
...Esok paginya, Ailin bangun dari tidurnya. Ia mendapati Ajun telah bangun lebih dulu darinya. Terbukti dari ranjang sebelah yang telah kosong....
...Ailin berusaha beranjak dari ranjangnya, walau tubuh Ailin masih merasakan sakit dan menyisakan memar di tubuhnya....
...Ia duduk sebentar mengumpulkan tenaga. Terdengar suara bising, dari arah dapur. Nampaknya Rukmini ibu Ajun sedang memasak. Ailin segera bangkit, menghampiri dapur, ia hendak membantu ibu Ajun menyiapkan makanan. Walau hal itu di tolak ibu Ajun, ia mengerti kondisi Ailin. Ia hanya menyuruhnya duduk di meja makan....
...Ailin nampak celingukan mencari keberadaan Ajun....
..." Kamu nyariin Ajun yah ? " tebak Rukmini, tepat sasaran....
..." Iya ,Bu. Ajun kemana yah ? " Tanya Ailin....
...Menata lauk pauk di meja makan." Kayaknya sih ... ke apotek. Tadi bilangnya mau beli obat buat kamu, " jawab Rukmini....
...Masuk dalam rumah. " Bu, Ajun pulang ! " serunya membawa kantong plastik putih....
..." Nah pas banget ! Makanannya udah jadi. Kita makan sama-sama yah." Ajak Rukmini....
..." Iya Bu ... " Jawab Ajun singkat. " Nih Lin obat salep, nanti olesin ke memar mu," ujar Ajun....
...Menerima. " Makasih ya Jun, " ucap Ailin....
...Rukmini senang dengan kerukunan mereka. Memang mereka telah bersahabat lama, kurang lebih 5 tahun lamanya. Ailin sudah di anggap seperti putrinya sendiri oleh Rukmini....
...Maklum ... sudah lama Rukmini ingin punya anak perempuan. Sayangnya tuhan tidak menghendaki, tetapi ia tetap bersyukur memiliki 2 putera yang hebat . Apalagi kedua putranya pengertian pada Rukmini....
..." Oh ya ... Ajun panggil Bapak mu kemari, suruh sarapan dulu ! " perintah Rukmini....
...Perintah itu di sanggupi Ajun. Segera ia menjemput ayahnya di teras yang sedang mengelap becak kepunyaannya. Segera Jarwo mengehentikan kerjanya, dengan cepat datang ke meja makan untuk sarapan pagi. Mereka menikmati makanan sederhana yang di buat Rukmini. Memang ala kadarnya, tapi rasanya begitu nikmat makan bersama....
...Selesai makan, Ailin ingin membantu mencuci piring. Namun lagi -lagi di tolak Rukmini. Ia malah menyuruh Ailin mengobati memarnya dengan salep yang di beli Ajun....
...Dengan di bantu Ajun, Ailin mengolesi memar di tubuhnya....
...Di kamar. " Sakit gak Lin? " tanya Ajun mengoleskan salep di pundak Ailin....
..." Gapapa Jun ! " serunya. " Jun bantu olesin di punggung !" sambung Ailin....
...Kemudian ia membuka bajunya. Ajun merasa malu melihat punggung Ailin. Ya bagaimana tidak dia juga seorang pria walau umurnya masih piyikk....
..." Jun ? Ajun ! Kenapa diem ? " tanya Ailin....
..." Ehh ... Enggak! Gak papa," ucap Ajun....
...Ia mulai mengoleskan salep pada punggung Ailin dengan hati -hati. Hatinya terbesit sakit, melihat punggung orang yang ia sayangi penuh dengan memar. Tekadnya makin bulat untuk selalu menjaga Ailin....
...Selesai mengoleskan obat, mereka pamit pergi mengamen kembali. Rukmini sempat melarang, dan menyarankan mereka untuk istirahat. Namun mereka kekeh harus pergi. Sebenarnya Ajun tak ingin Ailin ikut pergi. Tapi Ailin memaksa ikut, takutnya Ajun tidak mengenali pria yang ia ambil dompetnya semalam. Oleh sebab itu Ailin memilih ikut pergi pagi itu....
...Sebelum mengamen mereka sempatkan mencari barang bekas dang rongsokan. Walau tak seberapa tapi lumayan untuk tambah-tambah....
...Saat mencari rongsokan, mereka sampai di sebuah sekolah SMP. Ajun berhenti mencari rongsokan, dan memandangi anak - anak yang bersekolah....
...Seharusnya setelah lulus sekolah dasar, Ajun melanjutkan sekolahnya di SMP. Tapi sayang orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolahnya....
