat membuat keputusan?"tanya Meisya yang sangat terkejut dengan keputusan tuannya yang ingin mengadopsi anak tersebut.
"kau tak perlu khawatir,aku sudah mempertimbangkannya.lagi pula kelihatannya ia memiliki potensi yang sangat besar."
"jadi keputusan tuan sudah bulat ya,akan mengadopsi anak ini, kalau begitu baik.saya akan mengikuti tuan."
"Dan satu lagi,kau yang akan menjadi pengasuhnya."suruh Khun.
"Baik tuan"jawab Meisya.
"kau!"ucap Khun sambil menunjuk ke arah anak tersebut,dan menyuruhnya kedepan.
"aku?"tanya anak tersebut.dengan polosnya.
"yaiyalah kamu,siapa lagi coba"jawab khun.Anak tersebut pun berjalan mendekati Khun.
"Baiklah,karena kau akan menjadi anakku,akanku beri nama kau siya Adelia kezume."
"Apakah kau suka nama yang kuberi?"tanya Khun kepada anak tersebut dengan wajah penuh harapan.
"sukaaa!"jawab siya dengan nada tinggi karena senang.
"syukurlah kau suka"
"hmmm,kamu lucu banget sih,cuma kasih nama saja segirang ini"ucap Khun sambil mencubit pipi siya.
"sekarang kau panggil aku,dengan sebutan ayah"pinta Khun
"mm,baik ayah!"jawab siya
"bagus,begitu dong"jawab Khun sambil mengelus kepala siya dengan lembut.
"baiklah jadi sekarang aku akan membawa siya menemui kakaknya dulu!"
"dan Meisya taruh tanaman obatnya ketempat racik obat,ada banyak orang yang sedang menunggu obat itu"suruh Khun kepada Meisya.
"baik tuan"Meisya pun pergi dari ruangan tersebut dan ketempat pembuatan obat.
"ayo sya,aku akan mengantarkan kamu menemui kakakmu!"
"em,em"jawab siya sambil menganggukkan kepalanya,siya merasa sangat senang karena dia akan mempunyai kakak dan keluarga,walaupun ia lupa masa lalunya.
merekapun berjalan ketempat kakak siya berada, yaitu tempat latihannya memanah.