
Setelah itu mereka menemui ayah yaitu Khun untuk meminta izin untuk latihan dihutan.Sesampainya dihadapan Khun mereka mengutarakan permintaannya kepada Khun.
Khun yang mendengar permintaan kedua anaknya tersebut mengatakan bahwa ia melarang mereka berburu karena umur mereka yang masih terlalu kecil.
"Kumohon ayah,biarkan kami pergi kehutan.Saya akan menjaga Siya."Ucap kak Kia meyakinkan jika ia dapat dipercaya untuk menjaga Siya.
"Ayah apakah aku benar benar tidak bisa pergi latihan diluar?"Tanya Siya yang sedih akan keputusan ayahnya tersebut.
"Maaf Siya bukan ayah melarang kalian berlatih,tapi kalian terlalu muda untuk keluar dan pergi kehutan.Apa kalian lupa jika umur kalian belum sampai Lima belas tahun?,apa lagi Siya kau lupa jika umurmu itu baru lima tahun?"Ucap Khun dengan tegas.
"....".Siya tak dapat membantah perkataan ayahnya itu dan hanya terdiam dan menundukkan kepala karena memang benar apa yang dikatakannya jika Siya memang terlalu kecil untuk melakukan hal berbahaya tersebut.
"Dan juga kalian belum mempunyai keahlian yang cukup,jika kalian sudah mahir ayah akan mengizinkan kalian pergi."
Perkataan ayah yang tak dapat dibantahkan itu membuat mereka semakin berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari ayah jika mereka mampu untuk keluar dari kastil ini.
Setelah enam tahun kemudian mereka tetap berlatih keras hingga akhirnya mereka berhasil menguasai keahlian memanah,berpedang,menggunakan kekuatan,berkuda,dan banyak lagi yang telah meraka kuasai walaupun sebenarnya mereka telah menguasainya dalam satu tahun setelah ayah mereka melarang mereka.
Dan akhirnya mereka mendapatkan pengakuan dari ayahnya untuk keluar kastil,walaupun ayah mereka masih merasa ragu karena umur mereka terlalu muda baginya untuk menjelajah dunia luar.
****
Kak kia mengajak Siya untuk berburuh,walaupun Siya tak tega untuk memburuh dan membunuh hewan hewan tersebut.Kak kia sangat ingin berburuh,membuat sebuah papan target untuk belajar Siya.Kak Kia membuat tanda silang di beberapa pohon yang berpencar di sekitar hutan tersebut untuk Siya.
Kak kia menyuruh Siya untuk memanah seluruh sasaran yg diberi kak kia,sedangkan ia pergi untuk berburuh rusa dan hewan lain.
Mereka tak sadar telah diikuti oleh beberapa orang.Setelah Siya dan kak Kia berpencar orang orang tersebut berencana menculik Siya karena Siya tampak lemah Dimata mereka.
"Mereka telah berpisah jadi lebih mudah kita menculik anak tersebut,kita lihat mereka keluar dari kastil berarti mereka adalah orang yang berharga,dan yang pasti uang tembusan yang kita dapatkan pasti sangat besar."Ucap orang orang tersebut yang selalu mengamati Siya dari arah semak semak.
Mereka melancarkan strateginya untuk menangkap Siya ketika kak Kia pergi meninggalkan Siya seorang diri.Mereka tak tau bahwa Siya dan Kak kia adalah seorang anak ketua klan karena mereka belum pernah berhadapan langsung dengan para penduduk.
Orang orang tersebut keluar dari persembunyiannya dan mengajar Siya pergi ke suatu tempat.
"Hai dek,kamu lagi ngapain dihutan ini sendirian?"tanya seorang laki laki bersama kawanannya.
"Halo kak,aku tidak sendirian kok,aku kesini bersama kakakku tapi dia lagi pergi untuk berburuh."Jawab Siya kepada seorang laki laki yang ia temui di hutan tersebut.
"Jadi kamu ditinggal kakakmu sendirian dihutan ini sedangkan ia pergi berburuh?"
"Iya,memang kenapa kak?"Tanya siya bingung
"Adek tidak tau ya,di hutan ini itu sangat berbahaya dari adek itu masih kecil,bagaimana kalau ikut kami aja!"Ajak laki laki itu ke Siya.
"Memangnya kita mau kemana?"
"Kita akan ke sungai yang ada dihutan ini,sungai itu sangatlah indah.Apa adek mau ikut sama kakak?"Kakak tersebut terus merayu dan mengajak Siya ikut bersamanya.