...Ailin tahu keinginan Ajun untuk bersekolah, apalagi Ajun termasuk murid pintar. Seharusnya ia dapat masuk sekolah dengan beasiswa. Sayang beasiswa Ajun palah nyasar ke anak guru. Memang ada saja orang licik di dunia ini. Padahal kalau di adu mengerjakan soal, sudah pasti Ajun juaranya....
...Menenteng karung. " Jun ! Kayanya udah cukup nih," ucap Ailin....
..." Ya udah, sekarang kita bawa ke pengepul," balas Ajun....
...Matahari semakin terik menandakan hari mulai siang. Ajun dan Ailin mengamen dari bus satu ke bus yang lain. Terkadang mereka mengamen di pinggir jalan, dan warung -warung makan sekitar. Mereka tidak pernah pergi terlalu jauh dari rumah....
...Memegangi perutnya ." Jun aku laper nih ! Kita udah dapet berapa ?" tanya Ailin....
^^^Menghitung hasil mengamen. " lumayan lah, cukup buat beli nasi sebungkus," ucap Ajun^^^
...Mereka membeli sebungkus nasi untuk di santap berdua. Setelah kenyang kembali mereka bernyanyi di jalanan. Demi mencari pundi-pundi rupiah....
...Mereka menunggu pria itu di perhentian bus semalam. Terkadang sembari menunggu mereka sempatkan mengamen di sekitar area perhentian bus....
...Duduk. " Lin kamu janjian jam berapa sih ? " tanya Ajun yang nampak bosen menunggu....
...Ikut duduk di samping Ajun. " Sabar lah Jun, nanti juga dateng orangnya," jawab Ailin....
...Ajun hanya mendengus pasrah, ia kembali menunggu kedatangan pria itu....
...Akhirnya yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Angga tiba di perhentian bus itu, namun ia tidak menaiki bus melainkan membawa mobil berwarna putih miliknya....
...Dari dalam mobil dengan kaca terbuka....
..." Kalian udah nungguin lama ? " tanya Angga dari dalam mobil....
..." Enggak kok Om masih baru," jawab Ailin....
..." Baru dari mana ? dari siang kita nungguin disini," timpal Ajun pada jawaban Ailin....
...Tersenyum." Maaf yah ... saya ada urusan tadi jadi lama," ujar Angga....
...Balas tersenyum." Gak papa kok, om." Menyenggol Ajun. " Gak papa kan yah ,Jun," sambungnya....
...Ajun hanya mengiyakan malas, ucapan Ailin....
..." Biar gak nambah lama, sini cepet masuk mobil," ajak Angga....
..." Kita berdua ,Om ? " tanya Ailin bingung....
..." Ya iyalah siapa lagi, udah buruan masuk." Membukakan pintu di sampingnya....
...Ragu-ragu. " Saya di sini ,om ? " tanya Ailin kembali....
..." Iya, satu depan. Satu lagi belakang ! " ucap Angga....
...Ailin menyenggol Ajun untuk duduk di depan, namun Ajun menolak. Akhirnya Ailin lah yang menduduki nya, sementara Ajun duduk di belakangnya....
..." Jangan lupa pasang sabuk pengamannya ! " perintah Angga....
...Ajun dengan mudah memasang sabuknya, sementara Ailin nampak kesulitan. Melihatnya Angga kemudian membantu Ailin....
...Membantu. " Yang ini emang agak susah di pasang, " ujar Angga....
...Ailin seperti menahan nafas, melihat wajah Angga yang begitu dekat dengan wajahnya....
..." Nah, kalau gini udah aman," ucapnya setelah berhasil memasang sabuk pengaman....
...Sejenak wajah mereka bertemu, Angga menatap wajah Ailin. Gadis itu memang tak memakai sedikitpun riasan, namun bulu matanya nampak lentik....
...Ailin yang berhadapan wajah lagi dengan Angga semakin tak dapat bernafas....
...Angga segera mengehentikan tatapannya. Kembali ia menyadarkan dirinya, pada tujuan awal mereka bertemu....
..." Nah karna semua udah siap, kita langsung berangkat," ucap Angga mula melajukan mobilnya....
...Di tengah perjalanan. " Kita mau kemana sih, Om ? " tanya Ajun penasaran dengan tujuan mereka....
..." Kita ke rumah saya, kalian inget kan dengan persyaratan untuk kerja di rumah saya ?" jawab Angga....
..." Jadi kita beneran di suruh kerja di rumah Om Angga ? " tanya Ajun kembali....
..." Ya beneran, tapi sebelum ke rumah, kita makan dulu di luar. Kalian belum makan 'kan ? " ucap Angga....
...Mereka menggeleng kepala....
...Angga kembali fokus pada jalan. Melajukan mobilnya ke salah satu restauran....